Love Cat

Love Cat
Jane ( First Date in 4 Years )



                                                                                     Jane 


                                                                        ( First Date in 4 Years )


 


Matahari mulai tenggelam ke sebelah barat. mengakibatkan perubahan warna pada langit. Yang awalnya biru muda kini menjadi jingga dengan semburat ungu di ufuk nya. Pegawai kantoran yang tadi pagi berlomba lomba untuk sampai tempat tujuan, kini berlomba lomba untuk pulang. Pukul 4 sore dan pukul 7 pagi memang waktu yang paling tidak tepat untuk menaiki transportasi umum. sudah bisa dijamin, tidak akan ada tempat duduk. Persis seperti yang dilakukan oleh Jane. Jane dengan kokoh berdiri diantara sesaknya penumpang bis kota sambil memegangi handle grip bus dengan kuat. mata nya dengan cermat mengawasi siapa saja yang duduk. Rencana jane saat ini adalah cepat-cepat menggantikan posisi tempat duduk orang yang akan berdiri. Namun sayang, sepertinya tidak ada penumpang yang berniat untuk turun di pemberhentian terdekat.


Jane melirik ke jam tangan kesayangan nya. Pukul 16.30. Tak diragukan lagi Jane akan telat. Entah kesan pertama apa yang akan ia dapatkan saat nanti bertemu kencan buta nya. ‘Apakah nanti dia akan kesal?’ begitulah kira kira perkataan Jane dalam hati. Ia khawatir akan membuat kesan yang buruk kepada teman kencannya. Dan kekhawatiran ini memang valid karena datang terlambat tidak pernah menjadi kesan pertama yang baik.


Sudah 4 tahun lama nya Jane menjomblo. Teman teman kerjanya kebanyakan sudah menikah atau memiliki pacar. Namun Jane….. Jane tetap berada dalam kesendirian. Eh, bukan berarti sendiri itu berarti kesepian. Jane hampir tidak pernah merasa kesepian. Jane memiliki 3 kucing yang selalu setia menemani nya dalam suka dan duka. Kucing nya ikut senang saat ia mendapat bonus di pekerjaannya dan kucing nya ikut menangis saat Jane menangis menonton film yang sedih. Kucing-kucing Jane sudah dianggap anak sendiri oleh Jane. Sebisa mungkin Jane selalu memberikan makanan yang terbaik untuk kucing--kucing nya meskipun itu artinya ia harus hidup sangat berhemat di akhir bulan.


Anyway, kembali ke kencan buta Jane. Bagaimana Jane, Ibu beranak 3, tiba tiba tertarik untuk kencan buta? Jawaban nya adalah tidak. Jane tidak pernah tertarik melakukan kencan buta. Ia melakukan kencan buta ini setengah terpaksa. Oh bukan, bukan setengah. Sepenuhnya terpaksa. Jane sudah sangat nyaman menjalankan peran Ibu tunggal untuk 3 kucingnya. Namun sayang, orang tua tidak. Mungkin karena beda generasi, berbeda pula kepercayaan nya. Kepercayaan kalau untuk usia nya yang segini Jane setidaknya harus mempunyai pacar. Sedangkan Jane percaya kalau dia akan baik-baik saja bahkan jika takdirnya harus menjadi jomblo seumur hidup. Nah...beruntungnya (?) bagi Jane, sahabatnya Orlin juga sependapat dengan orang tuanya. Ia merasa kasihan kalau jane harus jomblo sampai mati. Jadilah Orlin merayu-rayu Jane untuk mau diperkenalkan dengan teman nya Nolan. “Plis….Plis banget Jane. Orang nya cakep, sumpah nggak boomg” rayu Orlin pada Jane. “Apaan sih….” jawab Jane. “Sumpah selain itu, dia juga baik….Ya ampun Jane, nyesel lo kalau nggak dateng”


“Ya Ampun…. dateng aja kenapa sih? Nih ya, si Nolan juga punya kucing, sama kan?”


“Pak parkir sebelah juga punya”


“Astaga Jane… dia sama sama suka kucing kaya lo… Gue nggak sembarang milih orang, sumpah!”


“Alah! iya iya gue dateng. Puas?”


“Hehehe Puas laaah”


Begitu kira-kira percakapan Orlin dan Jane yang mengantarkan kita pada hari ini. Yang mengantarkan Jane rela berdesak-desakan di bis kota dikarenakan ia harus berhemat demi kenyamanan hidup anak anak kucing nya. Yang mengantarkan Jane dalam 4 tahun terakhir ini kepada kencan pertama nya.