Make Me Your Girlfriend

Make Me Your Girlfriend
5



Clara sedang duduk di kursinya. mengayunkan kakinya dengan tangan yang menopang di dagu.


"Bosen banget deh, gurunya kemana si? Kan harusnya udah belajar" Tanyanya entah pada siapa


"Au, rapat kali" jawab wulan


Tak lama pun, dandi sang ketua kelas memberikan informasi


"Pak guntur lagi sakit, jadi gabisa ngajar di kelas. Tadi ngirim chat gua katanya kerjain tugas halaman 50-55 di kumpulkan hari ini juga" Infonya


Murid-murid pun bersorak gembira


"Akhirnyaaaaaaa terbebas dari si guntur"


"DO MABAR AYO DO"


"Kaca gua mana kaca gua"


Seketika ruangan kelas sangat berisik. Wulan yang moodnya sedang tidak baik entah karena apa akhirnya pun membuka suara


"DIEMMMMMMMMMMMMM"


mau tau gimana reaksi clara yang duduk di sebelahnya? terkejut 100%


"Kalau mau pada main yauda main, tapi gausa berisik. Mau lu pada nanti ada guru yang denger jadinya kita malah belajar hah?" Ucapnya dengan tegas


Ruangan kelas yang tadinya berisik mun mendadak sunyi, sangat sunyi.


"hftt, denger apa kata wulan. yang mau make up sok aja asal jangan berisik. Lu juga chan kalau emang mau main game yauda jangan teriak, itu si aldo kan duduk disamping lu. emang dia budeg banget sampe lu harus teriak? Gua terserah kalian mau pada ngapain yang penting tugasnya harus selesai abis itu serahin ke gua, karena pas pulang sekolah gua harus mampir kerumah pak guntur buat ngasih ni tugas kalian" Ucap dandi memperjelas


Tidak ada yang berani berucap sepatah katapun.


"Pada denger ga kalian tadi si dandi bilang apa? ko pada diem doang?" Tanya wulan dengan kesal


Akhirnya mereka pun menjawab serentak "denger"


"yauda lanjutin kegiatan kalian masing-masing yang penting jangan berisik" Perintah wulan


Dandi yang melihat wulan seperti itu pun tersenyum tipis. Ia berpikir setidaknya di dalam kelas ini harus ada yang waras selain dia.


pict Dandi sang ketua kelas



Akhrinya mereka pun kembali dengan kegiatannya masing-masing tanpa gaduh.


"Lu serem banget kalau marah" Ucap clara


"Entah mood gua lagi jelek banget padahal ga niat buat marah-marah"


"Yaudah gapapa, toh itu juga demi kebaikan kita semua kan? Mending sekarang kita kerjain tugasnya"


Clara dan Wulan pun fokus mengejarkan tugas yang diberikan oleh pak guntur. Mereka tidak terganggu dengan aktivitas di sekitarnya.


"wulan kalau marah serem juga ya anjing, baru liat gua" bisik chandra ke aldo


"*heem"


"gak lagi deh gua bikin dia marah. sayang nyawa gua mah*"


"Aldo, chandra gua denger ya" Ucap wulan yang membuat mereka berdua langsung membungkam mulut.


...........


Waktu sudah menunjukkan jam istirahat. Sudah banyak murid yang berlalu lalang menuju kantin atau perpustakan, tapi tidak sedikit juga yang menikmati jam istirahat di kelas.


Di dalam kelas clara sedang menyiapkan risolis yang ia pesan dari wulan


"Mau lu kasih sekarang?" Tanya wulan


Clara menganggukan kepalanya "Dia ada di kelas ga ya"


"Paling juga di kantin sama tu duo curut"


"Hah?"


"Iya, aldo sama chandra. Mereka berdua kan kaya curut"


Clara yang mendengar pun langsung tertawa "terus tambah rangga, jadi trio curut gitu?"


Wulan mengangguk


"Sembarangan aja cowok gua tuh" Ucap clara dengan bangga.


Wulan hanya merotasikan matanya


"yaudah ayok anter gua ngasih ni risolis ke rangga"


"Yaiyalah"


Tanpa persetujuan dari sang empu, clara langsung menarik wulan agar mengikuti dirinya bertemu dengan rangga


...


Sesampai nya di kantin, Wulan dan Clara berpisah. Clara mencari dimana Rangga berada, sedangkan wulan memesan minuman untuk clara dan untuknya.


Tepat di seberang, Rangga sedang duduk santai bersama temannya. Aldo dan chandra.


"Lu tau ga si rang, tadi pertama kalinya gua liat si wulan marah. Serem juga tu ratu risolis kalau lagi marah" Cerita chandra


"Marah? Marah kenapa?" Tanya Rangga


"Ini nih si chandra, teriak teriak gajelas di kelas kan si wulan jadi ngamuk karena keberisikan" Jelas aldo


Chandra yang mendengar pun langsung membela diri "Bukan gua doang ya anjir yang teriak, yang lain juga banyak yang teriak noh si jaka sama si angel juga berisik"


"Ya lu ngapain teriak?" Tanya lagi rangga


"Karena kesenengan pak guntur ga masuk, jadi gua dengan ecxited ngajak ni bocah mabar" Ucapnya sembari menunjuk Aldo


"kelas lu ga belajar dong tadi?"


"engga tapi dapet tugas"


"Enak banget masa di ....


Belum sempat Rangga menyelesaikan ucapannya, clara sudah terlebih dulu menyela


"Halo rangga" Ucapnya


Rangga hanya menaikkan sebelah alisnya tanpa minat.


Aldo yang sadarpun segera menyapa clara agar suasana tidak canggung


"eh halo clara, ada apa gerangan nih nyamperin kita?"


Clara hanya tersenyum. Ia kemudian menaruh ompreng bening yang berisi risolis di depan Rangga "Ini buat rangga, di makan ya"


Tanpa sepatah katapun, Rangga langsung pergi meninggalkan kantin. Bahkan ompreng yang clara beri pun tidak tersentuh sedikitpun olehnya.


"Ekhem, clar ini gua bawa ya risolisnya, mungkin si rangga lagi kebelet ke kamar mandi. Paling ni nanti dimakan di kelasnya" Ucap chandra


"ohh, iya juga ya. Yauda tolong bawain ya kasian rangga takut belum makan, kalau gitu gua ke wulan dulu ya. Babay chandra, bay juga aldo" Ucap clara, setelah itu pun ia meninggalkan tempat tersebut.


"Rangga gila ya anjir, bukannya bilang makasih atau apa" Ucap chandra


"kaya gatau aja temen lu tu begimana"


"Temen lu juga kalau perlu gua ingetin"


"Yaudah ayok kejar si Rangga, paling lagi di rooftop" Ucap chandra sembari menyuapkan sepotong risolis ke dalam mulutnya.


"yeee malah dimakan, itu buat si rangga anjir"


"yauda sih. bocahnya aja ga minat makan"


..........


Rangga sedang rebahan santai di bangku yang berada di rooftop sekolah. Ia memejamkan matanya , menghela nafas pelan. Tak butuh waktu lama, ia mendengar suara langkah kaki. Ia sudah tahu kalau teman-temannya pasti akan menyusul kesini.


"Woi rang, malah tidur disini"


"Ni risolis nya makan anjir. Mubazir kalau ga di makan, keburu abis ama si chandra yang ada" Ucap aldo


"Yaudahlah, abisin aja sama kalian" Ucap Rangga


"Lo kenapa dah? Puasa? Perasaan tadi pagi makan bubur ayam" Chandra terheran


"Kaga, males makan aja"


"Seenggaknya bilang makasih kek, tuh anak udah baik banget ngebeliin lu risolis ini"


"Beli?" Tanya Rangga


Chandra mengangguk "Rasanya mirip sama risolis ibunya si wulan, kayanya dia beli buat lu. kalau iya, buset duitnya banyak banget membelikan orang kaya makanan"


"Cih, gua ga nyuruh dia beli ngapain gua harus berterimakasih? Toh sok akrab banget padahal baru ketemu sekali" Ucap Rangga menohok


"Serem banget tu cungur, belom aja nanti lu yang ngejar-ngejar dia" Ucap aldo yang diangguki oleh chandra


Rangga pun hanya diam , menurutnya sangat malas jika harus meladeni kedua temannya itu. Ia pun memilih memejamkan matanya kembali