Make Me Your Girlfriend

Make Me Your Girlfriend
4



Clara sedang menatap handphone yang ia genggam sedari tadi


"Ko Rangga gabales chat gua ya?"Gumamnya


"Coba chat lagi ah"


"loh ko ceklis 1?"


"Lah gua di blok?"


"HUAAAAAAAAA"


tok tok tok


"clara kamu kenapa?" Tanya mamah dari luar kamar yang kaget mendengar teriakan Clara tadi.


Clara pun menutup mulutnya


"Bego banget pake segala teriak"Batinnya


"Aku gapapa ko mah, lagi seru aja nonton drakor"


"ish mamah kira ada apa, yaudah berhenti dulu nonton dramanya. Keluar, makan gih. Dari pulang sekolah kamu di kamar terus loh" Perintah mamah


"Iya mah"


Dengan perasaan sedikit sedih pun, Clara langsung mengganti pakaian dan segera menuju ke ruang makan. Yap, dari pulang sekolah Clara memang langsung rebahan di kasur tanpa ganti baju terlebih dahulu.


...


Clara menyuapkan nasi dan lauk yang dimasak oleh mamahnya dengan lahap.


"Gimana tadi hari pertama sekolah di tempat baru? Seru ga?" Tanya mamah


"bwiasya ajwa shi mwah"


"Telen dulu, baru jawab"


Clara pun terkekeh ia langsung menelan makanannya. "biasa aja ko mah, namanya juga hari pertama. ohiya temen sebangku aku rumahnya juga deket sini namanya wulan. Mamah dia pinter masak juga loh kaya mamah. Dia sering bawa risolis buat di jualin di kantin sekolah, enak banget."


"Ohiya? kayanya mamah harus nyoba deh" Ucap mamah


Clara menganggukan kepala dengan semangat "Harus coba. Harus banget. nanti deh aku pesenin besok ke Wulan"


Mamah Clara pun tersenyum


"Ohiya mah, tadi juga di kantin aku ketemu cowok ganteng bangettt. Pokoknya keren deh kaya oppa oppa korea" Jelas Clara


Mamah Clara memberikan tatapan menggoda "Idih anak mamah baru hari pertama udah nemu target aja, udah tau belum siapa namanya?"


"Udah ko mah, namanya Rangga. Aku ngechat dia tapi di blokir" Ucapnya sambil menunjukkan wajah lesu


"loh ko bisa?"


"kayanya karna risih deh aku chatnya banyak hehe"


"ya kamu tuh baru juga ketemu udah chat banyak banyak. Besok temuin dia aja, minta maaf. Kasian itu anak orang risih. Lagian mamah heran, punya anak barbar banget deketin cowo"


Clara yang mendengar ocehan mamahnya pun hanya bisa tertawa "Iya iya, besok aku minta maaf'


...


Hari sudah berganti. Hari ini adalah hari kedua Clara bersekolah di SMAN 1 MERKURIUS. Meski bisa dibilang anak baru, clara ini sudah memiliki banyak teman. Bahkan hampir semua murid menyimpan nomor clara, begitupun sebaliknya.


Clara sedang menuruni tangga sembari mengirim pesan ke wulan.



Clara tertawa melihat balasan temannya itu. Ia tidak membalasnya, ia malah menaruh handphone ke dalam sakunya. Clara membayangkan gimana misuhnya wulan.


"Anak papah pagi-pagi udah ketawa aja, ada apa si?" Tanya papah heran.


"hehe, engga ko pah. Ohiya wulan bareng kita ya pah? Kasian soalnya kalau naik angkot apalagi hari ini dia bawa banyak makanan"


Papah mengangguk "Boleh ko, satu jalur ini"


Clara baru sadar kalau papahnya sudah memakai pakaian rapih "Papah rapih banget pagi ini, kerja?"


"keburu emang kalau sekalian anter aku dulu ke sekolah? Kalau misal ga keburu gapapa nanti aku naik angkot sama wulan" Ucap clara khawatir


"Keburu ko sayang, toh kamu juga udah bilang ke wulan kan kalau bareng sama papah? masa iya gajadi"


"Hehe iya juga si pah"


"Udah udah, cepet sarapannya abisin. Nanti malah telat yang ada" Ucap mamah menengahi


Mereka pun langsung fokus menghabiskan sarapan pagi hari ini. Setelah selesai , clara kemudian pamit ke mamahnya.


"Mah aku berangkat sekolah dulu ya" Ucap clara sambil menyalami tangannya


"Iya, belajar yang bener ya. Jangan buat masalah"


"Siap mah"


"Kamu hati-hati ya mas bawa mobilnya, kabarin kalau udah sampe" Ucap mamah ke papah


"Iyaa"


Clara pun langsung menaiki mobil yang di kendarai oleh papahnya. Sebelum berangkat ke sekolah, mereka terlebih dahulu berhenti di depan rumah wulan.


Wulan sudah siap menunggu di depan pagar rumahnya. Setelah melihat mobil papah clara terparkir, ia langsung memasuki mobil tersebut.


Setelah menjemput wulan, papah clara pun melajukan mobilnya menuju ke sekolah.


Di tengah-tengah perjalanan notifikasi chat terdengar dari handphone clara. Saat di cek, ternyata notifikasi tersebut berasal dari chat yang dikirim wulan. Yap, wulan yang saat ini duduk di kursi belakang.



setelah mengirim pesan tersebut, clara langsung melirik ke arah wulan. Bisa dilihat wulan yang sedang melototkan matanya menghadap ke hp yang ia pegang. Sepertinya wulan terlalu kaget melihat pesan yang dikirim dari clara.


"ga habis pikir , baru kali ini nemuin cewe modelan clara" batin wulan


Tak butuh waktu lama, mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan gerbang sekolah.


"Nah udah sampai, belajar yang bener ya kalian berdua. Pokoknya clara dan wulan inget dengerin apa kata guru jangan buat ulah" Papah menasihati


"Siap pah"


"Siap om"


Clara dan wulan pun segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran.


"Gua nganterin ni makanan ke kantin dulu ya" Ucap wulan kepada Clara


"Ohoke, siniin deh tas lu biar gua taro ke kelas"


"Eh jangan berat entar"


"Udah gapapa, daripada ribet gitu lu bawanya, santuy aja"


Wulan pun menghela nafas, lagipun memang benar yang dijatakan clara. Sangat ribet membawa tas sekolah dengan beberapa box yang berisi risolis milik ibunya ini. Wulan langsung memberikan tasnya ke clara , clara pun menerimanya dengan senang hati.


"Yaudah gua ke kelas dulu, lu jangan lama-lama"


"Iyaa"


Mereka berdua pun akhirnya berpisah. Clara berjalan menuju ke kelasnya. Tapi sebelum masuk, ia melihat pemandangan indah di depan kelas sebelah. Ya siapa lagi? Kalau bukan rangga.


Yaps. Di kursi panjang depan kelas sebelah yakni kelas IPA 2 ada rangga yang sedang berbincang ria dengan teman sekelasnya Aldo dan Chandra.


Tanpa disadari, Rangga dan kawan-kawan mengetahui bahwa clara sedang memandangi mereka.


"Selamat pagi claraa" Ucap chandra


Clara pun tersenyum "Selamat pagi Ranggaaa"


"Lah begimana ceritanya, gua yang nyapa lu, kenapa lu malah nyapa ke si rangga?" chandra tidak terima


Clara tidak menjawab apapun ocehan chandra. Ia malah melanjutkan "semangat belajarnya ya Rangga, biar bisa jadi pacar yang baik nantinya buat clara. ohiya maaf semalem ngeganggu karna spam hehe babay" Setelah itu pun dengan santainya clara memasuki kelas seakan tidak terjadi apapun.


Rangga hanya berdecih mendengarnya. Sedangkan aldo dan chandra malah termangu karena terkejut tak percaya. Mereka terus berpikir seolah olah ini hanya mimpi.


"Anjing, gua bilang juga apa kan si clara tuh naksir berat sama lu rang" Ucap chandra yang diangguki oleh aldo