Life Of Being A Prince

Life Of Being A Prince
Chapter 2



"Apakah aku bisa melindungi anakku dengan sekuat tenaga" tanya pada dirinya sendiri


apa kah yang akan terjadi pada hikaru?


apakah dia akan diperalatkan oleh raja iblis?atau kah gin akan melatih hikaru?


Ke esok kan Harinya


"ahh hari yang cerah,sepertinya tubuhku sudah benar benar sehat" ucap hikaru sambil menggerakan tubuhnya


"tok" "tok"


"masuk"


"tuan anda dipanggil beliau untuk menghadap" ucap pelayan dengan sopan


"baiklah saya akan segera kesana"


Para pelayan yang melayani hikaru telah menyiapkan segala yang diperlukan


beberapa menit kemudian


Hikaru langsung menuju ke ruang ayahnya


"tok" "tok"


"ayah ini aku hikaru" ucap hikaru dengan sopan dibalik pintu ruangan ayahnya


"masuk lah nak" ucap Gin


sesuai perintah Hikaru pun bergegas masuk ke ruangan ayahnya


"salam ayah" beri hormat dengan sopan


"duduklah nak"dipersilakan gin untuk duduk


Hikaru pun mengikuti instruksi sang ayah,akan tetapi tak sengaja kedua mata hikaru tertuju ke suatu hewan yang ada pada samping sang ayah


"ayah perlu apa sampai memanggil saya?apa saya punya tugas kah? Atau saya telah membuat kesalahan? " Nada panik Hikaru


sang ayah hanya tertawa kecil


"eeh" raut wajah bingung


"semuanya tidak benar,dan kamu tak membuat kesalahan" ucap sang ayah


"begitu yaa,ahhh leganya,tapi ayah itu hewan apa?" menatap sang ayah bingung


sang ayah menjawab


"ini adalah hewan harimau kecil"


"Kamu tak punya sopan santun kah?"


"eeh"


tiba tiba harimau kecil itu berubah menjadi seorang anak laki laki


"nak pemuda ini umurnya tidak jauh tua dari mu hanya saja beda 3 tahun saja,dan dia akan menjadi pengawalmu" jelas sang ayah


"eeeh,pengawalku?" nunjuk diri sendiri


"iya nak"


"maaf tuan biar saya akan memperkenalkan nama saya"


"ehem kenalkan nama saya Roku,dari kalangan siluman" Ucap roku dengan nada sopan


"tuan roku salam kenal,nama ku hikaru" nada agak gugup


"jangan lah kau panggil aku tuan,kau sendiri yang tuan muda,dan lagi aku masih terlihat mudah ,apalagi kita hanya beda 3 tahun saja"protes Roku


"ahh,baiklah roku"


"semoga kalian cepat akrab,jadi ayah tidak akan takut lagi meninggalkanmu karena tugas,karena nak roku akan menjaga mu dengan baik" senyum ke arah hikaru


"iya ayah,ayah juga harus jaga kesehatan dengan baik,ayah tidak boleh terlalu capek juga yaa" senyum manis kearah sang ayah


"ahh keluarga yang harmonis,walaupun hanya tinggal berdua" ucap roku dalam hati


"baiklah kalian boleh kekuar,ayah mau melanjutkan pekerjaan ayah" nada sopan


"baiklah ayah" nada ber energi


Hikaru dan roku pun keluar dari ruangan gin,mereka berjalan disekitar koridor


Tak lama langkah kaki hikaru terhenti


Roku pun bingung melihat hikaru berhenti tiba tiba


"nee dipikir pikir lagi,saya rasa akan lebih enak dipanggil kak roku,ku rasa itu lebih enak" ucap hikaru


"hei kau,kau kira aku makanan yang telah kau cicipi terasa enak" memukul pelan bahu hikaru


"ehh maksudku lebih enak dengar ,dan terasa lebih akrab" menggaruk belakang leher yang tidak gatal


"terserah,yang penting jangan kau panggil tuan,aku ini pengawalmu dan lagi jika ngomong itu di jelaskan jangan seperti tadi" protes roku


"ahh maaf maaf"


"ahh sepertinya kehidupan ku ini pasti akan lebih banyak tantangan dan lagi aku mendapatkan pengawal yang langsung dari ayahku,tapi sepertinya dunia dikehidupan dulu dan sekarang sama saja tidak ada yang berubah,sama sama tubuhku tetap lemah"