
"A-Anu..., Bu Olivia..., Bisakah kau melepaskan Tanganku?" Ujar Seorang Murid yang sedang digenggam oleh salah satu guru, didalam Ruang Guru sebuah Sekolah.
"Eh?! Ah Maafkan aku..." Jawab Guru tersebut sambil melepaskan genggaman tangannya.
"Ehem..., Aku tidak tau apa yang telah terjadi kepada kalian, Aku Berharap kalian tidak menjalin hubungan Antara Guru dan Murid, karena itu adalah Hal yang Dilarang." Sambung seorang Pria yang berdiri tepat ditengah-tengah mereka berdua.
"T-Tidak..., Bukan begitu Pak Albert, Sebenarnya beberapa hari yang lalu, Nolland ini telah menyelamatkan ku dari para Brandalan dijalan." Jawab Guru yang diketahui bernama Olivia.
"Baiklah..., Tapi kamu juga harus lebih bisa menahan dirimu, Kamu ini adalah seorang guru." Ujar Pria yang diketahui bernama Albert.
"Baik..., Maafkan aku." Jawab Bu Olivia dengan wajah menyesal.
*DING DONG DING DONG
Suara Bel yang terdengar keseluruh penjuru Sekolah, Menandakan kalau Kelas sudah dimulai.
"Baiklah..., sebaiknya kalian berdua bergegas pergi menuju sekolah, Bu Olivia aku serahkan Nolland kepadamu." Ujar Pak Albert yang mempersilahkan mereka keluar dari ruang guru.
"BAIK!!!" Jawab Nolland dan Bu Olivia secara bersama, dan meninggalkan Ruang Guru.
......................
"Maafkan aku ya Nolland, Aku memang suka sulit menahan diri." Ujar Bu Olivia sambil berjalan berdampingan dengan Nolland.
"Tidak apa-apa Bu." Jawab Nolland.
"Aku sebenarnya tipe orang yang mudah kepikiran tentang Balas Budi, Karena itu aku harus segera membalas Budi ku kepada mu, Agar aku tidak memikirkan hal ini terus menerus." Ujar Bu Olivia sambil menundukkan kepala nya.
Dengan wajah yang cukup terkejut, Nolland Sontak berhenti sejenak, hal itu membuat Bu Olivia juga berhenti dan memandang Nolland dengan Bingung.
"Ada apa Nolland?" Tanya Bu Olivia.
"Baiklah Bu, aku mengerti." Jawab Nolland sambil menatap Bu Olivia.
"Mengerti apa?"
"Aku ingin kau membayar Balas Budi mu, dengan Mengajakku berkeliling Sekolah ini." Jawab Nolland dengan tersenyum.
"Eh?! Hanya itu?" Tanya Bu Olivia sekali lagi.
"Iya..., Aku juga belum begitu paham tentang denah Sekolah ini, walau aku sudah membaca nya di Website Sekolah ini, karena itu akan lebih mudah jika ada orang yang mau menunjukan Sekolah ini." Jawab Nolland.
Bu Olivia yang mendengar kata-kata itu cukup terkejut, karena Nolland mengatakan hal itu dengan wajah yang cukup serius.
"Baiklah..., Aku akan mengajak mu keliling Sekolah ini." Jawab Bu Olivia dengan senyuman.
Setelah Mengakhiri Percakapan mereka, Akhirnya mereka pun melanjutkan Perjalanan mereka menuju kelas 11-3 dimana Tempat Nolland akan belajar.
*SREEEET
Suara Pintu terbuka, yang disusul dengan kedatangan Bu Olivia yang menggenggam Sebuah Buku dan Tempat Pensil.
"Selamat Pagi semua, Duduklah, Hari ini Ibu mau memperkenalkan Murid Pindahan Baru." Ujar Bu Olivia didepan kelas.
"Eh Murid Baru?"
"Wow..., Rumor tentang Murid Baru benar-benar ada."
"Kira-kira Laki-laki atau Perempuan ya."
Suara dikelas itu pun tiba-tiba cukup ricuh setelah mendengar kabar dari Bu Olivia tentang Murid baru.
*PROK PROK
Suara Tepuk Tangan yang datang dari arah Bu Olivia.
"Baiklah semuanya tolong Tenang." Ujar Bu Olivia yang berusaha menenangkan seisi kelas.
Seketika Kelas menjadi Hening, setelah mendengar kata-kata Bu Olivia.
"Baiklah..., Silahkan Masuk."
Setelah mendengar Panggilan Bu Olivia, Nolland pun Melangkah Masuk kedalam kelas, dan langsung mengambil Spidol yang ada dipapan tulis, Kemudian Nolland Menuliskan Nama nya dipapan Tulis.
Terlihat dipapan tulis, Tertulis dengan jelas Nama LUCIE NOLLAND.
"Perkenalkan namaku adalah Lucie Nolland, aku datang dari Kota sebelah, Alasanku Pindah karena Orang tua ku sudah tiada, dan aku memutuskan untuk tinggal sendiri dikota ini." Ujar Nolland yang memperkenalkan dirinya kepada seisi kelas.
Mendengar Hal itu tiba-tiba Seisi kelas terdiam seribu kata.
"B-Baiklah..., Sepertinya tidak ada pertanyaan lagi ya----"
"Tunggu dulu." Terdengar Suara dari Belakang Barisan.
"Aku ingin bertanya." Ujar salah satu Murid Lelaki dibelakang barisan.
Murid itu terlihat cukup menyeramkan, dengan mengenakan Pakaian yang cukup berantakan, Anting yang menggantung di Telinga sebelah Kiri, serta Luka Sayatan di Pipi Kanannya.
"S-Silahkan Andi, Kamu mau bertanya apa kepada Nolland?" Jawab Bu Olivia dengan wajah Terkejut.
"Kenapa kau memilih Sekolah Jelek ini?" Tanya Murid yang diketahui bernama Andi.
"Jangan bilang hanya karena Bayaran disekolah ini Murah, Atau Dekat dengan Rumah mu." Sambung Andi dengan Nada yang cukup mengancam.
"Hmmm..., Sebenarnya Alasan ku memilih sekolah ini, Memang karena Murah, dan Dekat, Tapi sebenarnya ada satu lagi alasan kenapa aku memilih sekolah ini." Jawab Nolland dengan tenang.
"Ho..., Apa itu?"
"Aku memilih sekolah ini, Karena Sekolah ini walau terbilang Standard dan hampir masuk kedalam sekolah di bawah Rata-rata, tapi sekolah ini tidak memiliki catatan Masalah." Sambung Nolland.
"Kau sendiri kenapa memilih sekolah ini, Bukankah Murid seperti dirimu harus lebih pantas berada disekolah Khusus Pria." Sambung Nolland dengan Nada yang cukup mengejek.
"APA?! APAKAH KAU MENGEJEKKU?" Ujar Andi dengan Amarah yang meluap.
Andi pun berdiri dan menghampiri Nolland, kedepan kelas.
"Kau pikir kau siapa disini?" Ujar Andi dengan mendekatkan Wajahnya ke hadapan Nolland.
"Aku bukan siapa-siapa disini, Tapi Maaf aku sendiri tidak tau siapa kau disini, jadi aku kembalikan pertanyaan mu."
"Siapa kau disini?" Ujar Nolland dengan wajah yang sangat tenang.
"HAH?!"
"Kalian berdua berhentilah, Andi sudah cukup Nolland baru hari ini masuk sekolah ini, jadi jangan buat dia kecewa telah memilih sekolah ini." Ujar Bu Olivia yang berusaha melerai mereka.
"INI BUKAN URUSAN MU." Sentak Andi dan berencana ingin mendorong Bu Olivia.
Namun, Nolland dengan sigap menangkap Tangan Andi, dan menatapnya.
"Hei..., Aku tidak tau siapa kau disini, tapi setidaknya tunjukan rasa Hormat mu kepada Gurumu sendiri, Kau pikir dengan Melakukan hal ini kau akan dianggap Keren?" Ujar Nolland dengan Tatapan yang cukup mengancam.
Sejenak mereka berdua terdiam, dan saling Tatap.
"Cih..., Baiklah kali ini aku biarkan dirimu, Namun jika lain kali kau mengejekku lagi, aku tidak akan segan-segan Menghajar mu." Ujar Andi meninggalkan Nolland, dan kembali Duduk ditempat duduknya.
"Maafkan aku Bu Olivia." Ujar Nolland dengan wajah menyesal.
"Tidak apa-apa."
"Baiklah Nolland kamu bisa duduk dikursi yang kosong itu." Sambung Bu Olivia sambil menunjuk kesalah satu tempat duduk dibarisan belakang.
"Terima Kasih Bu Olivia."
Setelah mengatakan hal itu, Nolland pun pergi ketempat duduk nya, dan menyiapkan segala persiapan.
"Baiklah..., Pelajaran nya akan segera dimulai."
......................
*DING DONG DING DONG
Suara bel pun berbunyi tanda kalau Jam Istirahat telah tiba.
"Baiklah Pelajarannya cukup sampai disini." Ujar Guru yang berada didepan kemudian meninggalkan Kelas.
Sejenak Kelas terdiam, Namun Seketika Andi berdiri dari tempat duduk nya, dan berjalan Pergi meninggalkan kelas.
Tak lama setelah Andi pergi, Seluruh isi kelas berdiri dan menghampiri Nolland.
"WOW KAU HEBAT JUGA NOLLAND, BERANI MENGEJEK ANDI."
"Benar, Ini adalah pertama kalinya ada orang yang berani melawan Andi."
"Apakah kau juga Mantan Jagoan disekolah mu dulu?"
Suasana Kelas pun seketika Ramai karena hampir seisi kelas mengelilingi Nolland.
"Permisi, Nolland apakah kau masih disini?" Terdengar Suara Wanita yang tidak asing.
"Iya aku disini Bu." Jawab Nolland.
Ternyata yang memanggil Nolland adalah Bu Olivia.
Sontak Nolland pun menghampiri Bu Olivia dan pergi dari kelas.
"Maaf ya Nolland, kau harus menghadapi Andi dihari pertama mu sekolah." Ujar Bu Olivia sambil berjalan menunjukkan Arah.
"Tidak apa-apa Bu, Lagipula itu memang salah ku sudah menyulut amarah Andi." Jawab Nolland.
Setelah percakapan Singkat itu, Nolland dan Bu Olivia Melanjutkan berkeliling Sekolah, didalam perjalan itu mereka mulai akrab dan saling berbicara satu sama lain, Hingga mereka tiba disebuah Gedung dimana banyak Ruangan yang bertuliskan berbagai Klub.
"Baiklah ini yang terkahir, Ini adalah Gedung dimana semua Ruangan Klub disekolah ini berada."
"Eh..., Klub ya..."
"Benar kau boleh memilih Klub mana saja, yang merupakan Minat mu."
"Hmmm., Minat ku ya..."
Sejenak Nolland kepikiran untuk mencari Klub yang bisa membantunya untuk mencari keberadaan Sihir di dunia ini.
Tanpa mereka sadari terdapat 2 orang yang menghampiri mereka dari belakang.
"Hei..., Apakah kau tertarik masuk Klub Peneliti Supranatural?" Ujar salah satu orang yang ternyata adalah 2 Murid sekolah ini.
"Hah? Klub Peneliti Supranatural?" Tanya Nolland.
"Benar..., Kami adalah Klub yang sedang meneliti Hal-hal yang berbau Supranatural, Mulai dari Fenomena Gaib, Hal-Hal yang mistis, Hingga Sihir." Jawab Salah satu orang yang menawarkan Klub.
"Sihir?!" Sontak Nolland cukup terkejut mendengar Kata itu.
"Ditambah lagi Penanggung jawab kami adalah Bu Olivia ini." Ujar Mereka berdua sambil menunjuk Bu Olivia.
"Eh?!"
------------>>>>>>>