
Dua hari telah berlalu, Devan sudah keluar dari rumah sakit sehari yang lalu. bahkan hari ini dia sudah masuk ke kantor karena banyak dokumen - dokumen menumpuk di ruangan nya.
terlihat Devan sedang berjalan menelusuri lorong sambil membaca dokumen yang dibawanya
Devan sangat serius membaca dokumen, sampai akhirnya dia tersadar karena ada yang memanggil namanya
“ Tuan” kata ana ingin melaporkan sesuatu
“ada apa an” kata Devan bertanya
“saya ingin melaporkan hasil penyelidikan orang yang menolong anda tuan” kata ana
“baiklah, ayo keruangan ku” jawab Devan mengajak ana keruangan nya
**di ruangan **
“jadi bagaimana hasil penyelidikan mu” tanya Devan sembari menatap kearah ana
“jadi, berdasarkan cctv yang saya lihat di tempat kejadian kecelakaan, orang yang menolong anda adalah seorang wanita”
“saya juga sudah menyelidiki wanita tersebut. wanita itu bernama Tri Elvina Maharani, seorang wanita berusia 25 tahunan yang tinggal di kota xx” kata ana menjelaskan kepada Devan
“kerja bagus an. tapi, apa kau bisa mempertemukan aku dengannya” tanya Devan kepada ana
“saya akan berusaha tuan” jawab ana
“oh ya tuan. mmm saya menemukan ini” kata ana sambil menyerahkan sebuah buku kepada Devan.
“saya menemukan buku itu di ruangan orang yang menolong anda, kemungkinan ini bukunya yang tertinggal” kata ana
“baiklah an, saya akan menjaganya dan mengembalikan buku ini jika saya sudah bertemu dengannya nanti” jawab Devan sambil memegang buku tersebut
“baik tuan, saya permisi dulu” kata ana
kemudian ana meninggalkan ruangan Devan, sedangkan Devan membolak balikkan buku yang di beri ana kepadanya tadi.
di lihatnya cover buku tersebut. sebuah buka dengan latar belakang wanita menatapi bulan dan bertuliskan me and you become us.
apa ini buku diary.
kata Devan dalam hati. kemudian Devan membuka buku tersebut. di lihatnya lembar pertama dalam buku itu. terdapat sebuah kata yang bertuliskan....
bahagia....
bahagia itu sederhana, bukan tersenyum dan ikhlas dengan apa yang kita punya
tetapi melihat mantan menderita...
“hahahah.....
apa ini kata-kata bijak untuk balas dendam, hmmm menarik” kata Devan.
percayalah...
pacar itu seperti stipo di dalam kelas
kalau ngak ilang ya di ambil teman.
jadi jangan khawatir kalau pacarmu tak mempedulikan mu lagi, anggap saja dia sudah memiliki pemilik yang baru dan kau tak sudah tak lagi di butuhkan
sad
Devan terus membuka lembar demi lembar buku itu sampai akhirnya di berhenti di sebuah tulisan yang berisi
ketika cinta terdapat kata menyakiti atau disakiti
apa yang akan kau pilih...
menyakiti , bukan berarti kau hebat disakiti , bukan berarti kau lemah
percayalah....
disakiti lebih mulia dari menyakiti
karena dengan disakiti menjadikanmu orang yang lebih istimewa.
jadi, jangan terlalu larut dalam kesedihan.
karena kau bukan satu-satunya yang menderita
dia juga menderita
tapi menunggu takdir yang membalasnya
kelak, kau akan mendapat seseorang yang lebih baik dari dia....
deg...
kata-kata itu menusuk ke dalam hati Devan. terlihat sedikit senyum di ujung bibirnya....
kemudian Devan berjalan meninggalkan tempat duduknya menuju ke arah jendela.
“apa ini memang sudah saatnya” kata Devan dengan senyum cerah di ujung bibirnya
..
..
..
happy reading guys. jangan lupa klik like jika kalian suka sama cerita ini ya.
salam hangat dari penulis😘