Mafia In The Dark

Mafia In The Dark
Mulai terbiasa



Tak terasa sudah hampir satu minggu Melisa tingal di mension mewah ini, dia yang kesehariannya pergi kuliah dan kerja paruh waktu merasa bosan tingal di mension ini karna tidak memiliki kegiatan, dia yang masih takut kepada Leo tidak berani meminta berkuliah kembali.


Seperti saat ini, melisa sedang menyibukkan diri di taman belakang mension menanami beberapa tumbuhan bunga guna mengusir kejenuhan nya.


Tanpa disadari ada seseoraang yang sejak tadi mengamati kegiatan nya hingga akhirnya dia memanggil Melisa yang sedang sibuk berkutat dengan tanaman tanaman bunganya.


"Hey kau kemarilah"seru wanita paruhbaya itu.


"Iya, nyonya"jawap Melisa sedikit takut karna dia tidak mengenali orang di depannya itu.


"Hey, kau kenapa takut?" tanya nya namun Melisa malah tetap diam membisu.


"Kamu siapa?"tanya nya lagi.


"Melisa nyonya,"jawap Melisa dengan ragu mendekati wanita paruh baya itu.


"Jangan takut, panggil aku tente"ucap nya hangat.


"Kamu kenapa ada disini?"tanyanya dan tanpa ragu Melisa pun langsung menceritakan semuanya.


"Astaga, anak itu memang seperti itu, menyebalkan, maafkan anak tante ya"ucap nya yang membuat kedua mata karina membola terkejut? pastinya dia jadi menyesal karna menceritakan Leo kepada ibunya sendiri.


"Anak?"beo nya.


"Iya"jawap nya terkekeh gemas mekihat kelakuan Melisa.


"OMG aduh, dia ngadu ngak ya sama tuan, kalo aku memberitahukan kekakuannya"desis Melisa dalam hati.


"Kamu gak usah ragu, tante ngak akan cerita ini ke Leo kok"ucap nya yang seakan akan tau isi pikiran Melisa.


"Menurutmu Leo itu bagaimana?"tanya nya.


"Hehe, menyebalkan sih tan"ungkap Melisa jujur yang membuat Sandra ibu dari Leonardo itu tersenyum. Dia sangat suka melihat kepribadian Melisa yang blakblakan.


"Kamu udah berapa lama disini?"tanya Sandra ingin tahu.


"Hmm, sudah hampir satu minggu tan"


"Lama juga ya kamu ngak rindu sama keluarga mu?"


"Rindu, tapi ngak berani minta izin"cicit Melisa pelan.


"Kalian sedang apa ma?"tanya Leo yang tiba tiba saja datang dan ikut bergabung dan jangan lupakan dengan wajah dingin nya.


"Itu urusan perempuan kau tidak perlu tau bukan"jawap Sandra sedangkan Melisa susah keringat dingin melihat tatapan tajam Leo kepadanya.


"Yak, kau menakutinya dude"tandas Sandra sedikit memukul pelan pundak Leo.


"Kau tak mau kenalan dengan Melisa Frans?"tanya Sandra kepada asisten kepercayaan anaknya itu.


"Hy kenalin Frans"ucapnya mengukurkan tangan dan di sambut pula oleh Melisa.


"Sudah, jangan terlalu lama bukan muhrim,"ucap Leo melepaskan paksa tangan Frans dan Melisa yang sedang berjabat tangan.


"Yak, aku tak akan mengambilnya bro, tapi kalo kamu tak mau boleh lah"goda nya.


"Kamu ingin kepala mu pecah karna pistol kesayangan ku ini ha?"


"Santai aku cuman bercanda"Frans ngeri sendiri melihat Ekspresi dingin yang di tunjukan oleh Leo.


"Yak, kondisikan ekpresimu dude kau menakutinya"kesal Sadra kepada anak bungsunya itu.


"Oma.."teriak bocah laki laki dengan tubuh gembulnya berlari menuju mereka.


"Hey, key, jangan lari lari"teriak seorang wanita yang mengejar anak bertubuh gembul itu yang diyakini adalah ibu dari anak itu.


"Jangan lari lari son"peringkat Leo pada keponakan nya itu.


"Kau membuat ibu capek Key"ucap Naira yang merupakan kakak dari Leo.


"Mama cemen"ucap nya dengan songongnya.


"Oma, gendong"ucapnya merentangkan tangan.


"Oma tidak sangup sayang, nanti penyakit encok Oma kambuh"tolak Sadra.


"Hmm, Aunti siapa?"tanya nya polos kepada Melisa.


"Nama tante Melisa"ucap Melisa ikut mensejajarkan diri dengan anak bertubuh gembul itu.


"Hy aku Naira kakak dari peria berwajah tembok ini"ucap Naira ikut memperkenalkan diri dan menyebut Leo dengan sebutan si muka tembok karna wajahnya yang selalu datar.


"Ha, tente mirip juliet"ucap nya polos.


"Juliet siapa?"tanya Sandra pada cucu pertama nya itu.


"Juliet yang cantik itu oma yang ada di film film"ungkap nya.


"Aunty mau ngak jadi pacar Key?" tanya nya dengan polos yang membuat Melisa gemas sendiri melihat tingkah bocah itu.


"Tidak boleh"ungkap Leo dengan datar.


"Kenapa?"


"Pokoknya tidak boleh ndut,"tegas Leo lagi yang berhasil membuat bocah gempul itu mencebik.


"Hiss, Key tidak gendut"sebalnya karna di katai gendut oleh Leo.


"Kau membuat anakku sedih dude"sebal Naira namun hanya di balas acuh oleh Leonardo si muka tembok.