Last Wish And The Beginning Of Journey

Last Wish And The Beginning Of Journey
Ch. 04 Sekolah



*Klik Klik Klik


Terdengar suara dari dalam sebuah Kamar Apartemen, didalam Kamar tersebut terdapat seorang Pemuda yang sedang menghadap Laptop dengan sangat serius.


"Cukup merepotkan juga mendaftarkan diri kesebuah Sekolah." Ujar Pemuda yang diketahui bernama Nolland.


"Aku hanya harus mencari sekolah yang Standard saja, karena aku juga tidak mau membuat diriku mencolok."


Ketika sedang mencari sekolah yang dia incar, akhirnya dia menemukan sebuah Sekolah yang terlihat biasa, Setelah melihat isi Profil sekolah itu, Sudah sangat jelas sekolah ini benar-benar sangat Standard dan tidak terlalu mencolok.


"Hmmm..., Sepertinya aku memilih sekolah ini saja." Ujar nya dengan wajah senang.


-


Beberapa Jam pun berlalu, dengan menggunakan semua pengetahuan dan sedikit Sihir, akhirnya Nolland pun berhasil Mendaftarkan diri kesekolah tersebut.


Setelah selesai mendaftarkan diri, dia pun pergi berbelanja segala jenis perlengkapan, mulai dari Tas, Sepatu, dan Alat-alat Tulis, disebuah Pasar.


"Baiklah..., Dengan begini aku hanya perlu menunggu hari aku masuk sekolah saja." Ujar nya diperjalanan pulang.


-


Malam pun tiba, Saat Nolland sedang membaca Buku Pelajaran yang dia pinjam diperpustakaan, Tiba-tiba muncul Cahaya dihadapan nya, Didalam Cahaya itu terlihat seorang Wanita yang diketahui bernama Rosemarry Sang Dewi Perdamaian.


"Selamat Malam Nolland, Bagaimana persiapannya?" Sapa Rosemarry dengan Senyuman.


"Kenapa Kau hanya muncul saat malam hari?" Tanya Nolland dengan wajah Kerepotan.


"Ya..., Aku juga disini sibuk, Sebagai Dewi Perdamaian, Jadi terkadang aku lupa menghubungi mu." Jawab Rosemarry dengan Senyumnya.


"Haaah..., Semua persiapannya sudah selesai, aku tinggal menunggu hari aku masuk sekolah saja." Jawab Nolland sambil memegang sebuah Buku.


"Wow..., Cepat sekali, Sang Pahlawan Terkuat memang sangat handal untuk mempersiapkan segalanya ya."


"Itu sudah jelas, Mempersiapkan segalanya adalah awal untuk menyelesaikan sebuah Misi."


"B-Benar juga."


"Oiya..., Rosemarry Apakah kau mengetahui sesuatu, Tentang Segel yang aku sebutkan kemarin?" Tanya Nolland.


"Hmmm..., Aku juga sedang mencaritahu hal tersebut, tapi aku belum menemukan apapun." Jawab Rosemarry dengan wajah yang cukup kebingungan.


"Oke..., Sepertinya aku yang harus mencaritahunya sendiri." Ujar Nolland sambil menutup Buku yang dia pegang, kemudian menidurkan diri.


"Baiklah..., Kalau begitu semoga kau berhasil, Aku akan mencaritahu sebisaku." Tutup Rosemarry yang kemudian Cahaya itu pun menghilang


"Sebenarnya Segel apa itu, sejak kapan Segel itu terpasang, dan siapa yang membuat Segel Sebesar itu, Bahkan Segel itu menutupi seluruh Dunia ini."


Setelah mengatakan hal tersebut Nolland pun Tidur.


......................


Keesokan Hari nya, Nolland pun keluar dan terbang mengelilingi Kota untuk memeriksa seisi kota, dan akhirnya terbang setinggi mungkin, Hingga saat dia sampai di Ketinggian 40.000 Kaki dia melihat sebuah Aura yang cukup aneh.


"Segel ini sepertinya sangat kuat dan Rumit." Ujar nya yang kemudian Nolland pun mencoba untuk menyentuh segel tersebut.


*Bzzzzt


"Auch..."


Terlihat Tangan Nolland seperti tersabar sebuah Listrik yang cukup kuat.


"Segel yang sangat kuat, jika bukan aku yang menyentuhnya pasti orang itu sudah Mati." Ujar nya sambil menggerakkan Tangannya yang sedang menyembuhkan diri.


Dilangit yang sangat Biru, serta hembusan Angin yang sangat kencang, Nolland berpikir sejenak.


"Untuk saat ini, aku harus fokus beradaptasi terlebih dahulu, dan mencari Informasi sebanyak mungkin." Ujar nya yang kemudian dia terbang turun kedaratan.


......................


Ditengah Kota yang cukup Ramai, Terlihat Nolland yang sedang berjalan seperti mendengar sesuatu.


"Anu..., Aku tidak membawa uang lebih." Terdengar suara seorang Wanita ditelinga Nolland.


Sontak Nolland pun menghampiri sumber suara tersebut, dan mendapati Seorang Wanita yang sedang dikelilingi Pria yang tinggi besar.


"Aku benar-benar tidak membawa uang lebih, Uangku hanya cukup untuk Ongkos naik Kereta saja." Ujar Wanita itu dengan wajah yang ketakutan.


"Kalau begitu kita bisa memeriksa Isi Tas mu itu kan?" Ujar salah satu Pria yang mengelilingi Wanita tersebut.


"Kumohon jangan."


"Permisi..., Ada masalah apa ya ini?" Potong Nolland sambil menghampiri mereka semua.


"Ya..., Sepertinya Kakak itu sedang ketakutan, jadi kupikir sepertinya aku bisa menolong nya."


"JANGAN SOK JADI PAHLAWAN KAMU YA BOCAH." Teriak Salah satu Pria disana.


Kemudian Semua Pria tersebut menghampiri Nolland, dan mendorong Nolland.


"Aku tidak ingin jadi Pahlawan kok, bukannya sudah menjadi hal umum, jika menolong seseorang yang kesulitan." Jawab Nolland dengan santainya.


"INI BUKAN URUSAN MU BOCAH SIALAN." Ujar Pria tinggi itu sambil menarik Baju Nolland.


Namun, Tiba-tiba dari Ujung Gang tersebut terlihat seorang Polisi Muncul.


"HEI..., APA YANG KALIAN LAKUKAN DISANA?" Teriak Polisi itu dan berlari menghampiri mereka semua.


"Gawat..., Semua nya Lari." Ujar salah satu Pria tersebut.


Pria tinggi itu pun melepaskan Baju Nolland, dan Berlari menjauh.


"Apakah kalian Baik-baik saja?" Tanya Polisi itu.


"Aku baik-baik saja Pak." Jawab Nolland.


"Aku juga Baik-baik saja, Terima Kasih pak." Jawab Wanita itu dengan sedikit mengeluarkan air mata.


"Baiklah..., Untuk sementara ikutlah dengan ku, aku akan mengantar kalian." Ujar Polisi itu dan mengawal mereka berdua sampai ke stasiun.


Sesampainya mereka di Stasiun, Mereka menundukkan kepala mereka dan berterima kasih kepada Polisi tersebut.


"A-Anu..., Terima kasih sudah menyelematkan ku." Ujar Wanita tersebut kepada Nolland.


"Tidak apa-apa, lagipula bukan aku yang menyelamatkan mu Kak, Tapi Pak Polisi itu." Jawab Nolland


"Tapi jika bukan karena mu, mungkin tas ku sudah dibawa oleh mereka, Soalnya didalam Tas ku ini ada Barang yang cukup berharga."


"Tidak apa-apa, Lain kali lebih baik Kakak, jangan lewat Gang kecil seperti itu lagi." Jawab Nolland dan meninggalkan Wanita itu di Stasiun.


"T-TUNGU..." Teriak Wanita itu yang berusaha memanggil Nolland.


......................


Beberapa Hari pun berlalu, Akhirnya hari dimana Nolland pertama kalinya pergi kesekolah.


Dengan Seragam yang baru, Nolland berjalan menuju sekolahnya, Sesampainya disekolah Nolland Pergi keruang Guru terlebih dahulu, untuk memperkenalkan dirinya disana.


"Permisi..., Perkenalkan Aku Lucie Nolland."


"Oh..., Kau Datang lebih cepat dari yang kukira ya, Nolland." Ujar salah satu orang disana.


"Perkenalkan Namaku, Adalah Albert Abraham, aku adalah Kepala Sekolah disekolah ini." Lanjutnya sambil menyondongkan Tangan kanannya.


"Salam Kenal, Pak Albert." Jawab Nolland dan berjabat tangan.


"Baiklah Nolland, Mulai hari ini kau akan ditempatkan dikelas 11-3, dan Biarkan Ibu Olivia yang mengantarmu kesana."


"BU OLIVIA." Teriak Pak Albert memanggil.


"Baik pak." Jawab seorang wanita disalah satu Meja.


"Ibu Olivia, dia adalah Murid Pindahan yang aku bicarakan kemarin." Ujar Pak Albert.


"Perkenalkan namaku adalah Lucie Nolland."


"Perkenalkan Namaku--- Eh?!"


"Kau bukankah Pemuda yang kemarin?" Ujar Bu Olivia sambil Menunjuk Nolland.


"Ha..., Ibu adalah Kakak yang waktu itu di Gang?"


"Eh?! Kalian sudah pernah bertemu satu sama lain?" Tanya Pak Albert.


Tiba-tiba Bu Olivia menggenggam Tangan Nolland, dan Tersenyum Bahagia.


"Akhirnya aku menemukanmu, Aku ingin membalas kebaikanmu waktu itu." Ujar Bu Olivia dengan wajah gembira.


"Hah?! itu tidak perlu Bu." Jawab Nolland dengan nada kebingungan.


"Tidak..., Aku tidak akan tenang jika tidak membalas kebaikan seseorang." Dengan wajah yang serius Ibu Olivia ini menatap tajam Nolland.


------------->>>>>>>