LA MENTIRA

LA MENTIRA
BAB 5. MENCARI TAU



"alicia, kalau aku boleh tau inisial AD yang ada di belakang lehermu artinya apa?" tanyaku kepada alicia


Alicia sempat terkejut ketika mendengar pertanyaanku, "AD itu adalah nama samaranku, david." ucap alicia tanpa mau menjelaskan lebih detailnya.


"ohh...begitu ya? Aku pikir AD itu adalah nama kamu dan mantan pacarmu."


"hehehe...bukanlah david, ini hanya nama isial biasa saja." jelasnya lagi dengan lancar kepadaku


"sayang, jangan sampai itu adalah inisial mantan pacarmu?" tanya jordi dengan penuh selidik


"enggaklah sayang, kamu sembarang aja!" ucap alicia dengan sedikit gugup


"syukurlah kalau bukan? Karena kalau betul itu inisial mantan pacarmu, aku cemburu sekali." ucap jordi


"enggak sayang, kamu tau kan dari dulu hanya kamu pria yang aku cinta dan aku sayang." ucap alicia sambil menggenggam tangan jordi


"baiklah kalau begitu, aku percaya kamu sayang." ucap jordi sambil mencium kening alicia, sedangkan aku dan aurora hanya saling memandang saja.


"ehemmm...al, bisa gak sih jangan bermesraan di sini?" ucap aurora


"hahaha...maafkan aku say, aku lupa kalau ada jomblo di sini." ucap alicia sambil tersenyum dan mengerlingkan matanya kepada aurora


"apaan sih kamu ini?" ucap aurora sambil mencubit lengannya alicia


"ahh...kamu juga suka banget sih nyubitin aku?" ucap alicia dengan nada manja


"maaf ya david, aku sama aurora memang seperti ini." ucap alicia yang pada akhirnya memberi kode kepadaku


"ah iya david, maaf ya? Aku sama alicia memang suka seperti ini." ucap aurora seperti merasa tidak enak kepadaku


"iya, gak apa-apa kok! Melihat kalian berdua mengingatkanku kepada saudara kandungku yang telah meninggal karena bunuh diri." jelasku


"kok bisa sampai bunuh diri?" tanya alicia


"iya, dia bunuh diri karena stres dengan seorang wanita." jelasku lagi


"kalau boleh tau siapa nama saudaramu itu?" tanya aurora


"namanya dimitri, dimitri brawijaya." jawabku


"uhukk...uhukk..." aku melihat alicia sampai tersedak minumannya sendiri


"pelan-pelan dong al minumnya, sampai keselek begini." ucap aurora sambil menepuk punggung alicia


"gak, aku hanya terlalu terburu-buru aja sampai keselek." jawabnya


"apakah kamu kenal sama saudaraku itu? Soalnya pas aku nyebutin namanya kamu sampai keselek begitu?" tanyaku kepadanya


"ti-tidak kok! Aku gak kenal sama yang namanya dimitri, aku hanya terlalu terburu-buru minum sampai keselek." jelas alicia dengan sangat gugup


"jor, udah malam kita pulang yuk?" ajak alicia kepada calon suaminya


"tapi kita juga kan baru duduk di sini?" jelas jordi


"aku capek sayang, bisakah kita pulang?" tanya alicia sambil memasang wajah memelas


"baiklah sayang! David, aurora kami pamit duluan ya. Mungkin nanti kita bisa ketemu di jakarta?" ucap jordi kepadaku


"siap bro, sampai ketemu lagi." balasku


Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan kami berdua.


"aurora, kenapa wajah alicia seperti orang yang ketakutan?" tanyaku


"entahlah vid, aku gak ngerti mungkin dia kecapean. Karena memang hari ini dia begitu banyak pemotretan." jelasku


"apakah dia seorang model?" tanyaku


"iya dia seorang model walaupun tidak terkenal sekali, tapi lumayanlah hasil yang didapat dari pemotretannya." jelas alicia


"kamu sendiri kenapa tidak mau jadi model? Kamu cantik, putih, juga body bagus untuk modelling." tanyaku


"aku gak tertarik vid, aku lebih suka bergelut di dunia bisnis daripada harus menunjukkan tubuhku kepada banyak orang." jelasnya


"aku selalu menjaga apa yang aku miliki david, aku hanya akan menjaga tubuh ini untuk satu pria yang nantinya akan menjadi suamiku." jelas alicia


"aku suka aurora, pemikiran yang bagus. Pria manapun akan beruntung mendapatkan wanita seperti dirimu." ucapku dengan tulus


"hmmm...bisa aja kamu vid?" ucap aurora dengan wajah tersipu malu


Kami pun mengobrol dengan sangat asyiknya, hingga tidak tersadar kalau sudah mau jam 9 malam. Akhirnya kami berdua pun berpamitan, aku mengendarai mobilku sendiri, dan aurora juga membawa mobilnya sendiri.


***


akhirnya tibalah hari di mana aku akan kembali ke jakarta dan akan melanjutkan memimpin perusahaan yang selama ini dipegang oleh dimitri.


"bro, hati-hati ya jangan lupa kasih kabar kalau udah sampai di sana." ucap romi yang hari itu mengantarkan aku ke bandara


"siap bro, lu juga kalau ada yang gak dimengerti, bisa hubungin gua ya bro!" balasku


"oke, siap bos." ucap romi sambil memberikan tanda hormat kepadaku, dan aku pun hanya bisa tersenyum melihat sikap konyolnya itu.


Aku pun segera masuk ke dalam ruang tunggu, sambil menunggu waktu untuk naik pesawat.


"hai david, kita ketemu lagi." aku mendengar suara orang yang menegurku dan ternyata itu adalah aurora


" hai ra, kamu sama siapa? Dimana alicia?" tanyaku sambil melihat sekeliling.


"alicia menunda kepulangannya karena mendadak ada pemotretan, jadi ya aku pulang sendiri." jelasnya


"alicia jadi pulang hari apa?" tanyaku lagi


"dia kembali ke jakarta dua hari lagi." jawabnya


aku merasa alicia hanya alasan saja bilang ada pemotretan dadakan, aku yakin dia pasti takut bertemu denganku.


"david, kenapa bengong lagi sih?" tanya aurora


"gak kok aurora, aku hanya berpikir kenapa lama sekali pesawatnya?" ucapku


"hmmm...sabar aja! Itu pesawatnya datang juga, yuk kita bersiap." ajaknya


Akhirnya kami berdua pun naik ke pesawat yang akan mengantarkan kami kembali ke jakarta, dan tidak disangka-sangka kami mendapatkan tempat duduk yang bersebelahan lagi.


"wah...kita duduk bersebelahan lagi?" ucapku


"iya, kita duduk berdekatan lagi." balas aurora


"mungkin kita jodoh ya, soalnya selalu tempat duduknya sama." ucapku menggoda aurora


"amin," jawab aurora sambil tersenyum dengan sangat manis kepadaku


Aku terpana melihat senyuman aurora yang membuat wajahnya jadi tambah cantik dan imut. Aku rasa aku sudah jatuh cinta dengan perempuan ini, tapi aku belum bisa mengungkapkan perasaan ini sebelum aku membalaskan dendamku kepada perempuan yang telah membuat saudaraku meninggal.


"kenapa melihatku seperti itu?" tanya aurora


"gak kok, aku hanya mau bilang kalau kamu sangat cantik dan imut." jawab david


"hmmm...mulai gombal kamu!" ucap aurora dengan senyuman manisnya


"gak kok! kamu memang sangat cantik, cantik alami membuatku jatuh cinta." ucapnya lirih


aurora sempat kaget mendengar ucapanku, tapi aku pun kembali cuek ke mode awalku. Dia sempat lama menatapku, tapi aku pura-pura menguap dan mengantuk hingga pada akhirnya dia pun tertidur dengan sangat tenangnya.


Dan Ya Tuhan, dia begitu sangat cantik dan anggun. Tanpa polesan saja wajahnya sudah sangat imut dan segar.


Aku merasa jantungku berdetak dengan kencang. Baru kali ini aku merasakan yang seperti ini karena aku memang orang yang sangat cuek dengan wanita, bisa dikatakan pria yang dingin dan cuek kepada wanita manapun dan secantik apapun.


Pada akhirnya aku pun menjadi mengantuk dan aku pun ikut tertidur dengan aurora yang berada di sampingku.


dan aku bermimpi, mimpi yang sangat indah sekali...


Bagaimanakah kelanjutan pencarian dari david? Apakah dia mampu menemukan siapa perempuan itu? Baca terus kelanjutan ceritanya.


***BERSAMBUNG***