Married With Bastard Mafia

Married With Bastard Mafia
Ep. 4



"Aku harus mengejarnya, " ucap Darren setelah mematikan telepon.


Darren segera memakai kaos dan turun menuju lantai dasar apartemen. Ia sudah melihat Anna membawa koper hendak keluar dari apartemen nya.


"Kau mau pergi kemana?. " tanya Darren sambil mencekal tangan Anna agar tak melanjutkan perjalanannya.


Anna tak menjawabnya, ia berusaha melepaskan genggaman tangan Darren. Setelah berhasil terlepas ia melanjutkan jalan nya dengan cepat. Darren yang melihat itu langsung melontarkan perkataan.


"Aku akan bertanggung jawab, "


"Aku akan menikahimu. "


Anna yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya.


"Apa anda yakin dengan ucapan anda. "


"Ya, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan semalam. Maaf kan aku."


"Tetapi bagaimana anda menjelaskan kepada nenekku?,"


"Aku tidak akan menjelaskan,takutnya nenekmu akan terkejut dan mengganggu kesehatan nya. "


Darren memang sudah mengetahui keadaan nenek Anna. Sebab siapapun yang berhubungan dengannya akan ia selidiki latar belakang kehidupannya.


------------------------------------------------------------


Setelah Anna menyetujui jika Darren akan bertanggung jawab. Lantas keduannya segera pergi ke desa tempat tinggal Anna. Cukup jauh dan melelahkan, karena jalanannya pun tak mulus untuk di lewati.


"Apakah kita akan segera sampai? "


Tanya Darren yang sudah tak sabar dengan perjalanan yang sudah memakan hampir 2 jam.


"Sebentar lagi tuan. "


Mendengar itu Darren hanya mengangguk-angguk kan kepala.


"Oh ya, kau jangan memanggilku tuan. Nanti nenek mu akan curiga pada hubungan kita. "


"Lantas saya harus memanggil anda dengan sebutan apa? "


"Terserah mu."


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai pada kediaman Anna.


"Ini rumah mu?," tanya Darren melihat kondisi rumah Anna yang terbuat dari kayu dan gebyok.


"Ya mas." Anna menjawab singkat sambil mengganti kata tuan dengan mas.


Darren langsung masuk dan menyapa nenek Anna yang sedang melihat televisi tabung bersama saudara jauh Anna yang sekarang menemani neneknya selama ia merantau ke kota.


"Siapa?," tanya nenek Anna yang bernama nek Sumi.


"Eh, Anna kamu udah pulang nduk?." pertanyaan kembali terlontar saat nek Sumi melihat kedatangan Anna di balik pria yang tak ia kenali tersebut.


"Perkenal kan nek ini mas Darren, majikan aku, dan mas ini nenek aku. Nek Sumi namanya. " Anna memperkenalkan keduanya.


Darren langsung menundukkan kepala dan memperkenalkan dirinya secara langsung.


"Perkenalkan nek saya Darren. "


"Oh ya ya, mari duduk dulu, Mel tolong buatkan minuman untuk nak Darren dan Anna yaa!!"


"Ada apa ya nak Darren datang jauh jauh kesini?,"


"Begini nek, saya berniat akan menikahi Anna dalam waktu dekat ini. Saya kemarin telah melamar Anna dan ia menerima lamaran saya. Saya juga akan membiayai pengobatan nenek sampai sembuh." ucap Darren langsung pada inti pembicaraan.


Nek Sumi masih mencerna penjelasan yang di lontarkan Darren.


" ini maksudnya nak Darren mau menikahi Anna?,"


"Iya nek, dan saya meminta persetujuan dan restu dari nenek untuk melangsungkan pernikahan di Jakarta,"


"Nenek juga bisa tinggal disana. " lanjut Darren sambil meminum minuman yang telah tersaji di meja.


"Apa nak Darren serius? Anna ini sudah kehilangan ke dua orang tuanya saat masih kecil. Saya tidak bisa langsung memercayai orang yang baru saya kenal. Apalagi anda ini berbeda kasta dengan Anna. "


"Saya tidak mempermasalahkan itu. Saya sudah cukup kaya. Mengapa harus mencari istri yang kaya pula. Saya juga sudah terlanjur jatuh cinta pada cucu anda ini. " ucap Darren berusaha meyakinkan. Sambil memperlihatkan senyuman.


"Saya berjanji akan membahagiakan Anna."


"Baiklah jika Anna juga sudah menyetujuinya saya akan merestui hubungan kalian. "


"Terima kasih Nek, saya berjanji akan membahagiakan Anna." ucap Darren kembali melontarkan janji.


"Kalau begitu kapan kalian akan melangsungkan pernikahan."


"Minggu depan."


"Bukannya itu terlalu cepat?," ucap nek Sumi.


"Lebih cepat lebih baik nek."


"Baiklah kalau begitu lusa nenek akan pergi ke Jakarta dengan menaiki bus kota."


"Tidak perlu, nanti bawahan saya akan menjemput nenek. Apakah nenek akan menetap di Jakarta bersama Anna? "


"Tidak sekarang mungkin beberapa bulan lagi. Nenek akan menghabiskan sedikit waktu di desa ini. Di sini pula banyak kenangan bersama suami ku. Kau tidak keberatan kan nak Darren? "


"Tidak sama sekali nek, itu adalah hak nek Sumi. Jadi aku tidak akan memaksa."


Anna yang melihat sikap Darren bersama neneknya menjadi lembut dan sopan pun bingung. 'Apakah mas Darren mempunyai 2 sifat? ' batin Anna kebingungan.


Ternyata Anna sudah mulai terbiasa dengan sebutan barunya untuk Darren.