
7 TAHUN SEBELUM INVASI...
21 mei adalah hari yang sangat membahagiakan sekaligus menyedihkan bagi Jericho, karena hari tersebut adalah hari pernikahannya dengan Aquila Celestine dan hari kelahiran putri kecil mereka yang bernama Erika Alexander, namun sayang Aquila harus meninggal setelah melahirkan Erika.
dan hal itu membuat Jericho sangat terpukul
atas kepergian Aquila yang meninggalkan ia dan putri mereka yang masih sangat kecil dan masih sangat membutuhkan peran seorang ibu.
...(-_-)...
20-mei-2819. 3 jam sebelum invasi...
rika, ayo cepat bangun, bukankah kau tadi malam ingin berkunjung ketempat ibu"ucap jericho
"ehhh...., sebentar lagi ya, aku masih ngantuk yah"ucap Erika yang masih menggeliat di atas tempat tidurnya.
"udah udah, ayo bangun habis itu langsung mandi" ucap Jericho sambil menggendong Erika ke kamar mandi.
"ahh.. ayah aku masih ngantuk, lima .menit lagi ya"balas Erika sambil memeluk leher ayah nya.
"tidak..., Rika harus segera mandi sekarang dan bersiap siap, bukankah Rika ingin berkunjung ke tempat ibu" ucap Jericho sambil menurunkan Erika di dalam kamar mandi.
...(-_-)...
setelah selesai sarapan Jericho dan Erika pergi ke sebuah gedung yang bernama Gloria centrume, yang merupakan sebuah tempat peristirahatan terakhir untuk orang yang telah meninggal dan di gedung ini keluarga masih bisa berbicara dan berinteraksi dengan keluarga mereka yang telah meninggal dengan menggunakan sebuah teknologi A.I dengan cara memindahkan pikiran dari orang yang telah meninggal dan di masukkan kedalam A.I
dan disana Jericho dan Erika bisa bermain bersama dan tertawa bersama dengan mendiang ibunya dengan media A.I tersebut.
namun kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama saat Jericho sedang pergi ke toilet meninggal Erika dan A.I dari Aquila terjadi penyerangan dan invasi dari kekaisaran Bizantium dan target dari penyerangan tersebut adalah jendral Jeremy yang juga sedang bermain bersama dengan A.I putrinya.
Jericho yang saat itu sedang berada didalam toilet mendadak menjadi sangat panik karena mendengar suara sirine peringatan perang dan semua bangunan langsung memasuki mode bertahan dan mengunci rapat semua akses keluar masuk gedung.
dan Jericho sangat panik karena putrinya masih berada di luar gedung tepatnya di taman Gloria centrume l.
namun Jericho tidak bisa berbuat apa apa karena pintu tidak akan bisa di buka sampai keadaan menjadi lebih stabil atau damai. barulah pintu bisa dibuka kembali.
dan Jericho hanya bisa tertunduk lesu, marah,sedih dan kecewa di saat yang bersamaan saat melihat putrinya tewas di tembak oleh prajurit dari kekaisaran Bizantium, dalam keadaan yang sedang di peluk oleh A.I mendiang ibunya.
......(-_-)......
dan dalam invasi dan penyerangan tersebut setidaknya memakan kotoran 1280 jiwa dari pihak kekaisaran Bradford dan 596 jiwa dari pihak kekaisaran Bizantium. dan dari 1280 jiwa tersebut termasuk Erika Alexander dan jendral perang Jeremy Celestine.
pada akhirnya Jericho memutuskan untuk bergabung bersama dengan pasukan militer kekaisaran Bradford menggantikan kakak iparnya Jeremy Celestine sebagai jendral perang kekaisaran Bradford dan juga sebagai kepala riset pengembangan senjata Militer kekaisaran Bradford dalam proyek pengembangan senjata pemusnah Mega electrocity bomber.
setelah 2 tahun semenjak menjabat sebagai jendral perang Jericho selalu membawa kemenangan untuk kekaisaran Bradford dan selalu berhasil dalam menginvasi kota mau desa yang ada di wilayah kekaisaran Bizantium dan di saat yang bersamaan proyek Mega electrocity bomber telah selesai di buat dan siap di luncurkan.
dan pada misi peledakan Mega electrocity bomber kali ini dengan target ibukota dari kekaisaran Bizantium dan kaisar Felix yang menjadi target utama dalam misi kali ini.
dan Jericho sendiri lah yang mengajukan diri dalam misi tersebut karena ia sudah lelah dengan dunia ini dan sudah kehilangan arti dalam sebuah kehidupan yang ia jalani, Jericho kehilangan semua emosinya setelah kehilangan putrinya 2 tahun lalu dan kali ini Jericho berencana untuk melakukan misi bunuh diri dengan meledakkan dirinya bersama dengan ibukota kekaisaran Bizantium.
1 jam sebelum misi peluncuran Mega electrocity bomber.....
didalam sebuah hanggar pesawat tempur terdapat 2 orang yang sedang berbicara, 2 orang itu adalah Jericho Alexander dan adela Alexander.
"kak, apakah kau yakin akan melakukan misi kali ini, apakah kau tidak khawatir dan sedih dengan ayah dan ibu kak" ucap Dela.
"entah lah dela, kakak juga kasihan sebenarnya dengan ayah dan ibu tapi kakak juga tidak bisa lagi hidup di dunia yang kejam ini,mengapa dunia ini harus merebut semua yang kakak sayangi dan kakak miliki" ucap Jericho sambil menahan air mata yang telah lama menghilang semenjak kematian putrinya 2 tahun lalu.
"kakak hanya ingin menitipkan pesan untuk ayah dan ibu, jaga kesehatan dan jangan terlalu memaksakan diri dalam bekerja dan kakak titip ayah dan ibu" ucap Jericho sebelum masuk kedalam pesawat tempur miliknya yang nantinya akan membawa bom Mega electrocity bomber ke arah ibukota kekaisaran Bizantium.
dan dela hanya bisa tersenyum menahan air matanya agar tidak menetes saat melihat pesawat tempur milik kakaknya melesat terbang menjauh meninggalkan hanggar untuk melaksanakan tugasnya.
......(-_-)......
setelah 2 menit mengudara pesawat tempur yang Jericho kendarai mulai memasuki daerah teritorial dari kekaisaran Bizantium dan saat 100 meter lagi mencapai pusat ibukota kekaisaran Bizantium pesawat yang Jericho kendarai terdeteksi oleh radar dari kekaisaran Bizantium.
yang membuat pesawat milik Jericho di tembaki dengan hujan peluru dan laser dari basis pertahanan kekaisaran Bizantium, namun naas salah satu peluru berhasil mengenai badan pesawat Jericho yang membuat Jericho tidak bisa mengeluarkan muatan yang dia bawa.
dan pada akhirnya Jericho memutuskan untuk menabrakan pesat tempur miliknya langsung ke tengah pusat ibukota kekaisaran Bizantium.
dan disaat sebelum Jericho mulai mengarahkan pesawat tempur nya kearah ibukota kekaisaran Bizantium Jericho kembali mengingat memori nya saat bersama dengan putrinya dan istrinya.
dengan bayangan memori tersebut Jericho mempercepat kecepatan pesawat tempur nya ke kecepatan maksimal, dan saat pesawat tempur milik Jericho menghantam pusat kekaisaran Bizantium terjadi ledakan yang sangat dahsyat dan sangat kuat dan setelah beberapa detik terjadi lagi ledakan yang sangat kuat dan sangat menyilaukan bahkan suara ledakan dan cahaya tersebut sampai terlihat di kekaisaran Bradford.
dan di saat yang bersamaan kekaisaran Bradford juga melakukan upacara militer untuk mengenang jasa Jericho Alexander sebagai pahlawan kekaisaran Bradford, karena sebelum ledakan terjadi Jericho sempat mengirim sebuah Vidio terakhir sebelum ledakan terjadi.
see you next time......