
Mobil Jeep Berwarna biru Dongker yang mengkilap melaju dengan kecepatan sedang ,melewati gilanya kemacetan yang terjadi di Jakarta
Di dalam mobil itu dua insan yang sedang dilema cinta ini hanya memberikan sebuah keheningan ,tak ada yang berbicara ,hanya alunan musik Korea yang terdengar, karena keduanya sama sama kpopers tak ada yang berkomentar tentang musik yang sedang di putar
Hingga tiba saatnya keheningan yang begitu mencekam ini berakhir"Ly?"tanya selun memecahkan keheningan yang sudah menjadi beban beberapa puluh menit yang lalu
"hm"jawab berly cuek , saat ini berly cuek bukan karena sifatnya tapi lebih tepatnya malu karena kejadian beberapa menit yang lalu saat mereka berada di anak tangga terakhir
***
"Hay ,berly Lo denger gw kan "tanya selun pada berly yang masih terpaku di anak tangga terakhir ,namun tak ada jawaban dari berly, berly tetap saja masih menatap selun "Hey setan keluar Lo dari tubuh berly ,kalau Lo gak keluar gw bacain doa doa yang diturunkan dari generasi ke generasi nenek gw sang dukun beranak"selun seolah-olah mengancam setan yang ia sangka merasuki tubuh berly
"woy ferguso gw kagak kerasukan,elo kali yang kerasukan "berly kini menjawab dengan begitu santai ,dia belum sadar sepenuhnya akan hal tadi saat ia menatap selun dengan tatapan kagum
"trus tadi Lo kenapa ,Lo natap gw segitunya ,gw tau kok gw gantengnya gak ketulungan , tapi jangan di tatap terus entar suka lagi"selun yang memang gilanya and gantengnya gak ketulungan menjawab berly seperti biasanya , ya seperti biasanya bisa membuat siapapun tertawa mendengarnya
"Keluar lagi nih penyakit narsisnya "celetuk berly agar menghilangkan rasa gugup nya ,ya ia sekarang agak gugup karena sadar sejak tadi ia menatap selun
"oh gw narsis, trus curut Lo apa , Lo juga curut yang narsis ya sering manggil dirinya sebagai queen, oh dan gw lupa Lo kan ratu dari segala jenis curut"ledek selun
"Dasar **** sialan"umpat berly pada selun ,ya mereka memang seperti itu selalu saling mengejek "dah lah jadi gak sih kencan buta nya ..?"tanya berly sekaligus mengakhiri perdebatan antara orang idiot vs orang bodoh
"oh iya emang sekarang pukul berapa.?"Tanya selun setelah berbaikan dengan berly ,lebih tepatnya mereka lupa akan perdebatan tadi
"hmm"berly mengangkat tangan kirinya yang dilingkari jam tangan berwarna putih ,sambil tangan kanannya menunjuk ke arah jam tersebut
"Dasar curut narsis , sekarang Lo mau di cap sombong juga , jam tangan hasil kredit aja lo pamerin ,dasar sombong"Ledek selun yang kini sedang di landa salah paham
"Woy ***** , gw tunjukin waktunya bukan jam tangannya , Lagian yang sombong itu elo ya "Jawab berly ngegas karena tak terima di katain sombong
"o aja ya kan"ujar selun menyadari kesalahannya ,tapi tak mau mengakuinya
"Dasar **** ,bukannya IQ Lo itu di atas rata rata ya kok elo jadi bego kek gini sih dan lagi Lo itu..."Belum juga berly menyelesaikan perkataannya ada panggilan masuk ke hp selun
lah lah lah aku sayang sekali doraeeemon
Hp selun yang bernada dering Lagu ost doraemon tiba bersuara menandakan ada panggilan masuk
"Hallo cas ,di mana?"tanya selun
"Restauran Ramen aja ya ,gw dah otw nih"jawab Lucas di sebrang sana yang bahkan author pun gak gau Lucas berada di mana
"oh oke "
"Ciri ciri cewek nya kayak gimana lun?"
"yah cari aja yang wajahnya tolol ,trus pipinya cabi cabi kayak **** gitu ,eh trus dia pake baju gambar Doraemon yang ke gedean gara gara tubuhnya kurus"
Berly yang merasa tersindir pun memelototi selun yang masih berbicara dengan Lucas ,namun selun tak menghiraukan pelototan mata indah berly ,selun hanya kembali menatap dengan tatapan puas karena habis mengejek berly habis habisan. Karena berly merasa tak di hiraukan ,ia mencoba mengambil hp selun ,namun apa daya tangan berly tak sampai untuk meraih hp selun
"eh kenapa lun ,Lo jatoh?"tanya Lucas dari telepon
"Enggak ,ini gw di gigit anjing ,entar kalau Lo di restauran lo pesen tulang yang banyak ,biar gak di gigit anjing"Ledek selun yang mengibaratkan berly adalah anjing karena berly menggigit selun
"udah dulu ya gw tunggu"Lucas mengakhiri panggilannya nya dengan selun
"Ly berangkat yuk"selun melihat ke seluruh arah ,tapi tak menemukan berly "ly Lo di mana?"
"woy **** cepetan "teriak berly pada selun yang sudah ada di dalam mobil
*****
"Lo kenapa ly , Lo marah gara gara tadi gw Ledek Lo"tanya selun
"gak"jawab berly singkat
"trus kenapa"Tanya selun lagi
"gak"seperti yang tadi jawabannya sama
" Emang gak ada jawaban yang lain ya"
tak ada jawaban dari berly ,kini keheningan melanda mereka lagi ,30 melit berlalu mereka sudah sampai di restauran yang mereka maksud yaitu restauran ramen dimana akan menjadi tempat kencan buta Lucas dan berly
memang malam Minggu adalah hari yang tepat bagi pasangan berkencan ,banyak pasangan yang makan di dalam restauran ini ,sehingga membuat berly enggan untuk keluar karena saking ramenya
"kenapa"tanya selun pada berly dengan nada khawatir karena melihat berly yang melihat keluar dengan raut wajah tegang
"Apa ini gak terlalu ramai lun?"tanya berly tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela mobil
Ups selun lupa ,kalau berly memiliki phobia terhadap keramaian semenjak kejadian 1 bulan yang lalu
"sorry gw lupa , gimana kalau kita pulang aja"tawar selun pada berly yang kini sudah hampir menangis
"gak ,gw mau lawan rasa takut gw ,kalau gw terus begini ,mungkin aja kan gw juga gak bisa lupain fadel "
'Hal kayak gini pun Lo mau lawan demi Fadel ya ly ,kalau mantan lo itu gw ,apa Lo bakalan ngelakuin hal yang sama ly?'gumam selun dalam hati
"oke terserah lo ,tapi kalau lo rasa lo gak kuat lo balik aja ,gw tunggu di parkiran"Ujar selun pasrah dengan keinginan berly
"Oke "jawab berly singkat , Berli mulai membuka pintu mobil ia melihat sekeliling yang menatapnya
Berbagai tatapan ditunjukan pada berly , tapi lebih banyak tatapan benci dari kaum hawa dan tatapan kagum dari kaum adam , namun berly sudah cukup terbiasa dengan keadaan ini ,ia selalu di ajari Fadel untuk bersikap bodo amat ,dan sekarang ia menggunakannya untuk melindungi diri
Berly melangkah kan kaki menuju pintu restoran dengan langkah biasa ,namun beda dengan yang orang lain lihat ,mereka melihat berly seakan Dewi yang turun dari langit dan berjalan dengan anggunnya , tak sedikit dari wanita wanita itu kagun pada berly