Meaning of life

Meaning of life
Jangan pergi



 


'Sakit,sesak , ini di mana ? kenapa gelap sekali ,ck aku benci aroma ini , aroma darah dan obat-obatan begitu menusuk di hidungku ' gumam seorang wanita cantik bermata besar yang memiliki lensa mata berwarna biru Dongker itu


"Hey kenapa gelap , aku di mana , hey tunggu , jangan tinggalkan aku , aku takut" wanita itu berlari mengejar seorang laki-laki membuatnya deja vu 'kenapa aku merasa akan mendapatkan jalan keluar bila mengikutinya , padahal aku juga tidak tahu aku ada di mana dan dia siapa' gumamnya dalam hati


"Kamu tolong berhenti , jangan terus menghindari ku, apakah kamu juga terjebak dalam kegelapan ini , apakah bau darah dan obat-obatan ini kamu menciumnya?"wanita itu berbicara pada seorang laki laki yang seakan menghindarinya sejak tadi"Kenapa tidak menjawab , padahal mungkin kita bisa mencari jalan keluarnya bersama bila kita berkerja sama"


Setelah wanita itu berkata demikian laki laki itu berhenti di depan seberkas cahaya yang ada di tempat itu


"Berly"kata laki laki itu lirih , lebih tepatnya berkata dengan hati yang sangat menderita


"Fadel , apakah kamu Fadel?"tanya wanita yang diketahui bernama Kimberly Ryder


Namun laki laki itu hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan yang dilontarkan oleh Kimberly


"Kenapa , kenapa kamu menghindari ku ,kamu marah padaku , trus kenapa kita ada di sini"


"Maaf aku tak bisa bersamamu lagi "


"kenapa kamu berkata seperti itu , bukannya kita akan menikah bulan depan , apakah aku punya kesalahan ,kalau seperti itu maaf , tapi gak seharusnya kamu berkata seperti itu kan"


Sedetik kemudian Fadel menghampiri Berly yang mulai meluncurkan sebuah air bak kristal yang selalu membuat dadanya sesak


"kamu gak salah apa apa , tapi takdir berkata lain "Fadel mengecup kening berly "pulang lah , jangan mengikuti ku , di sini adalah titik dimana kita bertemu dan berpisah"lanjutnya


"Aku gak paham , apa maksud kamu , aku gak paham"Berly kembali menangis sesenggukan dan tak paham apa yang dikatakan tunangannya itu dalam kegelapan ini


"Berlari lah , sampai kamu menemukan rumah untuk kamu berteduh , aku yakin kamu wanita yang kuat , I love you Kimberly , see you next time"


"Kamu rumah aku ,jangan seperti ini , kenapa kita gak berlari bersama sampai menemukan titik akhir dimana kita berhenti berlari.. Apakah kamu bosan , bahkan aku akan mengejarmu bila kamu sudah berlari jauh , aku juga akan menunggu mu bila kamu tertinggal di belakang , kenapa kamu menyerah..?"tangisnya semakin pecah setelah kata kata itu dikeluarkan


"Aku bukan rumah mu , aku hanyalah sebuah tempat singgah mu bila kamu terkena hujan dan panasnya hidup ini , aku bukanlah laki laki yang ditakdirkan untuk berlari berjajar bersamamu ,aku hanyalah penonton yang harus menyemangati mu ketika kamu berlari hingga menemukan titik akhir , meskipun aku tak bisa melihatmu mencapai titik akhir itu , tapi ingat meskipun ragaku tak ada , tapi cintaku selalu ada di hatimu"tak terasa air bening meluncur di pipi Fadel , di pipi seorang laki laki yang kuat,pintar,romantis bahkan selalu ada untuknya


Kimberly hanya menatap sendu ke arah Fadel , tak tertinggal air mata pun tidak hentinya keluar


"Haruskah berakhir seperti ini ,kenapa kamu tidak berjuang , kenapa harus aku "lirihnya


"Maaf tapi ini bukan keinginanku ,kita tidak bisa melawan takdir, Pulanglah "


sedetik kemudian Fadel membalikkan badan menuju ke arah cahaya itu


"I love you , and see you ,kuharap kamu bahagia tanpa ku"


Fadel hilang bersamaan dengan cahaya yang mulai meredup ,namun aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari tempat dimana cahaya itu menelan Fadel


***


"Maaf Bu kami tidak bisa menyelamatkan nyawa korban yang laki laki "ujar dokter


"Fadeeeel...."teriakan histeris dari ibu Fadel sungguh membuat hati orang-orang begitu sakit , mereka juga tau bagaimana sakit ditinggalkan oleh seorang anak yang begitu di sayangi


"Lalu bagaimana dengan korban yang perempuan?"tanya seorang laki laki berpakaian ala kantor namun sedikit acak acakan


"sekarang jantungnya sudah normal kembali , namun saat korban laki laki meninggal jantungnya melemah , tapi tenang sekarang kondisi pasien mulai membaik"jelas dokter


'segitu cinta nya kah kamu , sampai sampai saat kalian tidak sadar pun kematian Fadel memengaruhi kesehatan mu berly , apakah tidak ada lagi ruang di hati mu'Ujar nya dalam hati


"Fadeeeel...kenapa begini bukankah kita akan menikah"teriak seorang perempuan dalam ruangan


semua orang panik langsung masuk ke dalam ruangan


"Fadel kamu jahat , bukannya kamu janji akan menemaniku dan melindungi ku dari kejamnya dunia ini padaku " ujar Kimberly yang sudah sadar di sela tangisnya


lalu ia melihat kebelakang , tatapan orang penuh dengan mengasihi ,tak ada yang bicara semua hanya melihat


"tolong kalian bilang padaku , Fadel hanya akting seperti pada ulang tahunku kan , tolong jawab "


ibu Fadel hanya menangis melihat calon menantunya frustasi ,lalu ia melangkah kan kaki nya ke dekat Kimberly yang menangis di dekat jenazah Fadel, bahkan ingin berjalan pun ibu Vivi sangatlah susah karena lemas


"Semua ini nyata , kamu yang sabar sayang,ibu juga gak mau hal ini terjadi"ibu Fadel berkata lirih


"Enggak gak mungkin , Fadel gak mungkin"


"Tapi ini Kenyataan nya , kamu harus Nerima semua ini , kamu harus terima bahwa Fadel udah gak ada "Jelas ibu Fadel dengan nada yang agak meninggi


Sedetik kemudian Kimberly jatuh pingsan tak bisa menerima semua kenyataan ini , orang yang begitu di sayangi nya selalu meninggalkannya tanpa pamit , meninggalkannya dengan sejuta kenangan dan luka , membuat hatinya yang luka bertambah luka


Selun hanya menatap wanita yang dicintainya tumbang begitu saja , hatinya sangat kalut ,dia hanya melihat jenazah Fadel yang dipenuhi luka serta Kimberly yang diangkat oleh beberapa orang ke ruangan pasien


Tanpa terkecuali semua keluarga Wijaya datang untuk mereka tampak sedih , bagaimana pun Fadel adalah orang yang baik , lucu serta konyol hingga membuat orang-orang selalu betah berada di dekatnya


Beberapa menit kemudian rekan kerja Fadel datang ke rumah sakit tempat di mana Fadel berada ,semua tampak tak percaya Fadel yang kemarin begitu ceria Fadel yang kemarin malam baru saja melamar berly ,kini hanya terbujur kaku tak bergerak ,bahkan ada beberapa orang di antara mereka menangis , terkulai lemas ,tak bisa menerima kenyataan ini


semua tentang takdir yang tak diinginkan ,dan keinginan yang tak ditakdirkan yang tak sejalan dengan takdir untuk seseorang itu .