Me And You Become Us

Me And You Become Us
Permintaan tak masuk akal



“saya minta maaf karena sudah membuat ada terluka. dan saya juga berterima kasih pada nona karena sudah menolong saya waktu itu” ucap Devan sambil menundukkan kepalanya


“saya tak tau harus berterima kasih seperti apa kepada nona......


emmm nona ingin apa dari saya, saya akan mengabulkan semuanya” ucap Devan menatap Elvina


Elvina mengambil green plum tea di depannya. dia meminum minuman itu sekali teguk. kemudian Elvina menatap ke arah Devan.


“apa tuan yakin akan mengabulkan semua permintaan saya” ucap Elvina dengan serius


“iya..... saya akan mengabulkan apa yang anda inginkan nona. nona ucapkan saja apa itu” jawab Devan dengan lantang


“menikah” kata Elvina dengan pandangan datar


Devan terkejut dengan pernyataan Elvina.


“eh... me men menikah. maksud anda saya menikahi anda nona.”


“ya.... menikah. lebih tepatnya pernikahan kontrak. anda hanya perlu menikahi saya selama 2 tahun, lalu anda bisa menceraikan saya. tuan tidak perlu hawatir saya tidak akan mencampuri urusan pribadi tuan dan tidak akan meminta harta tuan saat kita menikah nanti. dan jika kita sudah bercerai nanti saya tidak akan meminta harta gono-gini dari tuan dan kita akan menjadi orang yang tak saling kenal seperti Sekarang.” ucap El kemudian dia menyeruput minuman di depannya.


“maaf nona, bukannya apa.... hah tapi kan kita baru saling kenal beberapa menit yang lalu, saya tidak mengenal nona seperti apa dan nona juga tidak mengenal saya dengan baik. apa nona yakin. emmm maksud saya apa nona tidak memikirkan hal ini dulu. ... mungkin nona ada permintaan lain, saya akan berusaha mengabulkan permintaan nona” ucap Devan ragu sambil mengusap tengkuk lehernya.


“saya banyak mendengar, katanya tuan Devano Adhitama adalah orang yang baik, ramah dan menepati semua ucapannya” yana bangkit dari Tempat duduknya.


“Tapi ternyata hal itu salah, tuan memberikan janji pada saya tapi bahkan anda tidak bisa menepatinya” ucap Yana dengan senyum di ujung bibirnya.


Elvina menunduk hormat ke arah Devan lalu berjalan meninggalkan Devan.


hah, apa maksudnya. maksud dia saya orang yang tidak bisa menepati janji gitu.


devan membelalakkan matanya, dia mulai tersulut emosi dengan pernyataan Elvina tadi


“saya bersedia” ucap Devan berteriak. ucapan itu membuat Elvian memberhentikan langkahnya bahkan orang-orang disekitar mereka memandang ke arah Devan karena ucapannya yang terlalu keras itu


“saya berseda. saya bersedia menikah dengan anda nona” lanjut Devan. orang-orang di sekitar mereka seketika bertepuk tangan dan tersenyum kepada mereka berdua, bahkan terdengar ucapan selamat dari mulut mereka.


Elvina membalikkan badannya. terlihat senyum di bibir Elvina.


“terimakasih” Ucap Elvina lembut


“untuk hal kedepannya saya akan menghubungi tuan lagi melalui sekretaris anda. dan untuk masalah kontak pernikahan saya akan serahkan ke sekretaris anda. sampai bertemu dua Minggu lagi tuan” ucap Elvina. kemudian Elvina menunduk memberi hormat dan berjalan meninggalkan Devan di tempat duduknya.


Devan hanya terdiam kaku di tempatnya. Tampa sadar dia mengucapkan yang seharusnya tak ia ucapkan.


Devan mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


“astaga apa yang kulakukan, kenapa aku tak berfikir dulu” ucap Devan mengutuk dirinya yang bodoh.


“apa ini tak apa.... aisss sudahlah toh seperti aku tak di rugikan dalam pernikahan kontrak ini” ucap Devan kemudian dia memejamkan matanya.