Make Me Your Girlfriend

Make Me Your Girlfriend
1



"selamat pagi semuanyaa" Teriak seorang remaja wanita yang baru saja keluar dari kamar. Ia pun segera berjalan menuruni beberapa anak tangga.


Alistian Clara, biasa di panggil Clara.



Clara ini anak tunggal, atau bisa dibilang anak satu-satunya dari sepasang suami istri yang baru saja pindah dari Jakarta ke Bogor. Panggil saja mamah Ami dan papah Juan.


Usia Clara saat ini menginjak 17 tahun. Mereka baru saja pindah dua hari yang lalu, di karenakan sudah bosan katanya tinggal di Jakarta.


"Masih pagi jangan teriak dong sayang" Ucap mama


"Hehe, maaf mah soalnya aku ga sabar banget. Ini kan hari pertama aku masuk di sekolah baru"


"Ohiya, hari ini aku di anter sama mamah papah kan?" Tanya clara


"Iya dong, mamah kamu juga ikut. Mama kamu tuh dari semalem bilang ke papah minta ikut ke sekolah. Katanya takut kamu nyasar" Jawab papah


"hehe ya maklum. Clara kan anak kita satu-satunya pah jadi wajar kalau aku khawatir, betulkan clar?"


"Iyaps betulll"


"Yaudah sekarang kamu sarapan aja yang banyak oke. Baru jam segini ko, gabakal telat. Mamah mau siap-siap dulu" Perintah Mamah


"oke mah"


Mamah Ami pun segera meninggalkan ruang makan dengan segera.


"papah yakin nih, mamah kamu pasti kalau dandan lebih dari 30menit. Heran papah, padahal kan cuman anter kamu ke sekolah bukan mau ketemu presiden" Ucap papah kepada Clara


"Hush, papah jangan bilang gitu. Nanti kalau mamah denger ihh ntar papah disuruh tidur diluar loh"


Papah pun hanya menggedikkan bahunya


"MAH, DASI SEKOLAH AKU MANA??"


"di laci bawah komputer"


"KAOS KAKI SAMA SEPATU AKU DIMANA?"


"ada di depan rumah tadi mamah keluarin"


"MAH...."


"BISA STOP GA SIH RANGGA ADITYA. MAMAH PUSING"


Beginilah suasana di keluarga yang berbeda. Setiap pagi selalu terdengar teriakan dari sang anak pertama


•Rangga Aditya•



Rangga Aditya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ia mempunyai seorang adik perempuan yang masih berumur 7tahun, sedangkan Rangga sendiri sudah menginjak 17tahun.


Rangga saat ini menginjak kelas 3 di SMAN 1 MERKURIUS. Dirumah dia memang anak yang sangat manja meskipun anak pertama, tapi di sekolah hfttt jarang sekali berbaur dengan banyak orang apalagi seorang wanita. Bahkan menurut Rangga , selama ini tidak ada wanita yang membuatnya tertarik. Mungkin belum? atau mungkin memang tidak ada?


"hehe maaf mah, soalnya kan aku gatau dimana dasi sama sepatu aku"


"Makanya nanti nanti kamu aja yang nata barang kamu sendiri. Kamu ini udah gede, masa harus mama terus sih? Gimana mau punya istri kalau gini"


Rangga pun mulai memeluk mamahnya


"Gausa nikah aja kali ya aku?"


Mamah Rangga yang mendengar pun langsung memukul pelan kepala anak sulungnya itu "Kalau ngomong jangan sembarangan heh, gini gini mama pengen punya cucu ya dari kamu. Udah deh masih pagi jangan manja. Cepet rapih-rapih abis itu turun buat sarapan"


Setelah itu, Rangga pun langsung menuruti apa yang di perintahkan oleh orangtuanya itu.


"Nih risolisnya, kaya biasa ya kamu titipin ke kantin. Ibu cuman bikin 50bungkus aja"


"Iya Bu, siap"


•Wulan permatasari•



Wulan, anak dari keluarga sederhana.


Ibu nya selalu membuat risolis untuk di titipkan di kantin. Semisilpun begitu, Wulan tidak pernah merasa malu.


Murid yang lain pun tahu dan tidak ada yang mempermasalahkan itu. Malah, mereka selalu menyuruh dan memohon agar ibu Wulan membuat makanan yang banyak, karena bagi mereka masakan ibu Wulan adalah masakan terbaik


.......


"Bolos yu do"


"Apa si anjir , yang bener ni gua serius"


"Dalam hati gua pun menyuruh gua untuk bolos, tapi masalahnya sekarang ada pelajaran Bu darmi. Lu mau besok pas datang ke sekolah ketemu dia langsung di Iket lehernya hah???"


"Lah ngapain di iket"


"Buat dijadiin bendera upacara. Ya tau ah"


"Yeuu ayo bolos doooooo"


"..."


"ALDOOOOO"


"APA SI ANJING BERISIK"


Percapakan kedua sahabat yang emang gaada habisnya.


•Aldo pratama•



•Lee chandra•



Mereka berdua ini udah lama sahabatan. Bahkan kayanya dari jaman zigot deh. Murid murid di sekolah udah ga aneh kalau ngeliat mereka. Semua orang udah tau kalau tingkah mereka itu udah melebihi batas wajar manusia.


Ohiya mereka itu sahabat Rangga. Di sekolah, mereka bertiga itu udah kaya perangko. Dimana ada Rangga disitu ada Aldo dan Chandra.


Di sekolah, mereka punya julukan yang dikasih oleh para murid yaitu "Tiger boys"


Ets.. Ga sembarangan buat ngasih nama julukan itu. Ada alasan dibalik nama tersebut. Katanya dulu itu pernah ada seorang siswi yang nemuin kolor gambar macan punya Aldo. dari situ semua orang langsung bikin nama julukan buat mereka.


.......


07.00


Clara dan kedua orang tuanya pun sudah sampai di gerbang sekolah SMAN 1 MERKURIUS


"Kamu mau mamah temenin ga ke ruangan kepala sekolah?" Tanya sang mamah


"Gausah mah, gapapa aku bisa sendiri ko"


"Yaudah kalau gitu kamu hati-hati ya, belajar yang bener. Kalau udah pulang langsung kabarin ya, biar papah jemput"


"Siap mah, pah. kalau gitu aku sekolah dulu ya babayy"


Clara pun segera turun dari mobil dan berjalan menuju ruang kepala sekolah.


"Permisi"


"Ya masuk"


Setelah dapat izin, Clara langsung memasuki ruangan tersebut


"Maaf Bu, saya Clara murid pindahan dari Jakarta"


"Ohiya silahkan duduk dulu nak"


"nah nak Clara, perkenalkan saya Bu Jasmin, kepala sekolah di SMA negeri 1 Merkurius. Dan disebelah saya ini adalah pak Roy, wali murid IPA kelas 12-1 yaitu kelas yang akan kamu tempati"


Clara pun menjawab dengan anggukan kepala yang pelan


"Jadi Clara sudah tau apa ketentuan maupun peraturan yang dibuat sekolah? seperti apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan jadwal seragam harian disini?" Tanya Bu Jasmin


"Sudah ko bu"


"Kalau gitu mulai sekarang kamu sudah bisa mengikuti pelajaran sekolah dengan normal ya, untuk pak Roy saya minta tolong bapak untuk antarkan Clara ke kelas ya"


"Baik bu dengan senang hati, lagi pun clara sudah jadi murid saya. Ayo nak clara bapak antar ke kelas"


Kemudian clara pamit kepada kepala sekolah dan langsung mengikuti pak Roy untuk menuju ke kelas


Di perjalanan, pak Roy tidak henti-hentinya untuk memberi tahu soal lingkungan sekolah. Sesekali pak Roy menunjukkan letak ruangan ruangan yang memang harus di ketahui oleh murid.


"Pak, disini muridnya baik-baik kan ya?" Tanya Clara tiba-tiba


Pak Roy yang mendengar pertanyaan itupun sedikit tertawa "Baik dong, disini Alhamdulillah gapernah ada kasus bully. Berantem juga paling berantem masalah rebutan gorengan. Jadi kamu gaperlu gugup atau takut. Kalau ada apa-apa lapor aja sama bapak"


Clara pun tersenyum memberikan gestur hormat "Siap pak!"