Make Me Your Girlfriend

Make Me Your Girlfriend
6



"Gimana? diterima?" Tanya wulan setelah melihat clara duduk di depannya


Clara menggelengkan kepala "Tadi dia langsung pergi tiba-tiba, kata si chandra Rangga tuh kebelet jadi yaudah akhirnya dibawa chandra"


"Jadi risolisnya buat chandra?" Tanya lagi wulan


"Ih enggak, jadi risolisnya dibawa chandra buat dikasih ke Rangga, gitu loh" Jelas clara


"oooh, yaudah ni udah gua pesenin minuman sama bakso, makan ayok keburu dingin"


"Oke"


..........


13.00


Sudah waktunya para murid bergegas untuk pulang kerumah masing-masing. Cuaca siang ini tampak mendung, padahal tadi pagi hawanya panas.


"Lu balik di jemput?" Tanya wulan ke clara


"engga lan, tadi papah bilang gabisa jemput karena masih ngobrol sama clien, jadi gitu deh ga sempet" Jawab clara


"Oh yaudah lu bareng gua aj, kita naik angkot gimana?"


Clara pun mengangguk "boleh deh"


Tapi sebelum melanjutkan perjalanannya, ia salah fokus ketika melihat Rangga sedang duduk di koridor dekat lapangan.


"Lan, tunggu dulu ya gua mau kesana sebentar" Ucap clara yang sudah lari terlebih dahulu tanpa mendengar jawaban wulan.


Wulan yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya "Emang ya manusia kalau bucin tingkahnya itu gajelas banget , mana kadang gua juga gajelas padahal lagi ga bucin"


Clara mencoba menghampiri Rangga yang sedang duduk. Ia langsung duduk disebelahnya tanpa permisi terlebih dahulu.


"Hai rangga" sapanya.


Rangga yang melihat itupun tidak mempedulikan clara, ia lebih memilih fokus ke handphonenya.


"Rangga lagi ngapain sih?"


Rangga tetap tidak menjawab


"Ish rangga jawab dong"


"Ranggaaaaa"


"CK APAAN SI BERISIK BANGET" ngegas Rangga.


Clara mengerucutkan bibirnya "Clara tuh lagi nanya, jawab dong. Diem aja, kan rangga ga bisu"


"Ya lu sendiri liat kan gua lagi main hp, ngapain masih tanya-tanya? kaya orang bego aja"


"Lagian ngapain juga sih lu kesini, ganggu aja"


Bukannya merasa sakit hati, clara malah membalas dengan senyum manisnya "Buka blokiran dong, janji kok clara gabakal spam chat lagi, serius deh" Ucapnya sembari memberikan dua jari, pertanda bahwa ia benar-benar dengan ucapannya.


Rangga tidak menjawab apapun, ia hanya melirik ke arah clara sedetik. Setelah itu, ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan clara yang menunggu jawaban darinya.


Clara yang melihat itupun hanya diam melamun. Notifikasi dari handphone nya membuat ia tersadar dari lamunannya. Ia terkejut saat melihat desuatu dari handphonenya, tak lama ia tersenyum.



Clara langsung berlari menemui wulan yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Cepet amat neng, ampe lumutan gua disini" Sindir wulan.


Clara tertawa mendengarnya "Ya maap, namanya juga usaha deketin crush"


"Ngapain lu tadi?"


"Minta buka blokiran"


"Terus?"


"Udah dongg langsung di blokir, nih liat" Ucap clara sambil menunjukkan bukti chat yang dikirim oleh Rangga


"hftt, gaboleh spam lagi tuh katanya, kasian banget hahahaha" Wulan tertawa terbahak-bahak


Clara yang mendengar itu pun langsung mengerucutkan bibirnya "ish gausa ketawa ya lu, tapi kan gapapa ya, gausa spam itu tandanya masih boleh memperjuangkan di reallife. Jadi itu mah bukan masalah buat gua" Ucapnya.


"idih..yaudah dah terserah non clara aja yaa haha" Ucap wulan sembari merangkul clara "keburu hujan, mending balik dah gausa bahas crush lo itu"


Mereka berdua pun langsung meninggalkan gerbang sekolah, saat memasuki angkot hujan langsung turun dengan deras.


"Anjir untung kita udah masuk angkot, ujan gede banget ini" Ucap clara yang langsung di angguki oleh wulan.


"Btw lu baru pertama kali naik angkot?" Tanya wulan


"Kagaklah anjir, pernah pastinya"


"ooh"


Tak lama handphone wulan berdering pertanda ada panggilan yang masuk. ia pun segera mengangkat panggilan tersebut.


" ....."


"iya bu?"


"....."


"loh emang ga di taro ditempat biasa?"


"....."


"..."


"iya bu waalaikumussalam"


Setelah selesai berbincang pun, wulan langsung memutuskan panggilan tersebut.


"Kenapa lu? sepet amat tu muka" Tanya clara saat melihat muka kusut wulan


"Ibu nelfon, mendadak kerumah bibi karena bibi sakit, minta tolong rawatin anaknya" Jelas wulan


"Oh terus lu ngambek kenapa?"


"Kunci rumah kebawa claraaaaaa yakali gua pecahin kaca rumah, berasa maling banget entar"


"Yaudah si lu nginep aja dirumah gua"


"Terus baju sekolah gimana? Masa iya ni baju gua pake dua kali"


"Iya juga yaa"


"Yaudahlah tadi juga ibu bilang katanya mamang gua mau nganterin kunci kerumah, jadi gua nunggu aja depan rumah"


"Gamau nunggu dirumah gua? Daripada duduk di depan rumah sendiri diem, kan pasti lama. Disangka gembel entar"


"Ish iya ya, yauda deh gua ikut dulu kerumah lu gapapa kan ya?"


"Iya gapapa"


..........


Rangga saat ini sedang duduk di kasur kamarnya, ia sedang memetik gitar kesayangannya. Mulutnya mengeluarkan suara, menyanyikan lagu favoritnya.


Dan kau hadir merubah segalanya


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


Dan membuatku utuh


Tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku🎶


Setelah menyelesaikan nyanyiannya, Rangga mencoba merebahkan dirinya ke kasur. Tak lama tiba-tiba saja kejadian di sekolah tadi langsung terlintas ke dalam lamunannya.


"Anjir bisa-bisanya gua kepikiran"


"Lagian dia nekat banget ya ngedeketin cowo"


"Jadi ngeri gua" Ucapnya pada diri sendiri.


Ia coba membuka hp nya. Saat melihat tidak ada notifikasi dari clara pun ia langsung menghela nafas lega.


"Alhamdulillah, hfftt akhirnya ... gua kira dia bakalan spamchat. Aman aman hidup gua, semoga abis ini tu anak gak gangguin gua lagi deh"


Tak lama, ponselnya berdering. Ternyata ada panggilan voice call grup dari kedua temannya. Ia pun menerima panggilan tersebut.


"Halo Ranggaaa"


"Hai bos Ranggaa"


"Ck, ada apaan?" Tanya Rangga


"Nginep dirumah lu yu Rang" Ajak chandra


"Iya, udah lama kita ga ngebelatakin kamar lu" Ucap Aldo


"Yeu si anjir, enggak enggak. Gua lagi pengen sendiri dulu hari ini"


"Idih tumben bener, ada apa lu?"


"Paling juga mikirin claraa" Ucap chandra di sebrang sana


"Ucap nama tu cewek sekali lagi, gausa temenan ya sama gua" Rangga memperingati


"Wih santai mas bro, tiati aja nanti jatuh cinta"


"Udahlah, gaada acara nginep nginep dulu ya dirumah gua, besok aja. Sekarang pengen refreshing otak. Cape gua" Ucap Rangga


"Yaudah kalau baginda raja sudah bilang seperti itu mau gimana lagi ya ga chan?" Tanya aldo


"Yoi"


"Yauda bye" Rangga pun segera memutuskan panggilan tersebut.


Ia mencoba memejamkan matanya, entah kenapa hari ini ia merasa sangat lelah. Tubuhnya benar-benar utuh istirahat.


tok tok tok


"Den Rangga maaf, Bibi izin pulang ya, pekerjaan rumah udah beres semua. kalau mau makan udah bibi masakin ya ada di lemari dapur" Ucap Bi ijah dari luar kamar


"Iya bi, makasih" Rangga menjawab dengan mata yang masih terpejam