Married With Bastard Mafia

Married With Bastard Mafia
Ep. 5(Pernikahan)



Waktu berjalan dengan cepat. Hari dimana Darren akan melangsungkan pernikahan bersama Anna akhirnya tiba. Dan disinilah sekarang, di atas pelaminan keduanya duduk bersebelahan. Darren dengan mantab mengikrarkan janji suci pernikahan. Resmi. Mereka berdua sudah resmi menjadi suami istri . Membangun rumah tanggan baru.


Di pernikahan tersebut Darren tidak banyak mengundang, hanya ibunya, nenek beserta kerabat dekat Anna, dan teman Darren yaitu Arsen. Tamu yang lainnya hanyalah keluarga dari ibu dan ayah nya. Sebab Darren tidak mempublikasikan tentang ia yang sudah mempunyai istri.


"Kau hebat sekali nak, mommy saja baru meminta cucu beberapa hari yang lalu. Tapi sekarang lihatlah kau sudah mempunyai calon ibu untuk cucuku nanti hahha. " ibu Darren berkomentar senang, ia terlihat sangat bangga karena anaknya telah menikah.


"Mommy menginginkan ini kan?,"


"Itu benar. Baiklah kalau begitu mommy tinggal ya, "


"Hm, "


Sebelum benar-benar pergi ibu Darren tidak lupa memberi selamat dan nasehat kepada Anna.


Setelah Mommy Stella atau ibu Darren pergi, sekarang berganti dengan Nenek Anna.


"Nak." Nek Sumi memanggil keduannya.


Lantas Darren dan Anna menyalaminya.


"Nak Darren, saya mempercayakan Anna padamu semoga kau bisa menjaganya dengan baik. " Nek Sumi memberi pesan pada Darren.


"Ya, Nek. Terimakasih telah percaya padaku. "


"Dan kau Anna, kau harus menjadi istri yang baik, nurut apa kata nak Darren ya, "


Nek Sumi berpesan pula kepada Anna. Dan di jawab Anna dengan anggukan kepala.


"Yasudah nenek pergi dulu"


___________________________________


Setelah pernikahan usai, Darren dan Anna kembali ke apartemen. Sementara semua tamu telah kembali ke rumah


masing-masing. Untuk nenek Anna, Darren sudah memesankan apartemen lain di dekat ruang apart nya.


Darren dan Anna kembali ke kamar masing-masing. Tanpa suruhan Darren pun Anna sudah tau diri jika memang Darren tak mempunyai perasaan padanya. Bagaimana bisa mencintainya jika pernikahan ini terjadi karena scandal. Semua yang di lakukannya tak lebih dari sekedar rasa tanggung jawab. Maka dari itu Anna kembali ke kamar yang ia tinggali dulu sebagai pembantu di apartemen tersebut.


Saat Anna sudah berada di kamarnya ia menata pakaiannya yang sempat ia tempatkan di koper karena sebelum Anna menikah dirinya sempat tinggal terlebih dahulu bersama neneknya di desa.


"Hah, hanya dengan satu malam konyol itu.. berhasil mengubah status ku. Secepat ini aku menjalin rumah tangga padahal aku masih ingin menikmati masa lajang ku hah" Anna bergumam sambil terus membuang nafas panjang.


"Yasudahlah, mungkin ini sudah takdir dan ada kabar baik pula dari kejadian ini. Nenek akan segera sembuh karena biaya operasinya sudah terpenuhi"


Sebelum Anna tidur ia menghapus riasannya dan mandi. Setelah itu Anna menggenakan piyama tidurnya. Dan tertidur nyenyak dengan balutan selimut.


Pagi telah menyapa bumi, diluar sudah terdengar suara kicauan burung dan matahari yang baru separuh menampakkan diri. Anna bangun dari tidurnya lantas langsung merapikan tempat tidur dan ia langsung memulai jadwal pagi seperti biasa. Anna mengawalinya dengan mandi pagi.


Setelah Anna mandi dan menggunakan pakaian ia pergi ke dapur dan memasak untuk sarapan pagi Darren. Ini adalah tugas Anna seperti biasa tetapi yang membedakannya kali ini adalah statusnya. Bukan sebagai seorang pembantu tetapi istri. Lucu sekali seorang pembantu bisa menikah dengan majikannya sendiri. Kebanyakan orang berpikir bahwa jika gadis miskin menikah dengan pria kaya atau sebaliknya maka orang miskin tersebut termasuk orang beruntung. Tetapi tak semuanya begitu ada yang miskin kebanyakan pasti di rendahkan oleh keluarga si kaya. Lalu ada juga yang berpengalaman seperti Anna yang terlibat scandal dengan majikan sendiri. Hah lupakan tentang itu, kembali pada Anna.


Masakan Anna sudah tersaji di atas meja. Tugas selanjutnya adalah membangun kan suaminya.


Anna mengetok pintu kamar Darren tetapi tak ada sahutan dari dalam. Anna masih berusaha mengetok sambil memanggil nama Darren.


Karena masih tidak ada sahutan dari dalam Anna memilih membuka pintu kamar Darren. Kosong. Tak ada siapapun di kamar tersebut. Di kamar mandi pun tak terdengar suara gemericik air. Karena kamar tersebut kosong Anna memilih untuk menutup pintu dan kembali ke ruang makan.


Anna berpikir mungkin Darren sudah berangkat ke kantornya.


Karena Darren tidak ada Anna memakan masakannya sendiri. Beruntung ia hanya masak satu porsi karena niat awalnya ia hanya membuat sarapan untuk Darren saja sedangkan dirinya sendiri akan memasak lagi sehabis membersihkan lantai dan mencuci baju.