
.... LUCKY FANGIRL....
Aleka sekarang sudah menginjakkan kakinya disebuah restoran mahal milik ayahnya. Sepanjang perjalanan dirinya tak fokus, dia terus memikirkan aluna dan terus mengkhawatirkan nya. sungguh dirinya ingin membantu aluna, bagaimanapun dirinya temannya tapi aluna selalu menolak semua perlakuan aleka.
"Maaf bang gue telat banget" Aleka langsung duduk di kursi yang memang untuk dirinya.
Disana terdapat beberapa pemuda yang merupakan teman aleka sedari kecil.
"Tenang aja sih le ,lagian jendral baru dateng juga." ucap renjana.
Mata aleka langsung tertuju pada orang yang baru disinggung oleh renjana. Namun jendral merasa tidak peduli dengan tatapan aleka yang menampilkan raut bingung.
"Tumben bang ,mepet bareng gw datengnya. biasanya selalu paling awal" Aleka penasaran karena jika mereka ber enam memiliki janji temu ,jendral lah yang paling semangat datang, karena aleka adik tersayang nya.
"Tadi gw mampir suatu tempat dulu jadi ya agak telat dikit" Ucap jendral.
"Muka lo kecut banget gw liat liat le, lo ada masalh kah?" Tanya januar yang duduk disamping aleka.
Aleka menoleh sebentar menatap januar lalu tersenyum miris.
"Gak papa sih bang, gw cuma kepikiran sesuatu"
"Kepikiran apa le?" Tanya Haikal.
"Nasib temen gw, keknya dia banyak masalah, tapi dia gak pernah cerita sama gw, gw merasa gak berguna sebagai temennya"
"Mungkin belum saatnya lo tau tentang masalahnya ale. dia butuh waktu, kalo emang dia gak mau cerita itu tandanya lo masih belum dipercaya sama dia"
Aleka semakin menundukkan wajahnya ketika mendengar pernyataan dari marchell. Dia sedih ,mungkin itulah alasan aluna belum bercerita tentang masalahnya kepada aleka karena aluna belum mempercayai dirinya. Itu benar benar melukai relung hati aleka.
"Jangan sedih gitu deh, gw yakin dia bakal cerita sama lo suatu saat nanti ,kasih dia waktu aja" Ujar renjana memberi aleka pengertian karena dia bisa melihat aleka begitu sedih karena pernyataan dari marchell.
Marchell, Renjana, Jendral, Haikal dan Januar adalah anggota boyband DREAMING. Aleka mengenal semuanya karena ayah mereka berteman baik sehingga keenamnya selalu bersama sedari kecil. Karena kedekatan mereka itulah, mereka memutuskan untuk membuat lagu dan membentuk boyband di agensi milik ayah aleka. Namun aleka tak ikut dengan mereka , dirinya demam panggung dan lebih memilih melanjutkan studynya.
"Lo punya temen selain kita kita?" Tanya jendral.
"Yaiyalah bang ,lo kira gw anti sosial" Aleka tak terima dengan ucapan jendral ,bisa bisanya jendral bertanya apakah dia punya teman lain selain mereka seakan akan tak percaya dengan itu.
"Bukannya emang ya??" haikal ikut menimpali perkataan jendral.
"ya-yaiyah sih ,tapi gw punya satu temen dan dia satu satunya temen gw yang tulus temenan sama gw, walaupun gw yang loyal sih"
"keknya dia beruntung ketemu sama lo deh le" ujar renjana
"Lo salah bang, gw yang beruntung ketemu dia. kalo bukan karena dia dulu ,gw gak bakal ada disini sekarang"
Aleka langsung menutup mulutnya ketika ia sadar sudah mengatakan kalimat yang selalu ia simpan rapat rapat. Apakah sekarang akan terbongkar?
"Keknya lo hutang cerita sama kita?" ujar januar.
"Udah bisa ya main rahasia rahasiaan" jendral ikut menimpali.
"maap abang abang, gw cuma takut kalo cerita sama kalian"
Aleka semakin tak enak ketika menatap satu persatu para temennya itu. Bisa mati sambil duduk dia kalo ditatap seperti sekarang.
"Denger ya adik kecil, apapun masalah lo itu, kita bakal bantu. kita semua disini saudara" - Renjana
"Gw takut kalo gw bilang sama kalian, karena dengan kalian tau ,kalian gak bakal tinggal diam. lagi pula sekarang udah gak ada masalah, para abang tenang aja"
"Tapi lo utang cerita sama kita"
"Yaudah sih nanti gw cerita, sekarang kita makan deh"
.... LUCKY FANGIRL....
setelah 5 Jam akhirnya aluna mendapatkan pekerjaan, walaupun bayarannya kecil tetap dia ambil.
"Terima kasih ya pak" Aluna membungkuk sopa dihadapan atasannya sekarang.
"Mulai besok datang kesini setelah kelas mu selesai, mengerti?"
"Baik pak saya mengerti"
Setelah selesai, aluna pun memutuskan untuk pulang. Hari sudah mulai gelap, ibunya akan marah jika dia tau pulang malam seperti ini. Aluna merogoh sakunya dan mengeluarkan uang 100 ribu yang diberikan oleh aleka. Sebenarnya dia lapar tapi dia tidak bisa memakai uang yang aleka beri, dia akan menyimpan uang itu.
Aluna membuka pelan pintu rumah nya agar sang ibu tak mengetahui kedatangannya, namun ketika dia masuk dia melihat ibunya sudah berada di depannya dengan menatap dirinya tajam. sungguh dia ketakutan sekarang, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan ibunya itu lakukan. tapi dia berdoa supaya ibunya itu tidak melakukan hal aneh.
"i-ibu" Belum sempat aluna mendekat ibunya itu malah mendorong aluna hingga aluna membentur tembok.
"akhh" Ringisan dari mulut aluna terdengar. sungguh dorongan ibunya tidak main main ,seluruh tubuhnya seakan mati rasa sekarang.
"Dari mana kamu baru pulang jam segini?!"
"i-ibu... aku tadi kerumah temanku dan mengerjakan beberapa tugas"
Berbohong lagi.....
Dia tidak mau ibunya tau kalau ia sudah dapat pekerjaan. Padahal dari awal ia mencari pekerjaan karena disuruh oleh sang ibu ,tapi ia berbohong sekarang.
Bukan tanpa alasan, ayahnya sedang berada dirumah sakit dan butuh banyak biaya ,jika ibunya mengambil seluruh gaji miliknya ,dia tidak akan bisa mengumpulkan uang untuk pengobatan ayahnya. Ibunya mana mau mengurusi ayahnya yang sedang sakit, merawat dirinya saja sudah susah.
"Kau berani melawan perintah ku ya?! sudah kubilang kau itu harus mencari pekerjaan agar kau itu berguna disini!!"
perkataan ibunya benar benar menyayat hati aluna. dimata ibunya dia anak yang sangat tidak berguna, bagaimana ia mengubah pandangan sang ibu kepadanya.
"ma-maaf ibu, besok aku akan mencarinya. aku berjanji"
...To Be Continue...