
Di Suasana Siang hari yang cukup terik, Didalam Sebuah Gedung sekolah, Terlihat 4 Orang yang sedang berdiri dikoridor Gedung tersebut.
"Eh?!" Ujar Siswa yang bernama Nolland.
"Bu Olivia, Penanggungjawab Klub Supranatural?" Lanjut Tanya Nolland sambil menatap Seorang Guru bernama Olivia.
"I-Iya aku penanggung jawab Klub Supranatural." Jawab Bu Olivia.
"Eh..., Kira-kira apa saja yang dilakukan Klub Supranatural?" Tanya Nolland.
"Hehe..., Baiklah sepertinya kau cukup penasaran, Ikutlah dengan kami." Ujar salah satu Siswa yang berdiri dihadapan Nolland dan Bu Olivia.
Mereka semua pun pergi menuju ke salah satu Ruangan yang berada ditengah-tengah Gedung tersebut, dan disana terdapat Pintu yang bertuliskan "Klub Peneliti Supranatural".
"Disinilah Markas kita dan Tempat kami semua meneliti semua hal yang berbau Supranatural." Ujar Siswa yang menunjukkan jalan barusan.
Terlihat didalam Ruangan tersebut terdapat Barang-barang yang cukup Aneh, Namun Tidak cukup Aneh bagi Nolland, karena Nolland sudah banyak melihat Barang-barang tersebut didunia-dunia yang dikunjungi Sebelumnya.
Terdapat pula sebuah Meja yang cukup besar yang memiliki 5 Kursi dan disalah satu Kursi tersebut terdapat Seorang Wanita yang duduk sambil memegang Handphone nya.
"Oiya kami belum memperkenalkan diri ya."
"Perkenalkan Namaku adalah Togashi Sora." Ujar Siswa yang menunjukkan jalan itu.
"Namaku Dewi Melati, Hehe mungkin Namaku sedikit memalukan." Ujar Siswi yang sedari tadi berada disamping Sora.
"Dan yang duduk dikursi itu bernama Utrenyaya Rosa." Tunjuk Sora.
"Panggil saja aku Rosa." Sambung Siswi yang bermain Handphone tersebut.
"Dan sebenarnya masih ada 1 lagi orang di Klub ini, tapi dia sepertinya sedang sibuk."
"Iya dia adalah Pendiri sekaligus Ketua Klub ini, dia bernama Lantian Shijie."
"Perkenalkan namaku Lucie Nolland, Lalu apa yang kalian lakukan diklub ini?" Tanya Nolland.
"Hehe..., Seperti nama Klub ini, Kami semua meneliti segala jenis Aktifitas Supranatural yang ada di dunia ini, Mulai dari yang hanya Mitos sampai yang terbukti." Ujar Sora dengan wajah yang percaya diri.
"Bukan hanya itu, Kami juga sesekali mengunjungi Lokasi kejadian Aktifitas Supranatural Tersebut." Sambung Melati yang tak kalah Percaya diri nya.
"Lalu apa yang sudah kalian dapatkan?" Tanya Nolland kembali.
Sejenak tiba-tiba ruangan hening, tak ada satupun Suara, yang terdengar hanya suara ketikan jari dari Rosa yang sedang bermain Handphone.
"Eh..., Yang kami temukan...." Ujar Sora dengan wajah kebingungan.
"Kami menemukan..." Lanjut Melati yang juga kebingungan.
"Hmmm..., Jadi intinya kalian belum menemukan apapun?" Sambung Nolland.
"Tidak..., Sebenarnya kami sudah menemukan banyak hal, Tapi kami belum bisa memastikan hal itu." Seketika Sora menaikkan nada nya karena panik.
"Benar..., Kami telah menemukan..., Ah Kami menemukan Barang Aneh itu disebuah Hutan." Ujar Melati sambil menunjuk salah satu barang yang terlihat seperti sebuah Patung.
"Bukankah itu hanyalah Patung biasa." Jawab Nolland dengan sangat yakin.
"I-Itu bukan patung biasa, Patung itu dikabarkan adalah sebuah Segel dari Makhluk Astral yang sangat kuat." Jelas Melati dengan memalingkan Wajahnya.
"Heeee..., Jadi kenapa itu terlihat seperti Patung Polos, Karena setauku jika memang Sebuah Segel, Patung itu harusnya memiliki sebuah Mantra disekeliling patung tersebut." Ujar Nolland dengan wajah serius.
"Eh?!"
Mendengar hal itu Sora dan Melati mulai panik, Kemudian mencari-cari hal yang bisa digunakan untuk meyakinkan Nolland.
Namun, Sepertinya semua hal yang ditunjukkan oleh Nolland dapat dia Bantah dengan Hal-hal yang cukup masuk akal.
"Jadi Intinya kalian belum menemukan apapun selama didalam Klub ini?" Tanya Nolland.
"T-Tidak, kami sering meneliti hal-hal yang berhubungan dengan Supranatural kok, Namun sebenarnya hampir semua nya tidak dapat dibuktikan." Jawab Sora dengan wajah yang tiba-tiba Murung.
"Heh..., Jadi Intinya hal Supranatural benar-benar tidak ada?" Dengan mengatakan Hal itu Nolland membuat Sora dan Melati terdiam.
"Tidak juga." Potong Rosa yang sedari tadi bermain Handphone nya.
"Maksudmu?"
"Lihat ini." Ujar Rosa sambil menunjukkan Sesuatu yang ada di Handphone.
Didalam Handphone nya tersebut terlihat sebuah Video yang menunjukkan seorang Pria berhasil selamat dari Tabrakan Truk, Menghindari Barang berat yang jatuh dari atas, dan hal-hal yang sangat kebetulan terjadi.
"Apa ini?" Tanya Nolland sekali lagi.
"Ini adalah Video orang yang sedang ramai dibicarakan karena berhasil selamat dari Maut berkali-kali.
"Kau dapat Video ini darimana?" Tanya Nolland lagi.
"Pria ini seakan-akan memiliki kemampuan untuk melihat Masa Depan." Sambung Rosa dengan wajah yang datar.
"Profiteia."
Profiteia adalah sebuah Skill yang mampu membuat sang Pengguna dapat melihat Masa Depan dengan Akurasi 100%, Semakin besar Kekuatan sihir sang Pengguna maka semakin Jauh Masa Depan yang dapat dilihat sang Pengguna.
"Eh Prof apa?" Tanya Bu Olivia dari belakang.
"Ah Tidak bukan apa-apa." Jawab Nolland.
"Tapi itu belum membuktikan kalau kalian benar-benar menemukan sesuatu." Ujar Nolland.
"Oleh karena itu aku ingin kau meneliti orang ini." Jawab Rosa dengan wajah Serius.
"Kenapa harus aku?" Tanya Nolland.
"Tentu saja, Jika kau meragukan kami, Maka setidaknya kau buktikan kalau kau memang lebih hebat dari kami, Memang kami belum membuktikan apapun, Tapi kami memiliki banyak Informasi seputar hal-hal Supranatural, Karena itu lah kami menamai Klub ini dengan Klub Peneliti Supranatural." Jelas Rosa dengan wajah serius.
"Baiklah kalau begitu, jika memang benar kalau Pria itu seperti yang kalian kira, Aku berjanji akan Bergabung dengan Klub ini, Tapi jika bukan aku tidak akan bergabung." Ujar Nolland dengan wajah serius, dan berpamitan.
......................
Saat dalam perjalanan keluar gedung, Nolland dan Bu Olivia berjalan, serta sedikit berbincang.
"Ibu hebat juga ya, bisa menjadi Penanggung jawab Klub itu." Ujar Nolland sambil berjalan berdampingan dengan Bu Olivia.
"Ya Sebenarnya aku menjadi Penanggung jawab Klub itu, karena sang Ketua Klub itu Shijie, Pernah menyelamatkan ku dari sebuah Kecelakaan, dan dia memintaku untuk menjadi Penanggung jawab Klub nya itu." Jawab Bu Olivia.
"Kenapa ibu selalu melakukan hal itu, bukankah dengan Berterimakasih saja sudah cukup, tanpa harus membalas sampai sejauh itu, bagaimana jika mereka hanya ingin memanfaatkan ibu saja." Ujar Nolland yang kemudian tiba-tiba berhenti sejenak.
"Bukan Begitu Nolland, Aku sebenarnya cukup senang jika ada orang yang mengandalkan ku, Sejak dulu aku selalu hidup selalu disalahkan oleh orang tua ku, Jadi saat pertama kali ada orang yang mengandalkan ku, Hal itu membuatku sangat bahagia." Jawab Bu Olivia dengan senyumannya.
"Jadi jika aku memiliki Hutang seperti itu, Sebisa mungkin aku harus membalasnya, karena aku tidak mau disalahkan atas apa yang telah kulakukan, dan apa yang telah dia lakukan padaku." Sambung Bu Olivia.
"Heeeh..., Bu Olivia benar-benar Hebat ya, Masih Muda seperti ini sudah memiliki Pemikiran seperti itu." Jawab Nolland dengan wajah kagum.
"Hahaha..., Tapi aku jauh lebih tua dari mu, dan aku juga sudah mau hampir masuk usia 30."
"Tidak, itu tidak benar, Bu Olivia sudah cukup hebat, karena memiliki pemikiran seperti itu, Kau berusaha keras menjadi orang yang tidak terlalu bergantung kepada orang lain, dan tidak mau memanfaatkan Kebaikan orang lain, itu sudah bagus."
"B-Benarkah?"
"Iya itu benar, Bu Olivia memang sangat cocok menjadi seorang Guru, yang akan membimbing Murid nya menjadi Pribadi yang baik, Tapi ada baiknya Ibu juga menyeleksi semua permintaan orang-orang yang telah menyelamatkan ibu."
"B-Baiklah.., Kalau itu aku berusaha menyeleksi nya." Jawab Bu Olivia dengan wajah semangat.
"Hahaha..., Jika memang Ibu Punya Masalah ibu bisa meminta bantuan ku, tidak perlu sungkan, aku akan membantumu sebisaku." Ujar Nolland dengan tersenyum.
"B-Baiklah..., Kalau begitu mulai sekarang Mohon Bantuannya ya." Jawab Bu Olivia sambil berjabat tangan dengan Nolland.
......................
Disuatu Tempat terdapat Segerombolan orang-orang yang sedang mengelilingi Seorang Pria.
"Hei..., Bukankah kau orang yang sedang ramai dibicarakan itu?" Ujar salah satu orang yang mengelilingi Pria tersebut.
"Haha..., Benar dia adalah Pria yang Selalu selamat dari maut."
"Hei..., Apakah kau mau bergabung dengan kami?"
"HAHAHAHA...."
Orang-orang itu pun tertawa.
"Apa kalian sudah selesai?" Ujar Pria itu dengan tatapan yang tajam.
"HAH?! KAU MENANTANG KAMI?"
Orang itu pun menarik baju Pria tersebut dengan sangat sangat Keras, Namun...
*BLAM!
Pria itu memukul orang itu sampai terpental cukup jauh, dan terlihat Orang itu seketika Pingsan.
"SIALAN KAU." Setelah melihat hal itu, semua orang yang mengelilingi Pria itu pun berlari menghampiri Pria tersebut.
"Profiteia."
Dengan Tatapan yang tajam tiba-tiba kedua Mata Pria itu berubah menjadi Kuning dengan Motif Bergambar Jam.
------------>>>>>