
"apa ini adalah kehidupan yang harus ku jalani,dengan penuh dendam yang membara
tapi kenapa?kenapa?kenapa? harus keluarga,aku memang anak yang selalu membawa kesengsaraan bagi semua orang,entah kehidupan ku yang dulu,maupun yang sekarang"
*"Hei jangan kau katakan seperti itu,itu tidak lah baik,"**"siapa disana" ucap hikaru sambil mencari cari sumber suara tersebut*
"kau tak perlu tahu aku siapa" ucap sumber suara tersebut
hikaru yang penasaran ia mencari cari sumber suara itu
"tidak ada gunanya kau mencariku,yang perlu kau cari adalah jati dirimu,jika kau sudah menemukan nya,kita pasti akan bertemu" ucap suara tersebut
"ahh...." hikaru terbangunan sambil berkeringat dingin
"ternyata hanya mimpi" ia melihat telapak tangan kanannya
"apa maksudnya mencari jati diriku" bergumam kecil
hikaru melirik ke sebelah kanan,ia melihat toru yang sedang duduk sambil tertidur lelap
karena ia enggak mau membangunkan toru yang sedang tertidur,ia pun pelan pelan menuruni ranjang,lalu berjalan pelan pelan kearah balkon
"ahh,ternyata masih gelap ya,apa aku pingsan lagi kah,kurasa aku selalu merepotkan toru" bergumam kecil
angin yang kencang meniup rambut hikaru dengan lembut
"malam yang indah yaa,tuan muda hikaru"
Hikaru terkejut mendengar suara tersebut,ia pun berbalik badanya melihat sumber suara tersebut
"eehhh toru san...!? kenapa sudah bangun?" panik
"tuan muda kenapa panik?" sambil memakaikan mantel kepada hikaru
"dan ini sangat dingin,kenapa tuan muda keluar dengan piyama yang tipis,nanti bisa masuk angin" ucap toru dengan tegas
"toru san,apa aku merepotkan mu? apa kau terbangun karena aku?" ucap hikaru dengan nada pelan sambil tertunduk
"tentu saja tidak,aku bangun dengan sendiri,lagian aku sudah cukup berenegi" balas toru
"bohong"
"tentu saja itu tidak bohong,tuan muda,lagi pula aku sudah lama melayani mu mana,mungkin anda merepotkan kan ku"
"hmm,oh iya toru,agar aku bisa percaya,kalau aku tidak merepotkan mu aku punya permintaan" masih tunduk
"permintaan seperti apa?" tanya toru
"Karena kita sudah sangat lama bersama sama dan sudah ku anggap toru san seperti keluarga ku sendiri jadi....."
"Jadi?"
"hah!?" bingung toru
"ahh maaf,jadi akan ku panggil tuan raja,karena anda sudah ingin naik taktahkan" jawab toru
"ahhh,toru san enggak peka,bukan itu maksudku" nada agak kesal
"terus apa!?"
"toru san panggil nama ku saja,hikaru,jangan panggil tuan muda lagi,karena kita adalah keluarga..!!" ucap tegas hikaru
"tapi itu tidaklah so-"
toru baru saja ingin meneruskan kalimatnya,langsung dipotong oleh hikaru
"pokokknya tidak boleh,jika tidak aku anggap toru san pembohong,aku memang selalu merepotkan toru san " ngambek hikaru langsung menjauh dan memojok
"ahhh,baiklah,aku janji tapi jangan berkata begitu yaa,kau ini sudah mau berjabat sebagai raja tapi masih ngambek aja" ucap toru sambil berjalan mendatangi hikaru yang sedang mojok ngambek.
"beneran nih?" natap toru dengan wajah memelas
"iya beneran" jawan toru
"kalau gitu panggil namaku sekrang" natap toru lebih dekat
"ayolah jangan sepertinya,ini terlalu dekat" ucap toru
hikaru yang tidak memusingkan ucapan toru,ia semakin lama semakin dekat
"baiklah hi..hi...karu" ucap toru nada terbata bata
"ahhh gitu dong" mata berbinar binar dan langsung memeluk toru dengan erat
"ahh sepertinya aku telah mendapatkan kehidupan baru,Tuan ku,"
hikaru yang masih memeluk toru dan toru pun membalas pelukan hikaru dan tersenyum kecil
........................................................................................................................................................................................
Catatan
toru san yang di panggil hikaru
san biasa dipakai di bahasa jepang
san dipakai untuk orang orang yang lebih tua
atau bisa diartikan juga kakak atau abang
san bertujuan untuk menghormati yang lebih tua agar terlihat lebih sopan