Love Cat

Love Cat
Nolan ( Definitely No)



                                                                             Nolan


                                                                       ( Definitely No)


 


 


Nolan dengan nervous memperhatikan suasana cafe. Banyak pasangan yang sedang makan malam disini. Memang suasana cafe ini cukup romantis dengan hiasan lavender di sekeliling ruangan. Semburat warna lilac menghangatkan suasana cafe. Lampu lampu tergantung dengan apik nya menerangi ruangan. Nyaman nya kursi pelanggan juga menambah keindahan cafe tersebut. Singkat kata, Nolan memilih cafe yang tepat untuk kencan nya malam ini. Suasana yang romantis, makanan yang enak, serta harum nya lavender, semuanya tampak sempurna…. kecuali 1. Nolan duduk sendirian berpangku tangan menunggu teman kencannya. Dilirik jam tangan nya. Waktu menunjukan waktu 18.30, yang artinya  ia sudah menunggu disini selama 2 jam. Ia pun tak percaya bahwa dirinya dapat menunggu seseorang yang bahkan belum dikenalnya selama 2 jam. biasanya ia adalah orang yang paling tidak toleran dengan disiplin waktu. “Hmmmm mungkin sebaiknya gue pulang” begitulah kata hati nya.


Mata Nolan dengan kesal masih mencari cari teman kencan nya di cafe yang penuh dengan pasangan tersebut. Kaki kanan nya bergerak cepat di bawah meja, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk meja dengan cemas. Ia sudah sampai batasnya. Lalu dengan helaan nafas panjang terakhir Nolan beranjak dari kursinya yang sudah diduduki nya sedari tadi. Ia merasa bodoh telah menunggu selama ini untuk orang yang bahkan tak pernah ia kenal. “Dia tak akan pernah datang” begitu kata hatinya.


Dengan langkah berat dan menundukan kepala, Nolan berjalan menuju pintu keluar. Ia merasa dibohongi oleh teman kencan nya yang tak pernah datang dan juga Orlin yang membuatnya terjebak dalam situasi ini. Pelayan yang sedari tadi mengantarkan pesanan Nolan tersenyum tipis mengasihani Nolan. Malu sekali rasanya. Tak kan lagi lagi Nolan setuju dengan hal yang begini begini. bermalam dengan kucing sambil menonton tv di rumah memanglah yang terbaik. Kenapa harus meninggalkan kenyamanan yang begitu familiar. Kenapa seseorang harus mempunyai pasangan kalau prosesnya sangat menyebalkan seperti ini? Nolan memang seperti itu, orang nya paling anti dengan yang namanya repot. Dan sumber kerepotan di dunia ini adalah tentu saja, manusia. Jika berkata jujur, ia sama sekali tak ingin bertemu orang baru. Seluruh tahap perkenalan sangatlah repot baginya. Harus pura-pura senyum, harus bersikap ramah, serta harus berpura pura tertarik dengan perkataan mereka orang orang baru. Semua hal itu menguras tenaga Nolan.


Tak hanya pertemuan dengan orang baru, Nolan pun juga tak suka hadir ke suatu acara. Baik acara pernikahan, ulang tahun seseorang, perayaan tahun baru, lebaran, kumpul keluarga, syukuran sunat, atau arisan RT. Nolan tak menyukai semua itu. Semua acara itu menguras tenaga nya..Alasannya adalah ia harus terus mengobrol dengan orang orang. Mengobrol juga salh satu faktor terbesar penguras tenaga Nolan. meskipun Nolan mengobrol dengan orang-orang terdekatnya, hal itu masih menguras tenaga nya. Nolan adalah orang paling introvert yang pernah dikenal dirinya. Tak pernah dia menemukan orang sependiam dirinya, sepemalu dirinya, dan sepenyendiri dirinya.Dan ia sebenarnya cukup bangga akan hal itu. Entah kenapa fakta itu membuat dia merasa unik. Seperti dirinya spesial.


Nolan membuka pintu cafe, membiarkan hembus angin malam yang dingin masuk. Sekali lagi menghela nafas panjang dan….


Nolan tersungkur ke belakang. Sebelum sempat memeriksa apa yang telah menabrak nya, di atas Nolan ada seorang gadis dengan rambut yang berantakan dan wajah yang berantakan berhiaskan hidung basah karena flu yang disebabkan angin malam yang dingin. Perempuan itu dengan cepat menyeka hidungnya dan mengelap tangan nya yang basah karena ingus ke baju nya.


“Ma-maaf, aku benar-benar minta maaf!” kata gadis itu sambil cepat-cepat berdiri.


Nolan yang melihat nya hanya terdiam, saat ini ia hanya ingin berganti baju karena mungkin saja ingus gadis ini terkena baju nya.


“Apakah kau baik-baik saja?” Kata gadis itu lagi


“Eng...Ya, aku baik baik saja. Apakah kau baik baik saja?” jawab Nolan basa basi


“Oh baguslah! Hahahaha…..ha...ha….” Nolan tak tahu mengapa gadis itu tertawa


“Aku...aku baik baik saja…. maaf sudah menabrakmu, aku sedang buru-buru” kata Gadis itu lagi. Nolan hanya tersenyum mendengarnya. “Aku tadi ketinggalan bis, dan kebetulan jalanan maceeeet sekali…..dan udara sangat dingin” Gadis itu masih berbicara. “nah apesnya, aku adalah tipe orang yang dingin sedikit bakal flu, jadi ya begini ini” lanjutnya. Nolan tak tahu harus menanggapi apa, ia saat ini hanya ingin pulang tapi gadis ini malah mengajaknya mengobrol. Bukankah ia tadi mengatakan kalau dirinya sedang terburu buru? Sekali lagi Nolan hanya tersenyum. Gadis itu juga tersenyum canggung. Lima detik hening. “Bukankah tadi sedang terburu-buru?” Nolan akhirnya dapat mengatakan 1 kalimat. “Oh ya benar! Aku terlambat kencan, aku harap dia tidak marah ahahha”


“Ken…..kencan!!!! Terlambat kencan?!!!!” Nolan seperti tersambar geledek mendengarnya. “Heheheh iya...Yah mau bagaimana lagi…Semoga dia nggak marah” Gadis itu menjawab enteng. “Kalau..mbak nya ditinggalin gimana?” tanya Nolan ragu ragu. “Maksudnya” jawab Gadis itu bingung. “Ya….gara gara kelamaan nunggu akhirnya kencannya gagal gitu…” jawab Nolan pelan. “Alah nggak laaaah…. orang terlambat sebentar doang” Gadis itu menjawab dengan seringai senyum di wajahnya. Lalu berlalu sambil menepuk pundak Nolan dan masuk ke dalam cafe. ‘Untunglah aku pulang! Bagus Nolan, keputusan yang sangat bagus! I’m definitely not dating her’ Batin nya dalam hati sambil mengelus dada. Ternyata keterlambatan seseorang terkadang ada hikmah nya juga...