Married With Bastard Mafia

Married With Bastard Mafia
Ep. 2



Have fun Club


Masih di tempat yang sama,dimana tadi transaksi di lakukan. Walaupun transaksi sudah di lakukan Rai mengajak Darren untuk berbincang sejenak.


"Silahkan di minum tuan," ucap Rai menawari dengan smirk yang mencurigakan.


Tanpa menjawab Darren langsung meminum Vodka yang ada di depannya.


Drt.. Drt...


Suara deringan ponsel Darren memecah keheningan. Menjauh dari keramaian dan mengangkat telepon. Ternyata panggilan dari ibunya.


"Ada apa Mom? "


"Kau tidak mau mengunjungi Mommy mu ini? Mommy sangat merindukan mu, " suara dengan nada lembut terdengar keluar dari Handphone.


"Lain waktu jika aku tak sibuk. " ucap Darren dingin. Tak mengindahkan permintaan ibunya.


"Yasudah, kapan-kapan hubungi ibu ya, jika kau ingin kesini. "


"Hmm." hanya gumanan dari Darren sebagai jawaban.


Darren kembali masuk ke ruangan tempat di mana transaksi tadi di lakukan.


"Aku harus pergi, ada urusan mendadak. " ucap Darren memberi alasan.


"Tak apa tuan Vincent,ku harap kita dapat bekerja sama lagi untuk pekerjaan ini, " jawab Rai.


Tanpa menjawab Darren langsung keluar dari ruangan tersebut. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing, matanya mulai mengabur, dan panas yang menyebar ke tubuh nya.


Mungkin obat perangsang yang di masukkan oleh Rai sudah bereaksi di tubuhnya. Darren tau inilah yang akan terjadi padanya, karena ia sudah mengetahui apa yang di rencanakan oleh Rai. Sebab siapapun yang akan bekerja sama dengannya dalam dunia gelap, akan ada orang yang memantau keseharian orang tersebut.


Setibanya di apartemen ia memangil pembantunya, Anna. Livianna Sheila, gadis desa yang merantau ke kota untuk mencari tambahan uang agar bisa di pakai untuk operasi neneknya. Keluarga satu-satunya yang ia miliki saat ini.


"Ehh,baik tuan ayo saya bantu. "


Kamar Darren.


Setibanya di kamar Darren,Anna mendudukan Darren di sofa. Lantas cepat pergi meninggalkan majikannya sendiri di kamarnya.


Sebelum Anna berhasil menjauh untuk pergi dari kamarnya,Darren menangkap tanggan Anna dan menariknya. Mendudukkan Anna di pangkuannya.


"Mari habiskan malam yang panas dengan ku," ajak Darren mulai kehilangan kesadaran.


"Hah, apa maksudmu tuan? "


"Kenapa kau memanggil ku begitu baby?" ucap Darren yang sudah kehilangan kesadarannya sambil mengelus rambut Anna yang panjang.


Anna yang mulai merasa terancam dengan perlakuan Darren mulai menjauh dan menepis tangan Darren yang mengelus rambutnya. Tapi tangan Darren kembali menarik tubuh Anna lebih erat lagi hingga kembali ke posisi semula.


"Kau mau kemana sayang?" Darren mulai kembali berbicara bahkan sekarang sudah berhasil mencium tengkuk leher Anna. Tubuh Anna bergetar karena ini adalah pengalaman pertama dalam hidupnya yaitu ada lelaki yang menyentuhnya seintim ini, bahkan Anna saja tidak pernah bergandengan tangan dengan lelaki manapun.


"Tuan, tolong jangan lakukan itu kepada saya, saya mohon." ucap Anna memohon di sertai dengan wajah memelas.


Tanpa bicara lagi Darren menggendong Anna dan membawanya ke tempat tidur.


 


Bebarapa menit berlalu,kini Anna menangis sesegukan dengan kondisi tanpa busana karena barang berharga yang telah ia miliki terenggut secara paksa oleh majikannya sendiri.


Sedangkan Darren sudah tertidur pulas setelah tanpa sadar sudah berhasil merenggut kesucian gadis di sampingnya.


Suara tangisan Anna masih terdengar di tengah malam. Karena merasa lelah di hati maupun tubuhnya Annapun kemudian tertidur dengan posisi membelakangi Darren.