
Hari hari dimana aku sebagai anak pangeran telah berjalan,akhirnya aku sudah terbiasa dengan kehidupan baru,yaaa walau ini tidak sesuai keinginanku sih,tapi aku bangga dengan tubuh pangeran ini,walau dia anak yang sering sakit sakitan dia selalu berjuang semampunya sampai bisa
"pangeran terus ayo terus" para prajurit memberi semangat kepada hikaru
"aaaa...aaa" teriak hikaru yang sedang berlatih keras
Roku hanya melihat dari pinggiran bersama para prajurit lainnya
Beberapa menit kemudian
"ahhh,capeknya" tiduran di tanah
"selamat tuan muda anda semakin hari semakin ada kemajuan pesat,dan hari ini anda sudah bisa melawan para prajurit,walau hasilnya seimbang" ucap toru yang datang kearah hikaru yang sedang tiduran tanah
"hmm aku akan penerus ayahanda yang kuat,aku ingin kuat seperti ayahanda" bangun dari tidurnya dan mengangkat satu tangan ke langit
"pasti aku akan melindungi kerajaan ini"
"ahh anda terlalu berlebihan" tertawa kecil
"eeee jangan begitu dong kak toru,harusnya kak toru mendukung ku,bukan menertawaiku" cemberut
"ahh semakin saya mengenal tuan muda anda semakin bawel aja yaa,dan tata krama anda harus di perbaiki" ceramah toru
"tidak apakan kak toru,kita kan udah agak lama berbawaan bersama ,dan kak toru sangan baik padaku" jelas hikaru
"seharus tuan muda jangan terlalu percayakan orang luar seperti saya ini,lagipula saya ini orang luar yang tidak tahu ada asal usulnya sekali" jelas toru
"bagiku orang orang yang udah bekerja disini itu adalah keluarga,kau juga kak toru" wajah hikaru mendekat ke wajah toru
"tuan muda waja anda terlalu dekat,dan itu sangat berbahaya jika anda terlalu menganggap orang luar menjadi keluarga mu bagaimana jika dia mata mata dan ingin mem-.." Baru saja ingin meneruskan kalimatnya Tapi...
Wajah hikaru langsung menjauh dari toru lalu kembali keposisinya untul duduk
"bunuh saja jika ingin dibunuh"
Angin menghebus kencang kearah mereka berdua
Kedua mata toru terbelalak mendengar ucapan tuan mudanya
"karena aku adalah orang lemah,sakit sakitan,jika itu membuat orang itu bahagia bunuh saja" dengan suara aga serak
"tuan muda"
"KARENA KARENA AKU TAK MAU JADI BEBAN AYAHANDA,YANG SELALU MENJAGA KU SETIAP SAKIT,AKU LEBIH BAIK MATI...!!!!" teriak hikaru dengan suara lebih serak
toru baru saja ingin mententun tuan mudanya
"tuan muda tenangkan dirimu" memberikan sapu tangan ke hikaru
"kak toru kau sangat baik padaku,aku yakin kak toru akan menjadi pengawal yang hebat" menatap kedepan sambil menghapus air matanya dengan sapu tangan yang berikan toru
"kak toru berjanjilah kau akan tetap disampingku,aku sudah cukup lama sendirian,aku tahu ayahanda selalu mencari waktu luang untuk menemaniku,tapi aku tak mau jika ayahanda terlalu memaksa kan dirinya"
"deg"
"aku tahu selagi ayahanda punya waktu dengan ku tetap saja,aku sering ayahanda mengerjakan tugasnya setiap malam,aku tak mau ayahadan sakit"
"deg"
"makanya kak toru semenjak kedatangan kak toru,aku sejujurnya sangan senang"
"deg" "deg"
hikaru berbalik badan ke arah toru lalu memegang bajunya dengan erat
"kak toru baik,perhatian,dan masih banyak lagi,aku sudah putuskan kak toru sudah ku anggap kakak ku sendiri,keluarga"
"deg" "deg" "deg"
"maka dari itu kak toru jangan pergi,aku tak peduli asal usul kak toru itu tidak pentingn,maka dari...maka dari itu"
belum saja selesai bicara
tiba tiba
"uhuaakk"
Keluar darah dari mulut hikaru secara tiba tiba
Darah segar yang muncrat begitu saja ditanah
Kedua mata hikaru terbelalak melihat nya
Tak lama hikaru pingsan,dan langsung di tangkap toru
"ahh anak ini sangat ceroboh,dia sangat tahu jika tubuhnya tidak bisa menahan emosinya yang terlalu meledak seperti tadi" mengendong hikaru
"tapi aku sedikit terkejut dengan kejujuran dan keberaniannya,walau hanya dari kata katanya,apakah ini disebut keluarga" gumam kecil toru
Toru prov
Selama ku menjadi pengawal hanya pemuda inilah yang berani mengucapkan bunuh saja aku,ahh sudah lama saat kejadian itu,sudah berapa lama dosa telah ku lakukan