Luna Maurielle

Luna Maurielle
2. Tour Sekolah



Hari yang di nanti nanti seluruh siswa pun tiba, kini para murid sedang berbaris menunggu gilirannya memasuki bus.


Luna mendapat tempat di paling belakang di pojok kanan, berdampingan dengan tas tas dan kotak kardus.


"Baiklah anak anak! biar Ibu absen dulu ya!" ujar seorang guru wanita


"Arby!" mulai nya


"Hadir Mam" sahut gadis berkulit sawo matang dengan rambut pendek di bawah telinga


"Ayla, Azarel, Barla, Bunga, Cakra..." proses absen terus di lakukan, memastikan tidak ada murid yang tertinggal, bahkan absen itu di sebutkan sebanyak tiga kali.


perjalanan menuju museum itu terbilang jauh, memakan waktu sekitar 4-5 jam, sehingga Luna pun tertidur di kursinya.


*Museum


Disinilah mereka berada, setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun tiba di museum kuno tertua di kota ini.


Luna pun sudah sibuk memotret, ataupun mencatat banyak peninggalan peninggalan sejarah,


"Hai"


Luna membalikan tubuhnya, ternyata Louis. "Iya" jawab Luna sekenanya


"kali pertama mu mengunjungi museum?" tanya Louis


"hm, iya" jawab Luna


"aku sudah lumayan sering mengunjungi tempat ini, aku bisa menemanimu berkeliling, di sebelah sana ada sebuah patung yang luar biasa!" Ujar Louis menunjuk sebuah ruangan


"terimakasih, aku akan ke sana bersama teman teman yang lain nanti" ujar Luna tersenyum tipis


"huft... ya, baiklah tidak apa aku sendirian lagi, Haah! betapa sulitnya mencari teman di kota ini" keluh Louis sengaja menghela nafas dalam dalam


Luna menatap kasihan kearah Louis, bukankah dia dan Louis sama? tidak memiliki teman, mungkin tidak apa menerima tawaran Louis berjalan jalan di sekitar, hanya sebagai bentuk simpati,


"baiklah, ayo ku temani berkeliling" ujar Luna pada akhirnya


"benarkah?, waahhh aku sangat gembira!!" girang Louis,


"apakah seumur hidupnya dia tidak pernah di temani berkeliling? senang sekali" Ujar Luna dalam hati


ohoho! tidak tau saja Luna kalau Louis bukan senang karena di temani, tapi karena sebentar lagi misi nya selesai.


Luna mengikuti Louis menuju ruangan yang katanya terdapat patung luar biasa, Louis tidak berbohong, patung di hadapan Luna ini memang sangat menakjubkan,


ruangan ini hanya berukuran tidak lebih besar dari kamar Luna, terdapat sebuah bola yang sangat besar memenuhi ruangan di tengah tengah, di atas permukaan bola tersebut terdapat banyak ukiran ukiran gambar yang menakjubkan


di sekeliling bola tersebut terdapat patung patung manusia kurcaci membawa nampan berisi bunga,


detail patungnya rumit tetapi keren! seperti lukisan abstrak di atas sebuah bola besar, Luna menyentuh ukiran naga di bola besar tersebut


ada juga teratai di dalamnya, dan air terjun, dan ikan, burung yang indah....


sebentar!


tunggu, apakah memang di balik bola besar ini terdapat ruangan lain?


"Louis, apakah ruangan ini memang menembus ke luar museum?" tanya Luna tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan di depan


tidak! Lha bahkan sangat yakin jika beberapa menit yang lalu itu hanya sebuah ukiran! memang terlihat realistis, tapi Luna sangat amat yakin itu ukiran!


tidak mendapat jawaban Dari Louis, Luna pun membalikan tubuhnya, dan...dimana Louis?


sebentar! rasanya Luna akan gila tak lama lagi!, dimana bola nya? dimana ruangan nya? kenapa Luna berada di tengah tengah taman seperti ini? apakah Luna tidur berjalan?


"LOUIS! TOLONG JANGAN BERCANDA!" Teriak Luna, tapi hening hanya suara gemercik air terjun dan sahutan burung


"ku mohon! ada di mana aku sekarang?!" gumam Luna panik,


oh ayolah! siapa yang tidak panik tiba tiba berada di taman yang...memang indah tapi! di mana ini!


mungkin jika Luna merasakan tubuhnya di tarik menuju alam lain, atau merasakan dirinya jatuh ke lubang besar, atau dia terbunuh, atau semacamnya, Luna akan tau penyebab dirinya berada di sini, tapi tadi... bukankah itu transisi yang sangat lembut?


Luna berjalan mencoba mencari guru dan teman teman sekolahnya, mungkin museum ini memiliki teknologi canggih yang bisa mengubah museum menjadi taman


"LOUIS!!!" Teriak Luna saat melihat siluet Louis di hadapannya


tapi Louis tidak sendiriam, ada dua orang pria dewasa bersamanya, mereka terlihat berbincang dengan serius


tapi Luna sudah lega sekarang, berarti benar museum ini benar benar luar biasa canggih, bisa berubah menjadi taman dalam hitungan detik, wow!


Luna tersenyum lega berjalan kearah Louis, "Aku fikir aku tersesat di alam lain" kekeh Luna


"apa kau berfikir seperti itu?" tanya Louis


"iya, aku fikir aku menyentuh sesuatu dan masuk kedalam portal lain,hahaha mungkin aku terlalu banyak membaca buku Narnia" ujar Luna


"The Lion, The witch, and the wardrobe?" tanya Louis


"iya, aku bahkan sudah membaca keseluruhan episode nya" ujar Luna bangga, mereka berjalan menuju sebuah saung bambu, seperti gazebo.


"dan apa kau percaya jika itu nyata?" tanya Louis


"Hahahaha, kau bercanda? itu hanya sebuah novel, dan film" sahut Luna


"di mana teman teman kita?" tanya Luna


"di dunia nya" jawab Louis


"ck! berhentilah bercanda! aku serius! jangan terlalu lama berpisah dari mereka nanti semua khawatir" ujar Luna menatap sekeliling dengan kedua kaki yang berayun menjuntai ke bawah gazebo


"aku tidak bercanda"


"lalu maksud mu aku tidak berada di dunia? aku sudah di syurga?, hmm, memang seperti syurga sangat indah kan?" ujar Luna masihmenganggap Louis hanya bermain main


" ini dunia mu yang sebenarnya Luna de Maurielle, ini dunia mu, tempat kelahiranmu, aku tidak bercanda kali ini, tapi kita memang berada di dimensi lain" jelas Louis mengubah raut wajah Luna


"apa maksud mu?"


***


......Thanks for reading!......


^^^^^^To Be Continued...^^^^^^