
.... LUCKY FANGIRL....
Aluna sekarang sedang didandani oleh sang ibu, tadi ibunya mengatakan jika akan ada tamu yang berkunjung kerumahnya. aluna sudah memikirkan hal yang tidak tidak karena ibunya tidak pernah bertindak seperti ini kepadanya. apakah ia akan dijual oleh sang ibu? jika memang seperti itu ia harus bagaimana? dia tidak mau dijual oleh ibunya.
"sudah keluar sekarang, kamu tunggu didepan saya mau bersiap siap"
aluna melangkah keluar menuju ruang tamu dan duduk disalah satu sofa disana, dia begitu gugup hanya memikirkan apa yang akan dilakukan oleh ibunya. boleh kah dia kabur sekarang?
Ketukan pada pintu rumahnya membuat lamunan aluna pecah. dia beranjak dan membuka pintu, terlihat lah dua orang pria dan satu wanita dihadapannya. Aluna mempersilahkan masuk untuk ketiganya dan mereka ber empat duduk sambil menunggu ibunya datang.
Tak lama terdengar langkah kaki yang bisa dipastikan itu ibunya.
"oh sayang? kau sudah datang? bagaimana perjalannya??" Aluna kaget melihat ibunya bermanja dengan pria yang mungkin seumuran dengan ayahnya. Pertanyaan mulai berputar putar dikepala aluna ,mempertanyakan siapa tiga orang dihadapannya ini.
"Cukup melelahkan" Ucap pria itu sambil melihat lihat rumah tersebut.
"Rumah ini sangat kecil, kumuh. bagaimana bisa kamu tahan tinggal disini?"
"Sebenarnya aku tidak betah ,mau bagaimana lagi, inilah rumahku"
Aluna hanya diam mendengar ibunya dan pria itu berbicara. aluna sudah bisa memastikan jika pria dihadapannya adalah selingkuhan ibunya, ia yakin itu.
"Aluna , mereka bertiga sekarang adalah keluarga mu ,ini ayah ,meka dan jian"
perkataan ibunya tak membuat dirinya terkejut, dia sudah menduga itu semua. mau menolakpun dia tidak akan bisa, ibunya sudah memilih. Tapi yang membuat ia kaget adalah anak dari ayah tirinya itu orang yang merundungnya ketika SMP. Bisa dia lihat wanita itu menyeringai kepadanya.
"oh iya aluna, kau akan menggantikan meka untuk menemui seseorang. Apapun yang orang itu minta kau harus menurutinya apapun yang terjadi. jika sampai kau menolak ,kau akan tau akibatnya"
Ibunya itu memberi secarik kertas kepada aluna, memberi instruksi kepadanya. mau menolak tidak bisa, ia hanya pasrah mengiyakan permintaan ibunya itu.
.... LUCKY FANGIRL....
"kita balik duluan ya le ,makasih buat waktunya"
Kelima pemuda itu berpamitan kepada aleka. Pertemuan mereka telah usai setelah menghabiskan kurang lebih 5 jam lebih di restoran tersebut
"sama sama bang ,lain kali ngumpul lagi ya, lama banget kita gak ngumpul bareng kek gini"
" ya lonya lah kosongin waktu ,yg jadi artis siapa yang sibuk siapa"
Aleka tertawa menanggapi itu semua ,memang dirinya lah yang selalu sibuk dan menolak untuk bertemu. Bukan karena ia sombong atau seperti apa, ia selalu sibuk dengan kuliahnya dan aluna.
"biasa lah bang pewaris tunggal ya gini" ucap aleka dengan nada sombong nya
Mereka yang mendengar itu langsung mendengus kesal sampai renjana yang ada disamping aleka memukul belakang kepala aleka.
"sombong nya keluar" - renja
Aleka hanya bisa tertawa dengan itu semua, dia sangat jarang bertemu mereka karena kesibukan masing masing
"hahaha udah ah sana ,kalian pasti sibuk banget"
"yaudah hati hati lo "ujar jendral sambil mengusak gemas rambut aleka.
"siap , oh ya bang marchel"
Marchell yang dipanggil langsung menoleh menatap aleka.
"kenapa?"
"nanti kalo gw butuh bantuan lo ,lo bisa bantu ya"
Marchell mengeryit bingung, namun setelahnya dia kembali memasang wajah santainya. Aleka jarang meminta bantuannya ,jadi jika ada kejadian seperti ini ,ia akan berusaha membantu aleka.
"kalo gw bisa bakal gw bantu le ,tenang aja"
"kita pulang ya."
Anggota dreaming sudah pergi meninggalkan ale sendirian , dia harus segera ke perusahaan sang ayah untuk pembelajaran mandirinya mengurus perusahaan.
Dia beranjak dari duduknya ,namun matanya malah melihat kearah keributan yang ada diseberang mejanya berada.
Seharusnya dia tidak peduli dengan keributan disana pasti keamanan akan bertindak, tapi dia melihat sosok yang amat ia kenali.
Tak buang buang waktu lagi dia langsung berlari dan memukul orang yang sudah melecehkan orang yang ia sukai. Aluna
Pukulan demi pukulan ale layangkan kepada pria dibawahnya itu, dia tak dapat membendung emosinya. Dia tadi dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau aruna dicumbu paksa oleh pria bajingan ini.
"a-ale stop..."
Tak mengindahkan panggilan aluna ,ale terus memukul pria ini. Dia tidak bisa membiarkan pria dibawahnya ini begitu saja, berani beraninya dia melecehkan aluna. Dia harus menghabisi pria tua ini, dia tidak peduli jika ia harus di seret ke kantor polisi.
Beberapa keamanan langsung memisahkan aleka dan pria tua itu, keadaan disana sudah kacau karena amarah aleka. Semua orang menatap aleka yang terus menerus memukul pria dibawahnya tanpa ada niat untuk membantu memisahkan keduanya.
"lepasin gw brengsek!!! " Aleka memberontak ketika kedua tangannya dipegang oleh keamanan ,dia masih belum puas menghajar pria tua itu. Amarahnya masih belum padam.
"tuan tolong tenang." Keamanan itu memegang aleka kuat sambil mensugesti aleka agar kembali tenang,namun yang dilakukan oleh keamanan itu sia sia karena aleka semakin tersulut emosi karena kata kata itu.
"tenang lo kata?! Setelah dia ngelecehin sahabat gw ,gw harus tenang?!!!"
Aleka murka, benar benar murka. Dia marah karena sahabatnya dilecehkah oleh orang seperti itu dan dirinya melihat itu semua. Dia terlambat menyelamatkan aluna karena aluna sempat terjamah oleh pria itu. Mengingatnya membuat aleka marah kepada pria itu dan juga dirinya karena tidak bisa menjaga aluna dengan baik sampai samapi terjamah orang lain.
"ale.... "Panggil aluna dengan suara rendah, dia tidak berusaha menenangkan aleka karena dia takut pada pria tua itu dan juga aleka yang terlihat sangat murka.
Mendengar namanya disebut, ale langsung membalikkan badannya dan memeluk aluna erat. Seakan akan hari esok tidak akan ada lagi.
"nangis aluna ,jangan ditahan. Gw disini, nangis sepuanya."
Mendengar itu aluna tak bisa menahan air matanya. Ia benar benar ketakutan, ia dilecehkan di depan umum. Jika aleka tak menolongnya tadi, ia tak tau akan berakhir seperti apa kehidupan nya nanti .
"A-ale... Aku takut ale, dia...dia."
"Ssstt, tenang oke?? Lo aman sekarang, gw disini."
Aleka bisa merasakan kalau tubuh aluna memberat dengan suara tangis yang mengecil.
"Aluna.."
"Aluna.. hey"
Aleka melepas pelukan itu dan melihat jelas kalau aluna kehilangan kesadaran nya ,membuat aleka kalang kabut.
Segera aleka menggendong aluna menuju mobilnya dan membawa aluna kerumah sakit terdekat. Sungguh dia khawatir dengan Aluna, jangan sampai aluna kenapa napa atau dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri .
"Aluna lo harus kuat demi gw"
...TO BE CONTINUED...
Renjana Juntaka
22 tahun
Jendral Karafa
22 tahun
Januar Adrafka
22 tahun
Haikal Rakasya
22 tahun
marchell Lionardo
23 tahun