
Clara dan pak Roy pun sudah sampai ke tempat yang dituju. Tak butuh waktu lama, mereka langsung memasuki kelas IPA 1.
"Chandra anjing, sepatu gua jangan di lempar kesana kemari buset"
"Aldo upil lu jangan di tempelin di tas gua ya astaga"
"Chandra stopppp"
"Aldooooooooo"
Baru saja memasuki kelas, Clara sudah disuguhkan dengan teriakan teriakan dari kelas tersebut. Ia kira kelas IPA muridnya akan lebih pendiam, ternyata tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan.
Pak Roy yang melihat bagaimana riuhnya kelaspun langsung berteriak "BERHENTIIII"
seperti terkena mantra. Murid yang tadinya berisik , lari-lari dan tidur langsung duduk tegak di kursinya masing-masing.
Pak Roy langsung menggelengkan kepalanya dan menghela nafas dengan pelan.
"Oke, jadi gini bapak kesini ingin mengantarkan sekaligus mengenalkan murid baru di kelas ini"
"Silahkan perkenalkan diri kamu" Ujar pak Roy kepada Clara
Clara pun tersenyum, menatap murid kelas yang sekarang tertuju padanya.
"Halo semua, perkenalkan nama saya Alistian Clara. saya pindahan dari Jakarta, saya harap kalian bisa menerima saya dan kedepannya kita semua bisa jadi teman baik" Ucap clara
"Udah punya pacar belum?!" Pertanyaan dan teriakan terlontarkan dari murid rusuh yakni Chandra
"Lu ngapain nanya kaya gituan anjrot, malu maluin aja" Ucap Aldo , sahabat sekaligus teman sebangku Chandra.
"Ye kali aja kan neng Clara mau sama aa Chandra"
"Clara yang cantik bening begitu mana mau hidup berdampingan ama titisan abu gosok kaya lu mah" Timpal dandi sang ketua kelas
Seisi kelas pun tertawa mendengar ucapan Dandi
"emang anjir anjir" ucap Chandra misuh
"Sudah sudah , Chandra kamu diam aja. Jangan bikin Clara sawan sama kamu" Ucap pak roy
"Clara silahkan duduk di pojok belakang kiri ya gapapa? Kamu duduk sebelahan sama Wulan ya, Wulan tolong angkat tangan kamu"
Wulan pun mengangkat tangan agar memudahkan clara untuk menemukannya. Clara yang melihatpun langsung berjalan menuju kursinya.
"Halo gua Wulan"
"emmm, kenalin gua Clara"
"Oke baik. Karena bapak sudah memperkenalkan murid baru, jadi bapak harap kalian semua bisa berteman baik ya. Kasih tau hal hal mengenai sekolah ini, biar Clara tahu. Kalau gitu bapak tinggal dulu" Ucap pak Roy , setelah itu ia meninggalkan kelasnya.
"Ini kita ko ga belajar lan?, perasaan bel udah masuk kan ya daritadi ?" Tanya Clara
"Biasanya belajar, jadwal sekarang tu pelajaran sejarah. Cuman karena gurunya gamasuk, jadinya yaudah kita santai santai aja asalkan jangan berisik sama jangan keluar kelas" Jelas Wulan
"oooh okee"
"Ohiya lu gabawa bekel kan dari rumah?"
Clara pun menggelengkan kepalanya "yakali udah SMA masih bawa bekel, ngawur lu mah"
"haha ya kirain. kebetulan banget karena lu gabawa bekel, jadi nanti pas istirahat lu ikut gua aja ke kantin oke? Sekalian lu harus cobain risolis buatan ibu gua"
"ibu lu dagang disini?"
"engga, cuman nitipin aja"
"oh oke deh"
kring...kringg..
Bel istirahat sudah berbunyi, murid murid dari semua kelas langsung berhamburan meninggalkan kelasnya. Mereka mempunyai satu tempat tujuan yang sama, yaitu kantin.
"Udah bel , ayo ke kantin. Telat dikit pasti gabakal dapet kursi" Ajak Wulan
Clara pun langsung menganggukan kepala. Mereka berdua bergegas ke kantin. Selain takut tidak dapat kursi , mereka pun takut jika tidak kebagian risolis ibu Wulan.
Untungnya saat mereka berdua sampai di kantin, kantin belum terlalu ramai. Mereka langsung duduk di salah satu kursi di sana
"Clar, lu tunggu disini ya. gua mau ambil risolis buatan ibu gua dulu" Perintah Wulan
"emm oke deh, jangan lama ya"
"iya, siap"
..
"Rangga datang woi Rangga datang"
"Anjir Rangga cakep banget"
"Chandra ama Aldo juga cakep"
"iya cakep banget, cuman ketutupan sableng aja"
"Rangga cocok ya jadi jodoh gua"
"Rahim gua bergetar liat ketampanan Ranggaaa"
Clara yang mendengar kebisingan pun, langsung menengok ke arah seseorang yang menjadi alasan dibalik hebohnya siswi siswi.
Ia fokus kepada salah satu pria disana
"Ganteng bangett" Lirihnya
Saking fokusnya, ia sampai tidak sadar jika Wulan daritadi sudah duduk di depannya memperhatikan dengan aneh.
"Lu liatin Rangga sampe segitunya? Naksir Lo?" Tanya Wulan yang membuat Clara sedikit terkejut
"Ooh, jadi namanya Rangga?
Wulan pun menganggukkan kepala
"Rangga ganteng ya lan, udah cocok banget"
Wulan mengerutkan dahinya "cocok apaan?"
"Cocok jadi ayah dari anak-anak gua" Ucap Clara ceria
"fttt.. Jadi sekarang lu ini sebenernya janda hah?"
"ish ga gitu lann.. maksud gua tuh nanti dia nikah sama gua terus punya anak deh"
"baru ketemu sehari udah kepikiran nikah ,punya anak"
"heh, lagian pun ya gua pikir Rangga tuh gasuka cewek"
"maksudnya?"
"ya gay"
"heh sembarangan banget kalau ngomong, yakali ganteng ganteng begitu rupanya gay"
"nih gini ya Clara cantik , gua kasih tau. Di sekolah ini banyak banget yang naksir sama Rangga. Bahkan, cewek yang paling hits di sekolah ini pun suka sama Rangga. Tapi Rangga nya gamau. Padahal tu cewek udah cantik,ramah,pinter masa iya tetep gamau. kalau ga gay dia apalagi coba? Cewek begitu aja ga di taksir ama dia?" Jelas Wulan panjang lebar
"no. no. no. Wulan, bisa aja dia nolak karena emang dia gamau pacaran dulu atau emang bukan type nya." Ucap Clara
"Lah terus type dia kaya apa lagi hah?"
"Ya kaya Clara dong" Jawab Clara dengan percaya diri
"Ck yayaya terserah lu aja deh. Daripada kita ngegibahin si Rangga, mending ni lu cobain risolis buatan ibu gua dijamin bakal naksir deh lu"
Clara menganggukkan kepala. Ia langsung menyuapkan risolis ke mulutnya. Clara pun langsung membulatkan matanya "Wulannn, ini enak banget. Ko bisa ibu lu bikin risolis seenak ini!!!"
"iyakan, murid disini juga udah pada tau, ibu gua gapernah bikin banyak. jadi siapa cepat dia dapat"
"Kalau gitu gua pesen dari sekarang aja 10bungkus buat besok. oke?"
"Banyak bener tapi gapapa deh lumayan nambah saku haha"
"Mantapppp"
...
Di meja lainnya, ada ketiga siswa yang sedang memakan risolis buatan ibu Wulan juga. Siapa lagi kalau bukan Tiger boys
"Hebat kan gua bisa menyerobot manusia manusia itu demi risolis ini" Bangga Chandra
"Halah itu juga karena gua bantuin ya anjir" Ucap Aldo
"Udah ya gausa mulai keributan lu berdua, gua lagi pengen menikmati ni risolis nih" Sela Rangga yang membuat kedua temannya terdiam.
Aldo mengedarkan pandangannya, dan tidak sengaja melihat ke arah meja Wulan dan Clara.
"Ohiya itu anak baru di kelas kita kan?" Tanya Aldo
Chandra menjawab dengan anggukan.
Rangga mengerutkan dahinya "kelas 12? Ada murid pindahan?"
"heeh, ti Jakarta cenah mah" Jawab Chandra, Rangga pun menoleh ke arah Clara
"heh tapi ya, tadi pas gua nungguin si babi ini ngambil risolis.." Ucapnya sambil menunjuk Chandra
"gua perhatiin tu anak baru ngeliatin lu mulu rang"
"Bangsat bener, gausa babi juga ya" Ngegas chandra
Aldo menepuk keras bibir Chandra "Wei santai dong, kasar bener tu mulut"
"CK lu berdua bacot bener" Ucap Rangga.
"Suka kali ama si Rangga" Celetuk Chandra
Rangga melirik tak suka.
"Kalau lu nya gasuka ya gapapa, buat gua aja" Lanjut chandra