
Luna termenung menatap warna langit yang berbeda dengan langit di bumi tempat tinggal sebelumnya, langit sore yang biasanya berwarna biru jingga, di sini berwarna merah muda, ungu, biru, jingga, bagai Aurora yang bergerak gerak,
Dari jendela balkon ini Luna dapat melihat aktifitas tetangga yang unik, tentu saja! Aktifitas yang di lakukan orang orang di dunia ini selalu melibatkan sihir
"Apa ada yang mengganggu mu?" Tanya Louis, datang tiba tiba di sisi Luna
"Oh, kau mengejutkan ku!" Kesal Luna
Louis terkekeh "Apa kau merasa nyaman?" Tanya nya lagi
"Hemm, aku sedikit bosan, termenung seharian di sini tanpa teman...sedikit buruk" ujar Luna kembali menatap langit
"Academi akan di buka sekitar dua atau tiga hari lagi, apa kau ingin tinggal di istana saja?" Tanya Louis lagi, bukan Louis tidak suka Luna berada di rumah nya, dia hanya ingin mengutamakan kenyamanan Luna
"Mungkin itu akan lebih baik" ujar Luna
...•••...
-Istana Ephraim-
"Aku akan tinggal di sini? Sendirian? Oh sepertinya ini akan lebih buruk" keluh Luna, ia menatap bangunan kokoh nan megah di hadapannya, melangkah masuk dengan cepat
"Mohon tunjukan identitas anda Miss" Ujar salah satu penjaga gerbang Istana
"Ha?" Beo Luna
("Apa yang harus aku tunjukan?") Ucapnya dalam hati
"Selamat siang Mr. Taco, mohon beri jalan kepada Tuan Putri Luna de Maurielle" Ujar Louis yang lagi lagi muncul mendadak di sisi Luna
"Salam hormat kepada Putri, selamat datang kembali Yang Mulya, maafkan kelancangan Saya" ujar penjaga itu membungkuk hormat pada Luna
"Eh, tidak perlu seperti itu, terimakasih sambutannya" Ujar Luna canggung
"Masuklah"
"TUAN PUTRI LUNA DE MAURIELLE MEMASUKI ISTANA!" Sebuah suara menggema di seluruh penjuru Istana, dan seketika para pelayan, penjaga istana, koki Istana, berbaris rapih di aula singgah sana
Dua penjaga yang berdiri di pintu besar membungkuk singkat ke arah Luna dan Louis, lalu membuka pintu aula, Luna ternganga sejenak benar benar seperti di film Disney yang Luna tonton,
Istana yang di dominasi dengan warna putih, Aula penuh dengan furnitur mutiara dan kristal, karpet merah dengan ukiran emas, singgah sana megah berwarna putih berkilau, di kelilingi kristal bening mengkilap, di apit oleh dua angsa putih cantik di kiri dan kanan nya,
Lampu gantung yang begitu mewah, lantai putih berkilau, bahkan bisa memantulkan wajah Luna, bunga bunga mawar putih, Lily putih, dan bunga bunga lainnya bermekaran dengan indah memenuhi Vas bunga yang amat cantik,
Di tuntun oleh dua dayang Luna menaiki singgah sana nya, masih dengan wajah tidak percaya dia duduk dengan tangan gemetar di singgah sana
Tangannya terulur mengelus kristal di dekat kursinya, dan seketika kristal itu bercahaya kuning keemasan, begitupula dengan seluruh kristal dan mutiara yang ada di ruangan itu, semuanya bersinar dengan warna yang beragam, bahkan mahkota yang ada di kepala dua patung angsa raksasa itu pun bersinar indah
"Waaaw" kagum Luna tanpa sadar
Beberapa orang muncul tiba tiba dengan posisi berlutut dengan gagah di bawah singgah sana Luna, di belakang para orang yang berlutut itu berdiri juga orang orang yang sedikit lebih dewasa, di belakangnya lagi berdiri pelayan pelayan, penjaga istana, koki, dan ketua Devisi.
"SALAM KEPADA CALON RATU BARU KERAJAAN EPHRAIM, SEMOGA RATU DI BERKAHI" Ujar mereka serempak
Luna terdiam, tidak tau harus bagaimana, bagaimana sikap seorang Ratu seharusnya?
"E...Ya,, terimakasih, berdirilah kalian" ujar Luna asal menyebut, dia tidak tau siapa mereka, apa jabatannya, harus memanggil apa?!
Para pemuda dan dua orang gadis yang berlutut berdiri dan tersenyum ramah, seorang pemuda yang berdiri di paling depan maju selangkah dan memperkenalkan dirinya
"Salam Putri, Izinkan saya memperkenalkan diri, Kami kesatria Istana generasi 17, Saya mewakili para kesatria lain yang tidak bisa hadir, memberi hormat kepada Tuan Putri" ujar pemuda itu
Di atas kepalanya timbul tulisan yang bercahaya bertuliskan "Drag"
Pemuda itu adalah jendral kesatria, ada 17 kelompok kesatria masing-masing kelompok di tugaskan di daerah yang berbeda
Satu persatu dari mereka memperkenalkan diri, di sisi Drag ada Thor Eiger, Bison Gland, Frisca Lestrange, Frasisca Lestrange, Davine Roger, Dave Matheo.
"Salam hormat kepada Ratu Ephraim, Kami ketua devisi pengelolaan" sama seperti sebelumnya di atas kepala laki laki paruh baya itu terdapat tulisan "Frans" nama orang yang tidak memiliki marga itu lah jenderalnya atau ketuanya
Masing masing nama muncul hingga Luna tidak bisa mengenali mereka, "Baik, terimakasihnya atas sambutannya, saya baru menginjakan kaki di kerajaan ini beberapa hari yang lalu, maka saya mohon bantuan dan bimbingan nya kepada kalian semua" ujar Luna
"LAKSANAKAN YANG MULYA PUTRI"
...•••...
Siang hari ini di manfaatkan oleh Luna untuk membaca buku buku sihir, sejarah, dan pelajaran lain berharap dirinya tidak terlalu terlihat bodoh di depan banyak orang.
"Mohon maaf Putri, ada yang ingin bertemu anda" ujar pelayan wanita di balik pintu kamar Luna
"Siapa?" Gumam Luna, lalu membuka pintu kamarnya dan menuju Aula
"Hai" sapa Zion duduk di kursi yang terletak di depan singgah sana
"Oh hai Zion!" Sapa Luna balik
"Aku pikir kau merasa sedikit bosan di sini, maka aku ingin mengajakmu melihat lihat dunia luar, apa kau bersedia?" Tanya Zion
"Sangat bersedia!" Ujar Luna antusias, btw kepala Luna sudah berhiaskan Mahkota kristal yang indah, sebelum ini memang di adakan upacara pengangkatan Luna menjadi Ratu, tapi karena usianya yang belum matang dan tugas yang di emban juga terlalu berat, jadi Luna di angkat menjadi Putri mahkota sampai dirinya siap.
"Baiklah Tuan Putri, silahkan" Ujar Zion di buat buat
Luna berjalan beriringan dengan Zion keluar Istana, beberapa pengawal sempat ingin ikut mengkawal tapi di tolak Luna
"Ini tempat bermain kami saat kami masih kecil dulu" ujar Zion, di hadapan Luna terdapat sebuah rumah pohon dan ayunan, di sekeliling mereka pun terdapat banyak bunga dan pepohonan, suasana yang sejuk dan nyaman
"Siapa saja 'Kami' itu?" Tanya Luna penasaran
"It-"
"OY ZION!" Terdengar suara melengking khas perempuan, Luna melihat sekeliling nya tapi tidak menemukan si empunya suara
"AKU DI ATAS KALIAN!" Ujar suara itu lagi
Luna mendongak dan benar saja, seorang gadis cantik dengan rambut sebahu bergelombang, dan berponi tipis sedang duduk dengan santai di atas dahan pohon
"Dasar monyet!" Seru Zion
Gadis itu melompat ke bawah tanpa beban padahal dahan tadi cukup tinggi,
"Dasar kecoa" ledek gadis itu balik
"Ow... Kau...oh astaga Yang Mulya Putri Maurielle! Brianna Treeds memberi hormat kepada Putri" Ujar gadis Treeds tersebut
Luna tersenyum ramah, dan balik membungkuk, "Salam kembali" ujar Luna, yaaa Luna sudah mempelajari tata Krama Bangsawan secara otodidak semalaman
"Tidak perlu seformal itu, kau teman Zion kan? Itu berarti kau teman ku juga, apakah kau mau berteman dengan ku?" Tanya Luna
"Tentu saja! Siapa yang menolak pertemanan dari seorang Putri legendaris yang sangat di nantikan warga Ephraim!" Ujar Brianna Antusias
"Panggil aku Anna saja!" Ujar Briana tersenyum manis, baru Luna sadari Brianna memiliki lesung pipi yang indah
"Panggil aku Luna saja kalau begitu"
"Betapa kejamnya kalian berkumpul tanpa diriku!"
****
-Thanks For Reading-
^^^To be continued~~^^^