Married With Bastard Mafia

Married With Bastard Mafia
Ep. 1



Drt.... Drt....... Drt....


Suara alarm yang keluar dari sebuah handphone berhasil membangun kan seorang gadis cantik yang sedang tertidur.


Mimpi indah itu pun berakhir berganti dengan realita kehidupan yang pahit.


Ia pun bangun dan pergi ke kamar mandi.


Sehabis mandi gadis itu melakukan rutinitasnya seperti biasa mulai dari menyapu, mengepel, mencuci dan memasak.setelah memasak ia pergi ke kamar sang majikan untuk membangunkannya.


Tok.... Tok.... Tok....


Suara pintu yang diketuk dengan pelan.


"Permisi tuan, ini sudah pukul setengah tujuh,sudah waktunya anda bangun dan pergi bekerja. " Ucapnya dengan suara yang sedikit ia keraskan.


Setelah mendengar jawaban dari dalam ia pergi ke bawah dan menata makanan yang telah ia siapkan di meja.


"Silakan tuan makanannya sudah saya siapkan. "ucapnya.


Tanpa menjawab Darren langsung duduk menyantap makanan di depannya.


Darren Vincent Louis, seorang pria kaya yang menjadi presdir di perusahaan yang telah ia bangun sendiri. Setelah kematian ayahnya yang baru beberapa bulan, warisan berupa perusahaan sang ayah pun ia yang memegangnya.


"Anna nanti akan ada bawahan saya yang akan mengambil berkas di ruang kerja yang ada di samping ruang tamu.Kau berikan kunci yang ada di atas laci!"


"Baik tuan. "


Seusai itu Darren pergi dan menuju ke perusahaan.


Di Loui's Corp (Perusahaan sang ayah)


Ruang kerja


"Ar,nanti kau temani aku di club kemarin,dan lakukan transaksi pertukaran senjata!" Perintah Darren kepada asistennya


"Baik tuan, apakah saya harus membawa banyak pengawal?"


"Nanti kau siapkan anggota khusus.Suruh mereka bersembunyi,dan dua orang bersama ku,"


-----------------------------------------------------------


Have Fun Club


Lampu warna warni sudah menghiasi seluruh ruangan, banyak lawan jenis yang sedang bercumbu tak tau tempat. Minum, berjoget, mabuk-mabukan sudah biasa terjadi di tempat itu.


Tak.. Tak.. Tak..


Suara yang di hasilkan oleh langkah kaki Darren menuju ke lantai tiga pada ruangan yang sudah di pesan oleh Sekutunya. Letak di mana transaksi akan di lakukan.


Beberapa menit transaksi senjata pun di lakukan. Dalam transaksi ini keduanya sama-sama di untungkan. Sebab Darren mendapatkan senjata yang belum ia miliki dalam markasnya begitu pun sebaliknya.


"Sudah melaksanakan apa yang ku suruh tadi Ar?" tanya Darren dengan suara pelan hampir tak terdengar di telinga Arsen.


"Sudah tuan, "


Tak membalas ucapan Arsen, Darren kembali merapikan duduknya seperti semula.


Darren menatap tajam sekutunya dan memperingatkannya agar tak berhianat kepadanya.


Telihat smirk dari orang itu. Raut wajahnya mengatakan jika ia tak takut sama sekali pada ancaman yang di layangkan Darren.


"Ada apa dengan senyumanmu?" tanya Darren seperti orang bodoh.


"Tidak ada apa-apa tuan Vincent,tidak ada yang berarti dari senyuman ku tadi. " jawab sekutunya yang bernama Rai Gilbert. Atau biasa di sebut Rai.


"Baik tuan,ini adalah senjata yang Anda pesan. Bagaimana dengan pesanan saya? "


Sebelum memberikan senjata yang di inginkan oleh Rai, Darren lebih dulu mengecek apakah itu barang asli.


"Baik ini asli, dan ini adalah senjata yang kau minta. " ucap Darren sambil memberikan senjata yang sudah menjadi miliknya kepada pengawal di sampingnya.


'Dia ini bodoh atau bagaimana hanya membawa dua pengawal untuk transaksi senjata, ' batin Rai


Rai pikir Darren hanya membawa pengawal yang ada di samping kiri-kanan pria itu saja. Ia pikir Darren sebodoh itu untuk seorang mafia. Ohhhh, tentu saja tidak. Darren mempunyai rencana yang matang untuk menyerang orang di depannya itu. Ia juga sudah memprediksi apa yang akan terjadi pada dirinya, dan ia akan mengikuti alur yang di buat oleh Rai.