Mafia In The Dark

Mafia In The Dark
Tak dapat menolak



Setelah kejadian dimana Melisa dan Leo yang tidur bersama mendadak, Melisa seperti selalu menghindar saat bertemu maupun berpapasan dengan Leo.


Tak terasa sudah hampir satu minggu kejadian itu berlalu namun nampaknya, Melisa masih merasa canggung saat bertemu langsung dengan Leo.


Pagi ini Melisa dikagetkan saat Frans asisten dari Leon mengatakan bahwa Leo ingin berbicara berdua dengan nya.


"Mel, kamu di panggil tuh sama si muka tembok, sana gih sebelum dia ngamuk"Frans sedikit bercanda.


"Mm, ada kepeluan apa ya?"mendadak melisa takut menemui Leo dapat di lihat dari dia yang mencengkeram erat ujung bajunya.


"Ngak tau kamu temuain aja"balas Frans dan di anguki oleh Melisa.


Tok tok tok


Dengan sopan Melisa mengetuk ruangan kerja Leo dan tetap setia berdiri sebelum di persilakan untuk masuk.


"Hmm"dehem'man dari dalam sana meyakinkan bahwa Melisa di izinkan untuk masuk.


"Tuan ada urusan apa dengan saya sehingga ingin berbicara berdua secara langsung dengan saya?"cecar Melisa bertubi tubi.


"Duduk"lagi lagi dengan digin Leo mempersilahkan Melisa duduk di kursi di hadapan nya.


"Saya ingin kamu menikah dengan saya"jelasnya dengan wajah datarnya dan dengan tangan yang bersikap dada tak memperdulikan wajah terkejut dari Melisa.


"Ha, menikah"beo nya.


"Ya, dan pernikahan kita akan di adakan seminggu lagi"datarnya lagi.


"Tapi saya tidak mau menikah muda, saya masih kuliah"Dengan sekuat tenaga Melisa mengumpulkan keberanian nya.


"Braakk"


"Aku tidak meminta pendapatmu nona, diam lah dan turuti perintahku"dengan aura dingin nya menatap nyalang ke arah Melisa.


"Ta_api aku belum siap menikah"gugup Melisa.


"Aku tak meneriama penolakan, aku tidak suka itu"Leo sedikit mencengkeram bahu Melisa dengan kuat yang sedikit membuat Melisa meringis kesakitan.


"Tapi anda tidak boleh seenaknya dong"lagi lagi Melisa mencoba melawan walupun sudah berkeringat dingin melihat tatapan mematikan dari lelaki di depan nya itu.


"Menikah dengan saya atau nyawa kedua orangtuamu dan juga adik mu ada di tangan saya"tegasnya yang membuat Melisa tak bisa berkata kata karna sudah menyangkut nyawa kedua orangtuanya dan juga adiknya.


"Anda sangat jahat"lirih Melisa.


"Jahat? ya aku memang jahat"Devil nya.


"Pikirkan itu"Leo bergegas pergi tanpa menghiraukan Melisa yang kini telah menangis sesegukan.


"Hiks, hiks aku tidak mau tingal dengan pria kejam itu, dia selalu memaksakan ke hendak nya hiks, ibu bapak aku mau pulang. Ngak kuat tingal disini sakit hiks batin ku tersiksa"isak nya memilukan siapa pun yang mendengar itu pasti akan merasa iba namun, tidak untuk seorang Leonardo si penguasa dunia kegelapan dia yang masih bisa mendengar suara isakan Melisa dari luar memilih acuh dan seolah olah dia tidak mendengar nya.


"Cih, dasar lemah"Leo sedikit berdecih sebelum benar benar pergi meninggalkan Melisa.


"Frans!!"teriak nya memangil asistennya itu.


"Iya tuan"Frans langsung datang tergopoh gopoh menemui tuannya itu.


"Persiapan semua proses pernikahan ku aku dan Gadis itu akan menikah dalam waktu dekat ini cepat cetak undangan dan sebarkan"perintahnya dan langsung pergi dengan angkuhnya.


"Hais, dalam waktu dekat ini harus segera selesai huh sangat melelahkan"keluh Frans namun dia pun yang terbilang cukup dekat dengan Leo tidak mampu untuk melawan kehendak sang penguasa kegelapan itu.