Lucky Fangirl

Lucky Fangirl
Lucky 01




......................


Suasana kantin di fakultas hukum sangatlah ramai. mahasiswa dan siswi banyak berlalu lalang kesana kemari. ada juga yang sedang menikmati sarapan mereka karena hari masih sangatlah pagi. semua orang fokus pada kegiatan masing masing. sama halnya dengan dua mahasiswa di pojok kantin.


"Ale!!! , sumpah sumpah. Marchell ganteng banget, aku gak kuat." orang di samping wanita itu hanya bisa melirik jengah dengan tingkah laku sahabat perempuan satu satunya itu. Aleka Bintaro laki laki yang sedari tadi mendengarkan ocehan sang sahabat dari mereka baru tiba di kantin sampai detik ini.


"Wahh comeback kali ini ,marchell luar biasa banget." Ale hanya bisa menghela nafas ,tujuan awal mereka disini adalah karena ingin sarapan. mereka berdua tak sempat sarapan karena mereka sangat buru buru karena ada kelas pagi.


"biasa aja tuh gw liat liat" Lirikan tajam ale terima dari wanita disampingnya itu, Aluna Razella namanya. Luna tak mengerti ,letak biasa aja itu dimana? padahal mau di lihat dari sudut manapun marchell sangat lah tampan.


" sini kamu aku jitak biar sadar kalo marchell itu ganteng banget" ucap luna menggebu-gebu, dia tidak terima akan perkataan ale tadi.


"iya dah terserah lo aja , sekarang taro hp lo itu, jangan nonton bias lo itu dulu, tujuan kita ke kantin ini mau sarapan ya, gw nungguin lo udah dari tadi ini." Aluna hanya bisa menampilkan cengirannya yang khas kepada ale. sungguh dia tidak ingat akan tujuannya kemari, karena setelah ia menduduki bangku kantin, handphone nya mendapatkan 1 notifikasi dari channel YouTube kesayangannya. tak berpikir lama aluna langsung menonton menghiraukan ale yang jengah dengan tingkah nya yang satu ini.


" maaf ya ale, aku excited banget karena marc comeback hari ini. Aku gak mau ketinggalan, karena aku ada waktu hari ini." Ale sebenarnya tak masalah dengan itu semua, ia hanya khawatir dengan sahabatnya itu karena ia yakin aluna juga belum sarapan dan sebentar lagi mereka berdua akan memasuki kelas.


" iya- iya, sekarang pesen mau apa, biar gw yang pesen." gelengan diterima oleh ale sebagai jawaban dari kata katanya tadi.


"gak ale, aku gak makan, aku gak ada uang. ibu gak ngasih uang tadi"


"udah sih, begitu aja dipikirin. gw yang bayar aluna, tinggal sebutkan lo mau apa?"


Aluna kembali menggeleng, dia tidak mau. Sepertinya selama seminggu ini ale sudah membayarkan apa yang aluna makan bahkan ketika laptop aluna rusak ale yang membantu memperbaiki nya. Aluna tidak mau merepotkan nya lagi.


"gak ya ale, kamu udah bayarin aku terus ,aku gak mau jadi beban kamu. kamu aja yang makan, lagi pula aku kenyang kok. aku sempet makan roti tadi."


Ale menghela nafas, selalu saja seperti ini. padahal ale sama sekali tidak masalah jika harus membayarkan wanita itu makan. lagipula ale khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.


"lo bukan beban gw aluna, gw dengan senang hati bayarin lo. makan ya lun? lo pasti laper, gw gak bisa di bohongin. kalo emang lo gak mau gw bakal paksa"


Mau tidak mau aluna menurut ,aleka yang keras kepala tak bisa ia bantah. Bukannya aluna tidak suka aleka yang seperti ini ,yang selalu over protective padanya, tapi dia tidak mau semua kebutuhannya aleka yang menanggung. Dia bukan siapa siapa aleka, dia tidak berhak diperlukan seperti ini.


Sambil menunggu aleka, aluna melanjuti kegiatannya yang tertunda tadi. Sungguh dia sangat mengagumi seorang Marchell Lionardo, lelaki yang menjadi idolanya selama 2 tahun terakhir. Tidak, jangan beranggapan kalau dia menyukai marchell sebagai laki laki, tidak dia tidak seperti itu. Karena dia hanya menyukai marchell sebagai idolanya, sebagai seseorang yang menemaninya, menyemangati nya ketika suasana hatinya begitu buruk akan keadaan, walau hanya lewat sosial media. Marchell adah salah satu alasan yang membuat aluna mampu bertahan hingga saat ini.


"Stop dulu, nanti dilanjut. ini makan sampai habis" Ale meletakkan makanan yang ia pesan tadi untuk dirinya dan aluna.


"ale...... gak bisa keknya. aku gak bisa makan sebanyak ini"


Ale menahan tawanya ketika melihat raut wajah kaget aluna itu, sungguh aluna sangat lucu dimata aleka.


"Calm aluna, kalo gak habis gw yang bakal habisin"


"ale makasih ya, kamu itu sahabat aku yang paling baik. aku beruntung ketemu kamu"


Ale terdiam ,tak aluna sadari kalimat yang ia lontarkan sedikit menyakiti hati aleka. aleka hanya bisa tersenyum kecut ketika aluna menganggapnya sahabat. hanya sebatas itu.


"gw yang seharusnya ngomong begitu. selama ini yang jadi temen gue hanya perlu uang gue, tapi lo berbeda, aluna yang rendah hati."


"kok jadi mellow sih!" aluna menyeka air matanya yang tiba tiba turun. niat awal hanya ingin berterima kasih pada ale yang selalu baik, tapi dirinya sangat menghayati momen ini.


" lo yang mulai ya, dah ayo makan"


Aleka dan aluna langsung memakan makanan mereka, diselingi canda tawa khas mereka. tak pernah lupa juga Aluna menceritakan bagaimana ia bisa mengidolakan seorang Marchell. hari-harinya setelah mengenal sedikit berubah walaupun tidak pernah bertemu dengan Marchell.


...To Be Continued...



...



Aluna Razella...


20 tahun



Aleka Bintaro


21 tahun