
terlihat hiruk pikuk orang-orang yang bekerja di dalam kantor. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Begitu juga dengan Elvina , Elvina sibuk dengan laptop yang dari tadi ada di hadapannya. banyak laporan yang menumpuk di mejanya. mungkin karena dia tak masuk dua hari jadi banyak pekerjaan nya yang tidak di kerjakan.
terlihat Elvina serius memandangi laptopnya, sampai akhirnya dia terkejut dengan kehadiran seseorang di belakangnya.
“El...” kejut rein menepuk punggung elvina
“eh... astaga rain. bisa ngak datang ngak mengagetkanku” teriak El menepuk lengan rein
“hahahahah.... udah jam makan siang, ke kantin yuk. laper nih”. ajak rein sambil mengusap-usap perutnya
Elvina masih fokus ke depan layar laptopnya
“kau duluan saja rein” ucap Elvina
“apa pekerjaan mu masih belum selesai” rain duduk di samping Elvina kemudian menyanggah dagunya dengan tangannya
“sedikit lagi hampir selesai, tapi aku tak bisa makan denganmu” jawab Elvina santay
“kenapa” tanya rein dengan wajah terkejut
“aku ada janji makan siang dengan orang lain hari ini” jawab Elvina
“siapa... apa jangan-jangan. huuuuuu kau... kau...aisss ngak nyangka aku el” ucap rain sambil menutup mulutnya dengan tangan
“rain... come on. jangan berfikir yang tidak tidak. kau ingat tentang ceritaku yang menolong orang saat itu” kata Elvina dengan tatapan tajam
rain hanya mengangguk kan kepalanya pertanda bahwa ia ingat
“dia yang mengajakku makan” kata Elvian
“wow.... apa orangnya ganteng” tanya rein dengan wajah penasaran
“aku tak tau, aku hanya menerima sebuah email. lalu......”
“lalu.....”kata rein mengulang kata-kata El yang menggantung
“lau aku mau pergi makan dulu, by by rein” jawab elvia sambil berlari meninggalkan rein
“hei hei El, tunggu.... aisss dasar ” kata rain memangil Elvina
sebenarnya Elvina juga tidak pernah bertemu secara langsung dengan orang yang di tolongnya, dia hanya menerima sebuah email yang berisi ajakan makan siang
flashback on
elvina sedang bermain dengan handphone nya, tiba-tiba muncul notifikasi dari layar handphone. dia mendapat pesan email dari orang yang tak di kenalnya. yang isinya
selamat malam Bu Elvina.
saya mewakili direktur saya ingin mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya karena anda telah menyelamatkan nyawa atasan saya.
sebagai ucapan rasa terima kasih direktur saya ingin mengajak anda makan siang. apakah anda berkenan
bunyi pesan itu. awalnya Elvina hanya mengabaikannya. tetapi pesan demi pesan terus masuk ke handphone. yang isinya masih sama, ajakan makan. akhirnya dengan terpaksa elvina menyetujui ajakan makan tersebut
flashback off
“apa itu orangnya” ucap Elvina melihat pria yang duduk di dalam restoran itu.
Elvina berjalan ke arah pria itu hingga tiba di depannya.
“Maaf tuan permisi.....
apa anda tuan devano” tanya Elvina dengan pria itu
“iya. anda nona Elvia , benar? ” jawab Devan
Elvina menganggukan pelan kepalanya.
“ohh.... silakan duduk nona” ucap Devan mempersiapkan Elvina duduk.
“anda mau pesan apa” tanya devan menyodorkan buku menu
“Green plum tea” Elvina menunjuk ke arah minuman itu
“hanya itu nona” Devan melihat ke arah Elvina
“baiklah..... mbaak..” ucap Devan mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan restoran
pelayan datang menghampiri mereka
“ Ya tuan” ucap pelayan itu.
“saya pesan green plum tea”
“baik, silahkan ditunggu tuan” ucap pelayan kemudian meninggalkan meja mereka.
astaga ganteng nya.......
setelah kepergian pelayan terciptalah keheningan di antara mereka. tak ada suara sedikitpun dari mulut mereka masing-masing. suasana canggung sangat terasa di antara mereka.
Devan melihat ke arah Elvina. dia memperhatikan tangan kiri Elvina yang mengetuk- ngetuk meja dengan jarinya, terlihat sebuah perban melilit di pergelangan tangan Elvina
“apa itu luka karena anda menolong saya” tanya Devan melihat ke arah tangan Elvina
Elvina menurunkan tangannya dari meja dia menyembunyikan tangannya di bawah meja.
tak ada jawaban sedikitpun keluar dari mulut Elvina.
Pelayan datang membawa pesanan yang mereka pesan
“silahkan ini minumannya tua nona” ucap pelayan
Devan mengangguk kan kepalanya kemudian tersenyum kepada pelayan wanita itu.
astaga senyumannya itu loh, meleleh aku mas....