
pagi ini aku akan berangkat ke new york untuk terlebih dahulu mengurus perusahaanku di sana selama seminggu.
karena, setelah itu aku harus kembali ke jakarta untuk menjadi CEO di perusahaan yang pernah almarhum kakakku pimpin.
om dion mengantarku menuju bandara. "kamu jangan terlalu lama di sana david, karena perusahaan di sini sangat membutuhkanmu." pesan om dion padaku.
"siap om dion, setelah urusanku beres di sana, aku akan segera kembali ke indonesia." ucapku padanya
akhirnya kami sampai di bandara. perjalanan dari rumah menuju bandara hanya memakan waktu 1 jam.
sesampai di bandara, aku segera melakukan check in. setelah beres aku pun berpamitan kepada om dion, karena aku akan masuk ke ruang tunggu.
pesawat akan berangkat 40 menit lagi. jadi, aku duduk menunggu di ruang tunggu.
setelah aku duduk sambil membaca buku tentang bisnis, tiba-tiba datang seorang wanita cantik menggunakan kaos, celana jeans dan juga sepatu sport.
penampilannya sangat sederhana sekali tapi, justru itu yang menambah kesan cantik pada wajahnya.
"Tuan, boleh aku duduk di sebelahmu?" tanyanya padaku.
aku melihat sekeliling, memang benar tempat duduk sudah penuh, maka aku pun mengijinkan dia untuk duduk di sebelahku.
"hai, kenalkan namaku aurora adinia" ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepadaku
aku pun melihat wajahnya dan membalas uluran tangannya, "david brawijaya, senang berkenalan denganmu." jawabku dengan sangat ramah kepadanya.
dia pun tersenyum padaku dan melepaskan jabatan tangan kami berdua. wanita ini ternyata mempunyai lesung pipi, kulit putih bersih dan juga tubuh tinggi semampai, betul-betul ciptaan Tuhan yang sangat sempurna.
"kalau boleh tau tujuan anda ke mana tuan?" tanya wanita itu lagi
"aku akan pergi ke new york karena ada urusanku yang harus segera aku bereskan di sana." jelasku padanya.
"berarti tujuan kita sama tuan, aku juga mau ke new york untuk menjemput sepupuku di sana." jelasnya padaku.
akhirnya entah kenapa aku dan dia pun jadi terbawa obrolan yang menyenangkan. hingga tanpa sadar panggilan untuk tujuan ke new york diharuskan untuk segera bersiap-siap.
aku dan dia pun segera berjalan bersama menuju pesawat. di sana kami disambut dengan ramah oleh pramugari, dan tidak disangka pula kami mendapatkan tempat duduk yang sama.
kami pun segera menempati kursi penumpang. dan mengikuti peraturan yang sudah dianjurkan oleh pramugari.
selama perjalanan kami sempat mengobrol-ngobrol ringan dan bercanda ria. aurora memiliki sifat yang humble, asyik di ajak ngobrol, entah kenapa aku merasa nyambung berbicara dengannya.
tidak lama pramugari membawakan kami cemilan dan juga makan siang. kami makan sambil mengobrol dan bercanda. entah kenapa aku merasa sangat menyukai perempuan ini, karena dia sangat friendly, humoris dan juga cerdas.
sampai pada akhirnya kami pun tertidur karena kelelahan. dan ketika sadar ternyata sudah sore. aku pun segera bangun untuk pergi ke toilet.
ketika sampai di tempat dudukku, aku melihat aurora sudah bangun dan dia sedang membaca buku.
dia tersenyum melihatku, ketika aku sudah kembali ke tempat dudukku.
"boleh aku tau apa pekerjaanmu?" tanyaku dengan hati-hati padanya.
"aku bekerja di perusahaan pamanku yang ada di jakarta, jabatanku sebagai wakil direktur di sana. dan aku pergi ke new york untuk mengikuti meeting yang sangat penting dan sekalian menjemput sepupuku yang sedang berlibur di sana." jelasku padanya.
"pantas kamu sangat cerdas dan hebat. ternyata posisimu di sana sangat bagus. lalu kedua orangtuamu di mana?"
"kedua orangtuaku sudah meninggal ketika aku masih kecil, mereka mengalami kecelakaan yang membuat mereka harus meninggalkan dunia ini. mulai hari itu aku dirawat dan dibesarkan oleh paman dan bibiku." jelasku padanya.
"maafkan aku, aku tidak bermaksud mengungkit masa lalumu." ucapku padanya
"tidak apa-apa, kalau kamu sendiri bagaimana?" tanyanya balik padaku
"dan mirisnya kakakku meninggal, karena dia stres dan patah hati karena seorang wanita." jelasku padanya
"patah hati karena seorang wanita?" tanyanya dengan heran.
"iya? kenapa kamu seperti yang bingung begitu?"
"tidak, aku hanya rasa aneh kenapa karena patah hati sampai bisa memilih untuk bunuh diri?" jawab aurora
"itulah yang aku bingung. tapi aku sudah berjanji bahwa aku akan menemukan perempuan itu. dan aku akan membalas dendam atas kematian kakakku itu." ucapku padanya dengan tegas.
dia pun hanya menarik nafas saja. tidak lama kemudian pramugari mengantarkan kami makan malam, dan kami pun segera menyantapnya.
selesai makan dan dengan sedikit berbincang. akhirnya kami pun tertidur.
kami tersadar ternyata sudah pagi. lalu kami pun segera mandi, bersih-bersih dan segera siap untuk landing.
***
setelah landing, kami pun menunggu jemputan masing-masing. tidak lama aku melihat sepupu dari aurora datang menjemputnya.
"AURORA, aku sangat merindukanmu." perempuan itu berteriak memanggil namanya dan langsung berlari memeluknya.
lalu dia pun melihat padaku yang berdiri di sebelah aurora dan berbisik kepadanya.
"dia siapa? pacar barumu kah?" bisik perempuan itu
"ngawur aja kamu, dia kenalanku waktu di pesawat tadi." jelas aurora padanya
akhirnya aurora pun memperkenalkan kami berdua.
"david, kenalkan ini sepupuku alicia rinanta dan alicia kenalkan ini temanku david brawijaya."
kami pun saling berjabatan tangan dan memperkenalkan nama masing-masing.
"david, apa jemputanmu belum datang?" tanya aurora padaku.
"sedikit lagi dia sampai di sini, karena memang dia sedikit terjebak macet."
"kalau begitu kami duluan ya. kapan-kapan aku akan menghubungimu lagi." ucap aurora padaku
"tunggu, ke mana kamu akan menghubungiku? kita berdua saja belum tukaran nomor handphone." jelasku padanya.
"oh iya, aku lupa. hehehe..." lalu dia pun membuka tasnya dan mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya padaku. begitupun juga denganku, aku pun segera membuka dompetku dan memberikan kartu namaku kepadanya.
"nanti malam aku akan menghubungimu." ucapku padanya.
aurora pun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum padaku, lalu mereka berdua pun segera pamit lagi padaku.
dan saat mereka berdua berjalan, aku sempat melihat ada tato di leher belakang alicia yang berbentuk huruf AD dengan huruf kapital.
entah kenapa, aku merasa aneh dengan tato itu. aku merasa kalau wanita itu ada hubungan dengan dimitri.
tapi aku tidak bisa asal-asalan. aku akan berusaha menyelidiki kematian dimitri dengan pelan-pelan.
aku pastikan aku akan menyelidiki misteri ini, dan jika betul di antara kedua wanita itu adalah orang yang menyebabkan kematian dimitri, maka aku akan membalasnya dan membuat hidupnya lebih menderita daripada yang pernah dibuatnya pada dimitri, janjiku dalam hati.
***BERSAMBUNG***
jangan lupa vote, like, dan comment ya...