Luna Maurielle

Luna Maurielle
1. Luna Maurielle



Di sebuah kamar sederhana, terbaring seorang gadis cantik nan manis di atas tempat tidurnya, kamar dengan nuansa abu abu itu tidak terlalu luas, meski begitu tetap nyaman untuk ditinggali.


tak lama, jam weaker berdering sangat kencang, membangunkan gadis tersebut, gadis itu bernama Luna Maurielle, atau lebih di kenal sebagai Luna.


Luna adalah anak yatim piatu, ia tinggal sendiri di kos kos-an, Luna juga merupakan anak SMA, yang menghidupi dirinya dengan bekerja paruh waktu di Cafe dekat sekolah.


pagi ini berjalan seperti biasanya, Luna bersiap untuk pergi ke sekolah, ia mengambil seragamnya yang tergantung di lemari dan memasuki kamar mandi,


Setelah ia selesai mandi dan bersiap, Luna mulai memasak sarapannya, menu hari ini adalah nasi goreng dan telur ceplok, Luna menggoreng nasi sisa semalam yang tidak habis dan menambahkan kecap manis kedalamnya.


Ia menatap jam di dinding, dan ternyata sudah pukul 07:30, sekolah Luna di mulai pukul 08:00, dan jaraknya dari Kosan Luna pun tidak terlalu jauh,


Luna pun memutuskan untuk membereskan kamarnya terlebih dahulu, setelah rapih ia mengenakan sepatunya, dan bergegas menuju sekolah menggunakan sepeda.


Sesampainya di sekolah, Luna memarkirkan sepedanya, dan berjalan cepat menuju kelas. Di sekolah, Luna di kenal sebagai anak yang cuek dan suka menyendiri, karna itu Luna tidak memiliki teman dekat.


Luna duduk di bagian paling belakang dekat jendela, itu adalah tempat favoritnya di kelas, sambil menunggu guru, Luna mulai membaca buku pelajaran, dan tak lama kemudian Guru pun datang dan memulai kelas.


*Tett Tett


Bell tanda pelajaran pertama selesai pun berbunyi, dan sekarang sudah memasuki jam makan siang,


Luna pun pergi menuju kantin dan membeli roti berisi selai coklat, dan susu kotak rasa Vanila. Luna lebih suka menghabiskan makan siangnya di Rooftop sekolah, biasanya ia akan makan sambil membaca buku.


Sebentar lagi bell tanda pelajaran selanjutnya di mulai akan berbunyi, Luna segera turun menuju kelasnya, di koridor Luna mendengar ada yang membicarakannya, tapi ada satu topik pembicaraan yang sedikit menarik perhatiannya.


"Iya Minggu depan!" Ujar salah satu gerombolan siswi dengan menggebu gebu


"Semoga orang tua ku mengizinkan!" Ujar yang lain


"apa yang mereka bicarakan?" ujar Luna dalam hati


"Museum kuno tertua itu? wah aku tidak sabar menunggu!" Ujar beberapa siswa lainnya


"museum?"


Mata Luna menangkap sebuah papan informasi baru di Mading, itu adalah info study tour ke museum kuno Minggu depan, ujung bibir Luna tertarik ke atas membentuk senyuman tipis,


mungkin ia akan mengambil cuti untuk tour ini, Luna pun bergegas pergi ke kelasnya, memperhatikan pelajaran hingga bell tanda pulang berbunyi.


di perjalanan pulang, Luna membeli Cilor (Aci telor) jajanan kesukaannya,


"Bang, Cilornya 10.000 ya" Ujar Luna


"Siap Neng"


setelah mendapatkan jajanan nya, Luna melanjutkan perjalanan menuju Cafe tempatnya bekerja, sambil memakan Cilor


Sesampainya di Cafe, Luna langsung mengganti seragam sekolahnya dengan seragam Cafe,


"Halo kak, selamat datang di Cafe Lixo, ada yang mau di pesan?" tanya Luna tersenyum Ramah kepada seorang pria yang menjadi pelanggan pertama nya hari ini.


"Baik, totalnya jadi 45.000, pesanan akan segera kami antarkan, mohon di tunggu ya kak" Ujar Luna sedikit menunduk guna mengambil uang yang di sodorkan oleh pelanggan.


"Frappuccino satu, Pie susu satu mbak" ujar Luna memberitahu bagian dapur


"Oke Lun" Sahut Mbak Sinta,


"Nih Lun, hati hati ya bawanya" peringat Mbak Sinta, Luna mengangguk patuh


"Silahkan kak" ujar Luna pada pelanggannya, lalu membungkuk hormat sebelum pergi


"Udah makan belum Lun?, makan dulu nanti lanjut lagi" Ujar Mba Sinta pada Luna


"iya Mbak bentar lagi" Sahut Luna, lalu ia lanjut mengetik sesuatu di Komputer kasir.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini matahari telah di gantikan oleh rembulan, satu persatu pelanggan semakin berkurang, pekerjaan hari ini lancar tanpa hambatan, pelanggan terakhir pun sudah pulang


waktunya bagi Luna untuk membereskan meja meja, setelah semuanya rapih, ia pun bersiap untuk pulang, tak lupa Luna pun pamit pada manajer Cafe itu.


di perjalanan pulang, Luna menyempatkan diri untuk membeli makan malam, sesampainya di rumah, Luna membersihkan dirinya, makan malam, lalu mengerjakan tugas tugas sekolahnya, dan tidur.


yaa, tidak ada hal istimewa yang terjadi di hari ini,, entahlah jika besok....


***


tak terasa hari hari berlalu begitu cepat, besok adalah hari tour sekolah, dan hari ini berlangsung seperti hari hari biasanya, tapi... ada sedikit perbedaan, seorang pria tiba tiba mengajak Luna berkenalan, tunggu... jangan berprasangka pada Luna! pria itu hanya berniat berkenalan dan mengajak nya berteman, sungguh!


lelaki itu memiliki mata yang indah berwarna biru laut, Rambut nya hitam legam, perawakannya tidak terlalu tinggi, dan bertubuh kecil, kulitnya eksotis seperti kulit orang Indonesia, pria yang manis, eh!


"Hai!, boleh berkenalan?" tanya pria itu, Luna mengangguk dan tersenyum tipis


"boleh saja, nama ku Luna"


"Louis Mortem, kau bisa memanggilku Louis, oiya! aku murid baru di sekolah ini, maukah kau mengajakku berkeliling?" tanya Louis


"maafkan aku, tapi aku tidak ada waktu, aku pergi dulu permisi" jawab Luna, lalu pergi dengan tergesa


"Fyuh!, dia sangat cuek, bagaimana aku bisa mendekatinya kalau begini?" desah Louis pasrah


"Eits! Tidak! tidak tidak tidak!, aku pasti bisa, ini perintah Louis, ayo semangat!" ujarnya menyemangati diri sendiri.


"aku harus mencari cara untuk ini... AHA!"


******


...Thanks for reading!...


^^^-To Be Continue~^^^