LA MENTIRA

LA MENTIRA
BERTEMU AURORA DAN LETICIA



setelah pekerjaanku selesai, aku pun segera menuju cafe untuk bertemu dengan aurora. Sesampainya di sana ternyata aurora sudah menungguku lebih dulu.


"selamat sore aurora, maaf ya aku terlambat." ucapku


"iya, gak masalah kok! Aku juga belum terlalu lama sampai di sini." ucap aurora dengan lembut kepadaku


"Apakah kamu datang sendiri ke sini?" tanyaku kepadanya setelah menghempaskan bokongku di kursi


"sementara ini aku sendiri dulu, dan sebentar alicia akan menyusul bersama kekasihnya." jelas aurora dan Aku pun menganggukkan kepalaku.


"ohh...jadi alicia sudah punya kekasih ya?" tanyaku kepada aurora


"iya, dia sudah punya kekasih dan dua bulan lagi mereka akan menikah." jelas aurora


Aurora akan menikah, trus bagaimana aku bisa tau kalau dia adalah perempuan yang aku cari selama ini kalau sebentar lagi saja dia akan menikah.


Aku tidak boleh menyerah, aku akan mencari taunya sampai dapat. dan kalau memang benar itu dia, maka akulah yang harus menikahi alicia bukan pria itu.


"hmmm...apakah aku boleh bertanya sedikit kepadamu?" tanyaku


"boleh? Memangnya kamu mau bertanya apa?" tanyanya lagi


"apakah calon suami alicia hanya satu itu? Apa pernah alicia menjalin kasih dengan pria lain selain dari calonnya yang sekarang ini?" tanyaku


"sepertinya kamu penasaran sekali ya sama alicia? Apakah kamu ada hati dengannya?" tanya aurora lagi


"hahahaha...yan tentu saja tidak? Aku hanya merasa pernah melihat dia bersama sahabatku, jadi aku pikir mungkin alicia pernah ada pria lain." ucapku berbohong


"aku juga kurang tau ya? Karena aku tidak pernah mencari tau kehidupan pribadi alicia. Biarpun kami selalu sama-sama, tapi untuk masalah percintaan, aku tidak begitu tau." jelas aurora padaku


"baiklah aurora, aku mengerti." ucapku


"trus kamu sendiri apakah sudah ada pasangan?" tanyaku


"aku sempat mencintai satu pria, tapi pria itu meninggalkanku dan memilih hidup bersama perempuan lain. Dan dari saat itu aku lebih memilih untuk sendiri saja, aku tidak mau patah hati untuk kesekian kalinya lagi" jelas aurora


"miris juga ya kisah hidupmu." ucapku dengan penuh ketulusan.


"david...hei david!" ucap aurora sambil memukul pundakku.


"ehh...i-iya aurora kamu bilang apa tadi?" tanyaku dengan gelagapan


"kamu ngelamunin apa sih?" tanya aurora


"gak kok! Gak ngelamunin apa pun." jawabku


"ya udah diminum dulu ya minumannya." ucap aurora sambil menunjuk minuman yang ada di depan kami.


Aku pun segera menyeruput orange juice yang sudah dibawakan oleh pelayan. Lalu kami pun berbincang-bincang tentang banyak hal. Dan Ternyata aurora adalah wanita yang humble, lucu dan juga pintar. Ketika kami sedang asyik berbincang-bincang datanglah alicia bersama calon suaminya.


"selamat sore semuanya," ucap alicia sambil tersenyum kepadaku dan juga aurora


"kamu lama banget sih say?" tanya aurora kepada alicia


"aku tadi masih fitting gaun dan juga mengecek tempat untuk pesta yang ada di jakarta, makanya lama." jawab alicia


"oh iya david, perkenalkan calon suamiku jordi gillian. Dan jordi, kenalin ini david." ucap alicia memperkenalkan kami berdua.


"salam kenal bro," sapa jordi yang aku balas dengan anggukkan dan seyuman


"oh iya david, kapan kamu akan kembali ke jakarta?" tanya alicia


"dua hari lagi aku akan kembali ke jakarta." ucapnya dengan tegas


"ohh...berarti sama dua hari lagi pun aku dan aurora akan kembali ke jakarta, sedangkan jordi tunggu pekerjaannya selesai dulu baru ke jakarta" jelas alicia


Kami berempat pun berbincang-bincang, jordi pria yang sangat supel dan enak diajak berbicara tentang bisnis. Jadi pertemuan inilah yang membuatku jadi banyak tau tentang trik-trik cara berbisnis.


Aku pada akhirnya karena penasaran dengan alicia, pun bertanya "alicia, tato di belakang lehermu itu inisial AD, bolehkah aku tau siapa sebenarnya AD itu." tanyaku yang membuat alicia gelapagan dan juga bingung


"AD itu adalah....??


***BERSAMBUNG***