
2 hari kemudian
hari mulai gelap,angin telah berhembus dengan pelan suasana sangatlah tenang aku mulai merasakan semua itu,tangan ku mulai bergerak perlahan,kedua mataku juga perlahan lahan terbuka
"ah a...a..aku di..mana" dengan suara pelan ku
para pelayan yang berada disamping ku terlihat senang saat melihat ku sadar
"tuan hikaru sudah sadar,syukurlah " mata berkaca kaca
"tuan hikaru tunggu disini ya aku akan panggilkan medis untuk memeriksa" pergi meninggalkan hikatu untuk mencari medis
sekarang tinggal aku sendiri lagi,rasanya semua nya terasa berat,mulai dari pernapasan maupun menggerakkan badanku
"sebenarnya apa yang sedang terjadi"guman ku kecil
tak lama kemudian
para medis datang keruangan ku,lalu segera memeriksa ku
"kurasa tuan muda hikaru hanya perlu istrihat saja ,tidak boleh terlalu capek"ucap medis itu kepada para pelayan yang menjagaku
para pelayan itu pun mengangguk mengerti apa yang diucapkan medis itu
setelah selesai pemeriksaan medis itu pun pamit pergi
satu pelayan mendatangi ku,lalu duduk disamping ranjangku
"tuan muda hikaru,kami sangat bersyukur anda bisa sadar kembali,tuan raja sangat sedih melihat tuan muda belum sadar pada saat itu" ucap pelayan itu sambil mengelus kepala ku dengan lembut
"maaf telah membuat semua khawatir"nada sedih
"tidak tuan muda,tuan muda tidak perlu minta maaf,kami sudah sangat senang bisa melihat tuan muda sadar kembali,sekarang tuan muda istirahat yang banyak nya" pelayan itu pun berdiri dari ranjang lalu menarikkan selimut
pelayan itu pun segera mematikan lampu dan keluar dari ruanganku,sementara aku segera menutup mataku perlahan lahan kesadaran ku hilang dan tertidur.
ke esokkan pagi
hikaru yang merasa sehat kembali,ia pergi keluar untuk menghirup udara segar
para prajurit melihat hikaru seperti ketakutan,karena kejadian sebelumnya
hikaru yang lupa dengan kejadian itu ia menyapa pada para prajurit
"selamat pagi" penuh semangat
hikaru yang tidak menyadari tingkah laku prajuritnya ia hanya pergi berjalan menelusuri koridor
para prajurit menghela napas lega,karena perginya hikaru
Sementara itu
Taro yang berhasil keluar diam diam dari kediaman Takayuki
ia pergi ke kerajaan iblis untuk melapor kepada rajanya
"tuan aku punya berita bagus" senyum tipis sambil membungkuk sopan
"katakan,berita apa itu" ucap raja iblis
"di kediaman Takayuki mereka punya keturunan yang mewarisi kekuatan yang sangat besar,mungkin jika kita dapatkan anak itu,kita akan mendapatkan keuntungan yang besar" senyum licik taro
"hmm kedengaran nya boleh juga,aku tidak menyangka keturunannya bisa mewarisi kekuatan yang besar" ucap raja iblis sambil berdiri dari kursi singgahsananya
"taro aku ingin kau selidiki lebih banyak anak itu,ingat jangan sampai ketahuan kau paham" dengan nada tegas
"aku mengerti tuan,serahkan saja pada ku semuanya" memberi hormat dengan sopan ,lalu pergi dengan cara menghilang
"Hmm kau lihat saja aku pasti akan mendapatkan keturunanmu untuk mengalahkan mu Gin,kita lihat siapa yang akan menguasai dunia sihir ini,hahahahhahahaha"
raja iblis itu tertawa jahat terdengar sampai seisi ruangan
sementara itu
Hikaru yang menatap langit
"apa dikehidupan kedua ini akan lebih baik,atau apakah aku akan melakukan kesalahan lagi" guman hikaru kecil
Gin takuya yang melihat hikaru dari kejauhan dengan raut wajah cemas,ia takut anaknya bisa melakukan hal sebelumnya.gin mengingat kata medis bahwa "jika hikaru melakukan sihir sebesar itu yang melewati batasnya itu akan membuat tubuhnya hancur"
gin pun takut kehilangan anak satu satunya
"Apakah aku bisa melindungi anakku dengan sekuat tenaga" tanya pada dirinya sendiri
apa kah yang akan terjadi pada hikaru?
apakah dia akan diperalatkan oleh raja iblis?atau kah gin akan melatih hikaru?