Last Wish And The Beginning Of Journey

Last Wish And The Beginning Of Journey
Ch. 03 Hidup Baru



Disebuah Perpustakaan dipusat kota, terlihat seorang Pemuda yang keluar dari sana, Pria itu berjalan menjauh dari Perpustakaan itu, dan menatap Keatas.


"Hmmm..., Sekarang aku mengerti betapa mengerikannya Dunia tanpa sihir ini." Ujar Pria itu yang diketahui bernama Nolland.


"Jadi Intinya Dunia saat ini memang sedang dalam keadaan Damai, karena Perjanjian antar Negara, dan diawasi oleh Organisasi Dunia yang bernama PBB."


"Sihir didunia ini hanya dianggap Mitos dan Dongeng Belaka, walau ada beberapa Saksi atau Pengguna Sihir yang memang sudah menampakkan diri."


Sambil berbicara sendiri dia pun pergi kesebuah Gang sempit dan...


"Fly" Nolland pun Terbang keangkasa, kemudian Menatap Kota dari atas langit.


"Untuk saat ini yang harus kulakukan adalah Beradaptasi dengan Warga disekitar Kota ini terlebih dahulu."


"Dilihat dari Perawakan ku, sepertinya aku masih terlihat seperti Anak Muda yang biasa mereka sebut SMA."


"Baiklah Pertama-tama aku harus mendaftarkan diriku, untuk mendapatkan sesuatu yang disebut Kewarganegaraan."


Nolland pun pergi kesebuah gedung yang bernama Pusat Pelayanan Masyarakat.


-


Setelah beberapa Jam dia Mengurus Sesuatu yang bernama Kewarganegaraan, walau menggunakan sedikit Sihir "Mind Control"


Sebuah Sihir yang mampu mengendalikan seseorang yang lebih lemah dari sang Pengguna, dalam segi Fisik, Aura, dan Sihir.


"Fiuh..., Cukup merepotkan juga, tidak seperti dunia-dunia yang kukunjungi sebelumnya." Ujar Nolland sambil memegang beberapa Berkas.


"Baiklah sekarang aku tinggal mencari Tempat tinggal, Namun sebelum itu aku harus memiliki Uang terlebih dahulu."


"Create"


Create adalah sebuah Sihir yang membuat Sang Pengguna dapat menciptakan Benda Apapun, Tergantung Besar Sihir yang dimiliki Pengguna, semakin Kuat Sihir Pengguna maka semakin Leluasa Sang Pengguna Menciptakan Apapun.


"A-APA INI?" Ujar seorang Pria yang menjaga sebuah Toko yang menyajikan berbagai macam Berlian.


Sebuah Berlian yang berukuran Genggaman Tangan, yang diletakkan disebuah Kotak Hitam, serta terdapat sebuah Kertas yang diperlihatkan oleh Nolland.


"Jadi apakah ini benar milikmu, Nak?" Tanya Penjaga Toko tersebut.


"Iya.., Ini adalah Peninggalan Orang tua ku, Mereka sudah tiada, dan hanya meninggalkan aku Berlian ini." Jawab Nolland dengan Wajah Serius.


"T-Tapi tidak bisa membeli Berlian ini, tanpa surat Wasiat Orang Tua mu, jadi jika kamu benar-benar ingin menjual nya tanpa surat wasiat, maka kami hanya bisa membayar segini." Ujar Penjaga Toko itu sambil menunjukkan sebuah Alat seperti Papan, yang biasa disebut Tablet.


"Mind Control"


-


Nolland pun pergi dari Toko itu sambil membawa sebuah Koper, dan Pergi kesuatu tempat yang disebut Bank, disana Nolland Membuat Sebuah hal yang disebut Rekening Bank, dan menaruh semua uang nya disana.


"A-Apa ini benar semua Uang mu, Nak?" Ujar Wanita yang melayani Nolland.


"Iya ..., ini adalah uang Peninggalan orang tua ku, mereka berdua sudah meninggal." Jawab Nolland dengan wajah Tenang.


"B-Baiklah..., Aku akan memproses nya segera."


"Baiklah..., Lebih baik aku menyewa tempat tinggal agar menimbulkan kecurigaan yang berlebih." Ujar Nolland didepan Tempat tersebut.


Nolland pun masuk ke sana, dan diberi beberapa Rekomendasi Apartemen yang cukup untuk Ditinggali satu Orang.


Nolland memilih tempat yang cukup sederhana, sebuah Kamar Apartemen yang hanya berisi Sebuah Ruang Tamu yang cukup luas, dengan Dapur, dan satu Kamar mandi, serta Toilet.


-


Setelah semua siap, Mulai dari Kewarganegaraan, Uang, dan Tempat tinggal, Nolland pun tidak berhenti sampai disana, Dia pun pergi ke sebuah Tempat Pusat Perbelanjaan, membeli semua kebutuhan Rumah, mulai dari Kasur, Alat-Alat memasak, tak lupa Nolland membeli beberapa Alat Elektronik antara lain Televisi, Laptop, dan Smartphone.


Malam pun tiba, Nolland akhirnya benar-benar sudah selesai dengan semua Kebutuhannya untuk tinggal didunia baru ini.


"Fiuh..., Seperti biasa, Hari pertama aku dilemparkan kedunia Baru, pasti sangat Merepotkan."


Tiba-Tiba muncul sebuah Cahaya Terang dihadapan Nolland, Dari Cahaya itu terlihat seorang Wanita.


Wanita tersebut diketahui bernama Rosemarry Sang Dewi Perdamaian.


"Selamat Malam, Nolland maaf ya aku baru bisa menghubungi mu, karena Dunia yang kau tempati saat ini, cukup rumit untuk ditembus Kayangan." Ujar Rosemarry.


"Tidak apa-apa, Aku juga mengerti, Dunia ini benar-benar cukup rumit, dan aku juga merasakan ada sebuah Segel yang amat sangat kuat menyelimuti Dunia ini." Jawab Nolland dengan Nada yang serius.


"Benarkah? Apa itu sumber masalahnya?"


"Tentu saja bukan, Sumber masalahnya adalah, Siapa yang mampu membuat Segel sekuat ini, yang bahkan kalian para Dewa-dewi pun sampai kerepotan menembusnya." Jawab Nolland dengan Menyentuh Dagu nya.


"Benar juga, Bagaimana jika orang itu jauh lebih kuat dari kami?" Tanya Rosemarry.


"Itu yang aku takuti, Dunia ini cukup Ideal untuk menyembunyikan diri, dari Kalian para dewa-dewi, karena Dunia ini memang pada dasarnya tidak memiliki Sihir, yang membuat kalian tidak memperdulikan dunia ini."


"Benar juga, Tapi kenapa para Petinggi baru menyadarinya sekarang? padahal kami tidak mendeteksi Ancaman apapun dari dunia ini."


Pasti ada yang disembunyikan para Kakek tua itu, dari para Dewa-dewi, dan bahkan diriku, jika benar, Apa yang mereka Sembunyikan, dan Apa Maksudnya?


Ujar Nolland dari dalam Hati nya.


"Baiklah..., Besok aku akan menyelidiki nya, Namun untuk sekarang aku harus beradaptasi dengan Manusia disini, dan Dunia ini Terlebih dahulu."


"Baiklah kalau begitu, aku harap kamu dapat menyelesaikan misi ini, agar para Petinggi dapat mengabulkan Keinginanmu, Sampai jumpa." Jawab Rosemarry yang tidak lama menutup Komunikasi nya.


Beberapa Menit berlalu setelah Rosemarry menutup Komunikasi, Nolland yang duduk diatas tempat tidur nya, Berpikir sejenak tentang hal apa yang terjadi didunia ini.


"Pertama, yang harus aku ketahui, adalah apakah didunia ini benar-benar tidak ada sihir, atau mereka hanya menyembunyikan diri saja."


Setelah mengatakan itu, Nolland pun tidur ditempat tidurnya.


-


Keesokan hari nya.


-------->>>>>>