live or die in the forbidden land

live or die in the forbidden land
Fino dan ruang dimensi



kembali ke atas bukit awan di kediaman nona lan, Fino berjalan menghampiri Rico dan langsung membawa Rico kedalam kamarnya.


"Rico, sebaiknya kau memberiku penjelasan tentang pedang mu itu,dan kenapa pedangmu sama persis dengan pedang dari orang yang kulihat saat di hutan Romano"ucap Fino.


Rico hanya tertawa kecil dan berkata "pedang apa Fin aku tidak paham maksudmu"


"ayolah Rico aku sudah melihat semuanya saat kau sedang bertanding dengan beryl di atas arena tadi dan aku yakin ekspresimu juga sama dengan orang yang kulihat saat kita berada di hutan Romano, bukankah kita adalah sahabat co bahkan kita sudah seperti saudara, lalu mengapa kau merahasiakan hal ini co"ucap beryl.


"bukan begitu Fin, aku sebenarnya tidak ingin merahasiakan ini semua dari mu, hanya saja aku takut kau tidak ingin lagi berteman denganku, setelah tau siapa aku sebenarnya"balas Rico.


"jadi memang benar, yang saat itu di hutan Romano itu kamu co, lalu apa nama senjata itu dan dari mana kau mendapatkan senjata yang kau gunakan tadi"ucap Fino


"ya saat itu memang aku, yang berada di hutan Romano, tapi aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berada disana dan sejak kapan aku telah membunuh orang orang itu" balas Rico.


"lalu"potong Fino.


"pedang itu bernama light saber, dan aku menemukannya didalam sebuah gua yang ada di hutan Romano, dan aku juga menemukan hal lainnya, tapi kau harus berjanji untuk menjaga rahasia ini, bagaimana kau mau berjanji tidak" ucap Rico.


"ia aku berjanji, aku akan menjaga rahasia ini dan tidak akan memberi tahu siapapun"ucap Fino.


setelah mendengar janji dari Fino, Rico langsung membuka portal ke ruang dimensi dan mengajak Fino masuk kedalamnya, dan didalam ruang dimensi Fino sangatlah terkejut pasalnya mereka tiba tiba berada di sebuah Padang rumput yang sangat luas dan hijau.


dan Fino seakan akan lupa jika Rico tiba tiba menariknya kedalam ruang dimensidan Fino juga hampir lupa alasan mereka masuk kedalam ruang dimensi, bahkan Fino tidak menanyakan bagaimana Rico melakukan itu dikarenakan rasa takjub Fino saat melihat Padang rumput yang sangat luas.


"hei Fin ayo, bukankah kau ingin melihat pedang itu"ucap Rico membuyarkan pikiran Fino.


mereka berdua pun berjalan menuju hanggar dan bengkel, dan tidak lupa juga mereka di sambut oleh lixi.


"halo tuan selamat siang, dan siapa itu tuan"ucap lixi saat menunjuk ke arah Fino.


"ah dia temanku namanya Fino, aku mengajak nya untuk melihat pedang dan armor ku, karena dia sangat penasaran dengan pedang itu dan ingin melihatnya secara langsung, lixi tolong ambil dan bawakan pedang itu"perintah Rico.


"baik tuan"balas lixi.


dan segera menuju ke gudang senjata guna mengambil light saber milik Rico, setelah lixi mengambil dan menyerahkan light saber miliknya, Rico langsung memberikan light saber tersebut kepada Fino untuk melihatnya dan mencoba light saber tersebut.


Fino sangatlah kagum dengan light saber tersebut karena pedang tersebut sangatlah ringan dan mudah untuk digunakan akan tetapi daya potong dan tebasannya sangatlah tajam.


"Rico, bisakah kau memberikan ku pedang ini, aku sangat menyukainya dan aku rasanya enggan untuk mengembalikannya padamu"ucap Fino.


"hahaha,maaf sobat tapi pedang itu hanya ada satu dan aku tidak bisa memberikannya padamu,tapi aku bisa memberikan mu tiruannya"ucap Rico sembari mengambil pedang itu dari tangan Fino lalu melemparkannya ke arah lixi dan meminta lixi untuk mengcopy light saber tersebut.


Fino seakan tak rela melepas pedang itu dan tapi dia juga menjadi senang karena akan memiliki pedang itu juga nantinya, dah Fino saat ini hanya bisa pasrah melihat lixi membawa pedang tersebut pergi.


... (-_-)...


Fino menjadi semakin kagum dengan tempat ini dan selalu bertanya kepada Rico tentang hal hal baru yang ia lihat, Rico bahkan mengajak Fino untuk mencoba beberapa senapan otomatis dan laser di ruang uji coba senjata.


bahkan Rico mengajak Fino untuk mencoba jet tempur yang ada di hanggar dan berkeliling di beberapa putaran di dalam ruang dimensi yang membuat Fino semakin kagum dan mendapatkan ilmu ilmu baru saat berkeliling kedalam ruang dimensi Rico.


sampai sampai 5 hari telah berlalu didalam ruang dimensi dan Fino akhirnya menyadari jika mereka sudah terlalu lama berada didalam ruang dimensi dan hal itu membuat Fino panik ia mereka pasti akan di hukum oleh nona lan dan akan melewatkan kesempatan untuk mengikuti perlombaan antar akademi.


sebelum Fino menjadi semakin panik, Rico segera menenangkan Fino, dan berkata tidak perlu khawatir, karena ada perbedaan waktu antara ruang dimensi dan dunia luar.


"tenanglah Fin, kau tidak perlu panik begitu, kita tidak akan melewatkan acaranya, karena 1 hari disini Sama dengan 1jam di dunia luar jadi tidak perlu khawatir kita akan melewatkan jadwal keberangkatan ke ibukota nanti"ucap Rico.


"apakah kau yakin Rico, bagaimana jika memang kita Terlambat dan melewatkannya"ucap Rico.


"ya sudah ayo kita keluar, seharusnya sekarang adalah saatnya makan malam, dan pedangmu sudah jadi 4 hari yang lalu tapi aku lupa memberikannya padamu"ucap Rico.


setelah memberikan tiruannya kepada Fino, Rico langsung membuka portal ke dunia luar dan mereka berdua pergi meninggalkan ruang dimensi, setelah kembali ke dalam kamar milik Fino, barulah Fino percaya dengan apa yang di katakan oleh Rico, dan pada akhirnya barulah Fino sadar dan bingung bagaimana cara mereka masuk dan keluar dari ruang dimensi Rico.


akan tetapi saat ingin bertanya kepada Rico, Rico telah pergi dari kamar Fino dan telah menuju ke ruang makan, pada akhirnya Fino berlari mengejar Rico yang telah lebih dahulu berjalan ke arah ruang makan dan disana sudah ada nona lan yang menyambut kedatangan mereka berdua.


tidak lupa nona lan juga memberikan ucapan selamat dan hadiah untuk Rico dan Fino karena telah menjadi perwakilan dari akademi wind blade di pertandingan antar akademi nanti.


nona lan memberikan mereka berdua masing² sebuah pedang kelas menengah, setelah itu mereka kemudian mulai menyantap makanan mereka dan setelah itu kembali ke kamar mereka masing masing.


dan di perjalanan kembali ke kamar mereka Fino menjadi kebingungan akan di apakan pedang yang di berikan oleh nona lan dikarenakan dia tidak bisa menggunakan pedang sama sekali.


Fino merupakan petarung jarak dekat yang menggunakan sarung tinju sebagai senjata utamanya,


mendengar apa yang dikatakan oleh fino membuat Rico menjadi tercengang.


"lalu untuk apa kau meminta light saber tadi jika kau tidak bisa menggunakan pedang"ucap Rico.


"hehe, aku sangat kagum dengan pedangmu, jadi aku sangat ingin memilikinya juga, tapi aku baru ingat kalo aku enggak bisa menggunakan pedang"balas Fino sembari tersenyum seperti orang bodoh.


"kemari kan light saber nya" ucap Rico.


"tidak aku tidak akan mengembalikannya, pedang itu milikku sekarang"ucap Fino.


"aish.., cepat kembalikan padaku, aku akan meminta lixi untuk membuatkan senjata baru sebagai gantinya, jadi senjata apa yang biasa kau gunakan"ucap Rico.


"kalau begitu aku ingin sebuah sarung tinju"ucap Fino sembari memberikan light saber tersebut kepada Rico.


"baiklah aku akan meminta lixi untuk membuatkan sebuah sarung tinju untuk mu, dan aku akan memberikannya sebelum kita berangkat menuju ibukota"ucap Rico dan segera masuk kedalam kamarnya karena mereka sudah sampai di depan pintu kamar mereka masing masing.


see next time...