
“kemarin aku dengar kalau kak Jennie itu sebenernya cuma mau manfaatin kekayaan kak Excel aja, kak Jennie sebenernya nggak bener-bener cinta sama kak Excel”.
Abel bisa melihat wajah Excel yang nampak tak senang, memang begitu seharusnya karena Jennie memang tak sebaik yang mereka fikirkan namun Abel merasa tatapan marah itu seperti di tujukan untuknya.
"Abel aku nggak suka kamu memfitnah Jennie seperti itu, bukannya aku bilang kalau Jennie adalah wanita yang aku cintai, aku nggak menyangka kalau ternyata kau sudah berubah aku kira kau masih adikku yang baik seperti dulu tapi nyatanya aku salah".
Abel tercengang apakah benar baru saja Excel tak mempercayainya sekaligus membela Jennie tapi Jennie memang jahat lalu mengapa Excel tak percaya.
" Tapi kak aku nggak bohong kak Jennie memang bukan orang baik_".
"Cukup aku nggak mau denger lagi, sekarang kamu keluar dari ruanganku dan lanjutkan kerjamu kali ini aku maafin kamu tapi aku harap kamu ubah perilakumu agar jadi lebih baik jangan suka fitnah orang".
Abel sangat sedih hingga tak menyangka jika Excel membentak sekaligus mengusirnya, ia tak pernah memfitnah Jennie karena kenyataanya Jennie memang tak pantas untuk Excel. Terlalu sedih dengan semua respon yang Excel berikan padanya membuat Abel berlari ke kamar mandi dan menumpahkan seluruh kesedihannya kala tidak ada orang di sana.
# FLASHBACK ON
Jennie melihati Abel yang semakin lama semakin menjauh, ia merasa tak tenang apakah Abel tadi mendengar pembicaraanya atau tidak bersama teman-temannya. Namun untuk berjaga-jaga sebelum rencana yang sudah ia susun menjadi hancur lebih baik ia mengurus Abel sekarang sebelum Abel bertindak. Jennie mengeluarkan telfon genggam yang ada di dalam tas dan menghubungi nomor Excel.
" Hallo sayang" ~ Excel
"Hallo Excel apa kau ada di apartemen ?" ~ Jennie
"Iya kenapa memangnya ?" ~ Excel
"Aku ada yang ingin di bicarakan aku ke sana ya ?" ~ Jennie
"Baiklah aku menunggumu" ~ Excel
Jennie mengembalikan telfon genggamnya ke dalam tas, ia hendak menghampiri Excel yang ada di apartemen demi berjaga-jaga jika memang tadi Abel mendengar sesuatu saat ia bersama teman-temannya. "Jen lo mau kemana ?".
" Gue mau ke tempatnya Excel siapa tau si bocah tadi denger pembicaraan kita terus dia laporin ke Excel yaudah gue pargi ya". Jennie mencium pipi kanan dan kiri kedua temannya sebelum pergi menghampiri Excel.
"Gagal dong kita makan bareng". Ucap salah satu temannya.
" Sorry ya guys lain kali gue traktir, demi masa depan gue dan rencana yang udah gue susun nih". Jawabnya dan berlalu pergi.
*****
Jennie langsung masuk ke apartemen Excel karena ia memang tau kata sandinya, bahkan sudah sering juga Jennie keluar masuk apartemen Excel. Jadi ia tak sungkan lagi dan kala ia sudah masuk lebih dalam ia mendapati Excel yang tengah bekerja dengan laptop dan berkas di depannya.
" Hay bukannya kamu ada acara nonton bersama dengan Abel ? Gimana nontonnya tadi ?". Jennie tak menjawab dan menampilkan senyum tipisnya seraya terlihat ragu, dan itu berhasil membuat Excel jadi penasaran.
"Ada apa semua baik-baik saja kan ?". Tanya Excel.
" Excel apa menurutmu aku ini baik ? apa aku pantas bersanding denganmu dan menjadi istrimu ?". Tanyanya.
"Tentu saja kau pantas kenapa kau bertanya hal yang aneh seperti itu ?". Excel merasa heran pasalnya Jennie nampak menanyakan hal aneh dan terkesan seperti tidak percaya diri.
"Sebenarnya tadi setelah aku dan Abel nonton film kami ke kafe dan Abel bilang yang seharusnya jadi istrimu adalah wanita baik dan dari kalangan yang sejajar denganmu, agar bisa mengimbangimu dan sepertinya Abel merasa kalau kita kurang cocok, entah mengapa kalau di fikir ucapan Abel ada benarnya aku memang tak sekaya dirimu dan_"
"Cukup kau adalah wanita baik dan paling pantas berada di sisiku, aku tak menyangka kalau Abel akan mengatakan itu, kamu jangan fikirkan itu yang perlu kau fikirkan adalah pernikahan kita saja". Excel menggenggam tangan Jennie untuk menyalurkan rasa sayangnya dan tersenyum manis kepada Jennie.
" Aku terkejut Abel mengatakan itu mungkin semakin dewasa cara berfikirnya berubah, kau jangan di masukkan ke hati ya ucapannya mungkin Abel belum mengenalmu lebih lama lagi kalau dia mengenalmu aku yakin dia akan menerimamu sebagai kakak iparnya".
Jennie tersenyum dan membalas menggenggam tangan Excel, " Excel love you".
"Love you too". Jennie beranjak dari duduknya dan duduk di pangkuan Excel, mengikis jarak diantara mereka dan mereka berciuman tak peduli dengan sekitar karena tempat itu tak akan mungkin ada orang.
Semakin lama ciuman itu semakin panas dan tangan Jennie tak tinggal diam ia membuka satu persatu kancing kemeja Excel dan saat hendak membuka kancing ke tiga tangan Excel mencegahnya sekaligus ciuman mereka terlepas.
" Jennie aku rasa tidak baik jika kita melakukan ini sebelum menikah, sabarlah sebentar lagi kita akan resmi dan aku juga akan menahannya sampai kita menikah". Jennie hanya tersenyum tipis.
Ia sangat terhina mengapa selalu saja di tolak Excel padahal jika ia mau lelaki manapun akan bersujud meminta tidur dengannya mengingat ia cantik, sexi dan model papan atas. Sebenarnya Jennie jadi ragu apakah junior Excel bisa berfungsi apa tidak karena selalu bisa menahan hasrat.
Padahal tinggal di luar negri tapi pemikiran Excel benar-benar tidak mencerminkan orang luar, diajak ke club saja Excel menolak, minum wine saja tidak kuat banyak bahkan setelah Jennie goda juga Excel masih tahan, ini Excel yang terlalu kolot atau apa.
"Tapi sayang kita sebentar lagi juga akan menikahkan, memangnya kau tidak mencintaiku ?".
" Kenapa kau tanyakan itu tentu aku mencintaimu justru karena itu makanya aku menghargaimu dan tidak akan menyentuhmu sebelum kita resmi, ini komitmenku". Jennie menghela nafas jengah.
Hp Jennie yang berada di dalam tas , ia beranjak mengambil hp-nya yang ada di dalam tas tersebut dan mengangkat panggilan, setelah selesai menelpon ia mengembalikan hpnya dalam tas.
"Managerku mengingatkan kalau ada pemotretan hari ini, aku pergi dulu ya". Jennie mencium pipi kanan dan kiri Excel lalu melangkah pergi. Setidaknya Jennie cukup senang karena ia berhasil meyakinkan Excel kalau Abel tak menyukainya biarlah ia memfitnah siapapun asal tujuannya tercapai.
# FLASBACK OFF