Luna Maurielle

Luna Maurielle
3. Dunia Fantasi



"apa maksudmu?"


"Dunia fantasi, kau tidak akan percaya ini bukan?, Tapi kau adalah keturunan Raja Theopilus Maurielle, kau adalah Putri kerajaan Ephraim" ujar Louis perlahan


"Aku masih tidak mengerti..." Gumam Luna mematung


"Begini,, bisakah kau mengingat masa kecilmu? Maaf maksudku apa kau ingat orang tua mu?" Tanya Louis hati hati


"Tidak" lirih Luna


"Ya, itu terjadi bukan karena dirimu tidak di inginkan atau semacamnya, tapi karena ada yang menginginkan mu mati di dunia ini"


"Tapi...aku memiliki paman dan bibi ku bukan?, Mereka bilang orang tua ku membuang ku, lalu mereka pergi...dan mereka menitipkan ku pada panti karna aku terlalu merepotkan" ujar Luna parau, air matanya mulai menggenang mengingat masa kanak-kanak nya dulu.


"Itu tidak benar, ya lama lama juga kau akan tau, jika ku beritahukan segalanya sekarang, kau akan pusing nanti, biarkan berjalan perlahan" ujar Louis menepuk pundak Luna pelan


"Aku masih tidak percaya ini, aku...seorang putri? Terlalu tidak masuk akal, aku...aku"


"Tenang lah, aku tau ini terlalu mendadak untukmu, ini juga salahku, sebenarnya aku telah memantau mu dari kejauhan selama satu tahun ini, aku hanya terlalu pengecut untuk mendekatimu dan memperkenalkan mu pada dunia kita lebih cepat" ujar Louis.


***


Di sinilah Luna, setelah berbincang ringan menghilangkan kecanggungan, Louis membawa Luna untuk melihat istana kerajaan Ephraim,


Di sana menjulang tinggi nan kokoh sebuah bangunan megah dengan arsitektur moderen tapi sedikit terasa vibes klasik, menara menara yang menjulang tinggi seolah menerjang langit, tumbuhan tumbuhan asri yang mengelilingi, sangat nyaman di pandang.


"Inikah? Wow" gumam Luna takjub


"Ya, ini istana mu sekarang, sejak Raja dan Ratu Maurielle meninggal, istana ini tidak bertuan, hanya terdapat beberapa kesatria kepercayaan Raja, dan pelayan di istana ini, dan kini sang penerus telah kembali...dan kau lah yang kini menjadi Ratu istana ini" ujar Louis tersenyum bangga


"A-aku...tidak tidak, jika aku menjadi Ratu dalam waktu semalam istana ini tidak baik baik saja" ujar Luna


"Hahaha, tidak perlu khawatir! Kau tidak akan langsung menjadi Ratu saat ini juga, usia mu pun masih usia pendidikan, maka kau akan bersekolah di Brighton Academi" ujar Louis


"Ahh, aku akan merasa bodoh di sekolah itu, aku tidak mengerti apapun tentang sihir" keluh Luna, mereka sedang berjalan berkeliling wilayah Ephraim, memperkenalkan Luna dengan berbagai makhluk magis, dan benda benda ajaib.


"Tidak apa, perlahan kau akan terbiasa" ujar Louis


"Wow..." Kata kata itu sangat sering terucap dari bibir Luna,


Bagaimana tidak, di dunia ini tidak ada yang mengendarai motor, ataupun mobil, semua menaiki sapu terbang, karpet terbang, ataupun melayang, terkadang Luna terkejut ketika tiba tiba ada orang muncul mendadak di hadapannya,


Banyak cahaya warna warni yang muncul dari tongkat tongkat sihir orang orang yang sedang melakukan transaksi jual beli, ataupun sedang bermain.


"Fresa! Fresa! Ck! Apa tongkatku bermasalah lagi?" Gumam seorang remaja laki laki seusia Luna, dia melambai lambaikan tongkat sihirnya tapi hanya percikan kecil api yang keluar


"Ada masalah Mr. Akabi?" Sapa Louis, Louis memang berusia 5 tahun di atas Luna, tapi wajahnya masih terlihat sangat muda, karena itu dia bisa menipu kepala sekolah di SMA dulu.


"Ahh, Selamat siang Mr. Mortem, ya aku rasa tongkat ku bermasalah lagi" ujar laki laki yang bermarga Akabi itu


"Hmm, coba ku priksa" tawar Louis


"Skoislaf!" Louis mengayun dan menghentakkan tongkat Zion Akabi, dan munculah sebuah cahaya perak berbentuk burung Pipit kecil


"WOOWW!!" Girang Luna bertepuk tangan riang seperti anak kecil


"Kau menyukainya?" Tanya Louis, dan di anggukkan semangat oleh Luna


"Skoislaf, Skoislaf"


Beberapa burung kecil, kupu kupu, capung, semua hewan yang terbentuk dari sebuah cahaya keperakan saling berterbangan, indah sekali


"Wohooo!!!" Girang Luna melompat lompat mencoba meraih hewan hewan yang lama lama pudar itu


"Bagaimana cara melakukan nya?" Tanya Luna


"Kau akan mempelajari nya di Academi, maka belajarlah dengan sungguh sungguh!" Ujar Louis


"Dia...?" Tanya Zion Akabi melirik Luna


"Zion, ini Luna, dia akan menjadi teman baru mu di Academi" ujar Louis memperkenalkan


"Hai, nama ku Zion Akabi, senang bertemu dengan mu"


"Hai, Luna Maurielle, senang juga bertemu denganmu" ujar Luna


Tanpa di sangka Zion terbelalak, "Ma-maurielle?" Gagap Zion


"Ya! Maka bantu aku menjaga nya Zion!" Ujar Louis, Zion langsung membungkuk dalam di hadapan Luna


"Selamat siang Miss...sungguh kehormatan bagi saya dapat bertemu anda, setelah sekian lama saya mendengar tentang anda dari buku buku sejarah, dan...oh aku tidak percaya ini!" Ujar Zion excited


Luna tersenyum canggung, apa keistimewaan nya sampai tertulis dalam buku sejarah?


"TENTU! Tentu Miss! Suatu keberuntungan bagi saya" ujar Zion


"Panggil aku Luna saja ya" ujar Luna, canggung sekali melihat orang lain membungkuk hormat pada kita.


"Kalau begitu, bersediakah kau menemani kami membeli beberapa kebutuhan sekolah?" Tanya Louis


"Baik!"


Luna cukup bersyukur bertemu dengan Zion, dia adalah anak yang aktif dan menyenangkan, perjalanan menuju toko toko peralatan sekolah pun jadi terasa sangat seru, Zion Dnegan semangat menceritakan beberapa benda yang Luna tidak ketahui


"Dan ini... Ini adalah permainan anak anak, bukankah di dunia non magic juga ada yang seperti ini? Aku pernah melihatnya" ujar Zion


"Ya,, tapi ini sedikit berbeda, kalau di dunia ku, ini namanya ular tangga" ujar Luna


"Ahh, ular tangga! Ini DragonUp," ujar Zion, benda itu sangat mirip dengan ular tangga, hanya saja hewannya adalah naga, dan naga itu terlihat hidup, ya...dia mengedip dan mengeluarkan api, juga terbang terbang sendiri meninggalkan tempat yang seharusnya


Cara memainkan nya juga tidak bersama teman, tapi kalian harus melawan sang naga, naga nya bisa berpindah tempat dan memakan pion ataupun dadu kalian.


"Sangat menarik!" Ujar Luna


"Benar!, Ini memang sangat seru di awal, tapi percayalah satu dua jam kau memainkan nya telinga mu akan berasap karna kesal" ujar Zion


"Semua sudah terbeli, hanya butuh tongkat sihir, mmm untuk tongkat sihir, kau punya milik mendiang ibumu, kita tidak perlu membelinya" Ujar Louis meneliti belanjaan mereka


"Mmm, bukankah barang barang ini di beli menggunakan uang? Aku...tidak memiliki uang" ujar Luna


"Kau adalah bangsawan Luna, tidak perlu khawatirkan uang, uang mu sangat melimpah di brangkas" ujar Zion santai


"Begitukah"


"Ya,, mata uang di dunia kita ini tidak rumit kok, hanya ada dua koin saja, ini Gland, dan ini Bath, sepuluh Bath sama dengan satu Gland, mudah kan?" Ujar Zion menunjukan sebuah koin sebesar pergelangan tangan berwarna emas dengan logo G di tengah, dan sebuah koin sedikit lebih kecil berwarna perak dengan logo T di tengah.


"Ooo"


"HAI EDWARD!" Sapa Zion menarik perhatian seorang remaja laki laki yang sedang melihat lihat peralatan transportasi


"Hai Zion, selamat siang Mr. Mortem, selamat siang Miss" sahut Edward


"Tebak siapa ini Ed!" Ujar Zion melirik Luna


"Kerabat mu?" Tebak Edward


"Bukan!"


"Teman masa kecil?"


"Kau lah teman masa kecilku!" Sahut Zion sebal


"Mmm, apa dia..." Edward menggantung kata nya


"Iya, apa?" Pancing Zion


"Dia...calon istrimu?" Tanya Edward ngawur


"Ck!" Decak Zion dan Louis, Louis ikut geregetan dengan Edward


"Ya, sayang sekali kau mendapatkan calon suami sepertinya, maafkan aku tapi teman ku ini sedikit..ya kau tau... Tidakk waras" bisik Edwar di akhir kalimat


"Aku mendengarnya!" Sinis Zion


"Hai, aku Luna Maurielle, senang bertemu dengan mu, kau terlihat sangat akrab dengan Zion" ujar Luna basa basi


"Maurielle?"


"YAK!! terkejut?, Dia...masih hidup tidak kah kau percaya?!" Heboh Zion


"Selamat siang Putri Ephraim, selamat datang kembali di kerajaan anda, kami semua menantikan mu" ujar Edward


"Ahh, terimakasih banyak, panggil aku Luna saja" ujar Luna


"Kalian akan berada di satu Academi, aku harap kalian bisa berteman baik, dan bantu aku menjaga nya" ujar Louis


"Baik Mr. Mortem" ujar Edward dan Zion berbarengan


••••


...Thank for reading!...


^^^To be continued...^^^