
setelah menyampaikan persyaratan dan peraturan saat test nanti nona lan beserta rombongan dari desa awan hijau berangkat menuju akademi wind blade.
tidak banyak yang terjadi selama perjalanan karena aura sihir yang nona lan keluarkan untuk mencegah monster mendekati rombongan mereka.
dan disaat malam hari mereka memilih untuk beristirahat dan mendirikan tenda untuk bermalam di hutan Romano, dan berjaga jaga jikalau ada monster yang mendekat.
meskipun nona lan sudah menyebarkan auranya tetap saja pasti ada saja monster yang nekat mendekati mereka saat malam hari.
seperti Monster serigala iblis dan singa iblis bayangan yang menyerang secara berkelompok dan tak kenal rasa takut.
tetapi rombongan nona lan sangat beruntung karena malam itu tidak ada rombongan serigala iblis ataupun kelompok singa iblis bayangan yang mendekati Mereka.
di karena kan Rico secara diam diam mengeluarkan sebuah mini drone untuk mengintai area disekitar dalam jarak 100 meter dan akan langsung membunuhnya jika menemukan monster.
keesokan harinya rombongan dari nona lan dan anak anak dari desa awan hijau kembali melanjutkan perjalannya menuju ke kota awan dan pergi menuju akademi wind blade.
setelah menempuh perjalanan seharian mereka sampai di depan gerbang akademi wind blade saat sore hari.
Rico beserta anak anak dari desa awan hijau di bawa menuju asrama siswa dan siswi akademi wind blade.
dan baru akan melaksanakan test di keesokan hari nya.
...(-_-)...
saat malam harinya di saat semua orang telah tidur dikamar mereka masing masing, sementara itu Rico masih sibuk mengotak Atik ruang dimensi yang ia miliki dan bagaimana bisa seluruh senjata dan armor nya berada di dalam ruang dimensi itu dan bagaimana bisa ruang dimensi itu berada dalam dirinya.
dan setelah mengetahui cara kerja ruang dimensi tersebut secara keseluruhan Rico akhirnya bisa masuk kedalam ruang dimensi tersebut untuk menjelajahi seluruh isi dari ruang dimensi nya.
setelah mengelilingi ruang dimensi dari ujung ke ujung Rico akhirnya mengetahui jika luas dari dari ruang dimensinya adalah 825.000 Km.
yang hampir seluruhnya berupa dataran hijau dan sedikit pegunungan.
sedangkan ruangan senjata dan armornya berada di tengah tengah ruang dimensi ini dan tersimpan rapat dalam sebuah berangkas lapis baja. sama seperti di hanggar miliknya dulu.
dan yang lebih membuatnya terkejut adalah bagaimana bisa seluruh armada perang modern miliknya berada di dalam ruang dimensi ini bahkan pesawat tempur milik nya yang seharusnya sudah hancur lebur bersama dirinya saat misi terakhir bisa berada disini dalam keadaan utuh.
belum selesai dari semua keterkejutannya Rico kembali di kejutkan oleh sebuah suara yang berasal dari belakangnya yang menyapa dirinya.
"halo tuan, bagaimana kabar tuan saat ini"ucap nya sambil tersenyum menatap Rico.
"ahh tuan pasti tidak ingat dengan ku, karena setelah kejadian itu, ah sudah lah.... kalau begitu biar ku perkenalkan diri ku sekali lagi kepada tuan, namaku lixi aku adalah robot humanoid yang bertugas untuk menjaga ruang dimensi ini dan keselamatan tuan"ucap nya.
"setelah mendengar apa yang di ucapkan lixi, tiba tiba Rico mengingat kembali ingatan masa lalunya tapi ada harga yang harus di bayar setelah ingatan itu kembali Rico merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa yang membuat nya berguling guling di lantai. karena rasa sakitnya.
"tuan apa kau baik baik saja" ucap lixi.
"tenanglah aku baik baik saja, aku hanya mengingat kembali memori yang hilang setelah malfungsi sistem yang ditanamkan ke otak ku saat itu dan memori yang hilang itu adalah tentang dirimu dan ruang dimensi ini" ucap Rico.
"ah syukurlah kalau tuan baik baik saja dan sudah mengingat nya kembali"ucap lixi lagi.
"tapi lixi, ada hal yang ingin kutanyakan kepadamu bagaimana bisa ruang dimensi ini menjadi sangat luas bukan kah seharusnya ruang dimensi ini hanya 4km dengan kapasitas 2000 pesawat jet tempur" ucap Rico.
"aku juga tidak tahu tuan, saat aku terbangun dari capsule hibernasi ku 2 tahun lalu semuanya sudah berubah dan ruang dimensi ini sudah menjadi seluas ini, tapi seluruh unit jet tempur yang ada didalam hanggar mengalami rusak berat dan tidak bisa di perbaiki lagi, jadi aku menghancurkannya dan membangun kembali pesawat jet tempurnya dan aku hanya bisa membangun setengahnya, aku minta maaf tuan"ucap lixi.
"tidak apa apa lixi, kau sudah bekerja dengan sangat baik, aku sangat berterimakasih kepada mu karena sudah menjaga, dan bahkan sudah memperbaiki pesawat jet tempur itu saat aku tidak ada disini"ucap Rico.
"tidak tuan, tuan tidak perlu berterima kasih kepadaku karena ini tugasku untuk menjaga keamanan ruang dimensi ini dan juga keselamatan tuan, dan aku ingin minta maaf karena gagal menyelamatkan tuan saat itu"ucap lixi.
mendengar apa yang di katakan oleh lixi membuat Rico terkejut sekaligus waspada, karena bagaimana bisa ruang dimensi ini ikut pindah bersama dirinya di kehidupan selanjutnya, padahal dirinya sudah tewas di kehidupan sebelumnya dan otomatis seharusnya ruang dimensi ini ikut menghilang bersama dengan tubuhnya di kehidupan sebelumnya.
"siapa kau sebenarnya dan apa tujuan mu, kau bukan lixi, lixi seharusnya sudah tiada bersama dengan tubuh ku di kehidupan sebelumnya"ucap Rico sembari menjauh dari lixi.
"apa yang tuan katakan, ini aku lixi robot penjaga tuan, dan untuk pertanyaan kedua tuan aku tidak bisa menjawabnya karena aku juga tidak tau bagaimana ini bisa terjadi"ucap lixi.
"karena saat sebelum tubuh tuan hancur aku berusaha menyelamatkan tuan tapi aku tidak melakukan apa apa karena aku butuh perintah dari tuan sedangkan tuan sudah melupakan aku, dan setelah sistem menyatakan tuan meninggal sistem langsung memulai proses hibernasi dan memaksa ku masuk kedalam capsule hibernasi"ucap lixie menjelaskan.
"aku seharusnya tidak akan pernah terbangun lagi sampai aku terhubung dengan host selanjutnya, tapi entah mengapa 2 tahun lalu aku terbangun dan sistem telah mulai bekerja kembali dan saat aku memeriksa data dari host sekarang dan itu adalah tuan saat ini dan tuan yang sama dengan yang sebelumnya"ucap lixi.
mendengar apa yang di katakan oleh lixi tentu saja Rico tidak bisa mempercayainya karena hal itu sangat mustahil untuk terjadi tapi entah mengapa ia merasa sangat akrab dengan benda benda ini seakan akan pernah memakainya sebelumnya.
"baiklah aku akan percaya dengan apa yang kau katakan sebelumnya tapi jika kau berani menipuku akan tidak akan menahan diriku"ucap Rico.
"terimakasih tuan karena sudah mempercayai lixi dan lixi tidak mungkin berani menipu tuan"ucap lixi.
"ya sudah aku harus kembali ke dunia luar, sampai jumpa lagi nanti"ucap Rico.
"sampai jumpa tuan, hati hati di jalan"ucap lixi sembari melambaikan tangan dengan tersenyum kearah Rico.