
setengah jam kemudian jemputanku pun datang, aku pun segera memintanya untuk mengantarkan aku ke apartemen untuk menaruh barang-barang dan mengganti pakaianku.
sesampainya aku di sana aku segera mengganti pakaian dan segera menuju perusahaanku menggunakan mobil pribadiku sendiri.
sesampainya aku di sana, aku segera memanggil romi, asisten pribadiku.
"selamat siang pak, ada apa bapak memanggil saya?" tanya romi ketika dia sudah masuk ke dalam ruanganku
"kumpulkan semua direksi dan juga karyawan di ruang rapat sekarang juga, karena saya akan mengadakan rapat penting." ucapku tanpa basa-basi, dan romi pun segera melaksanakan perintahku.
romi adalah asisten dan orang kepercayaanku, dia juga merupakan sahabatku dari jaman sekolah dulu, dia juga sudah sangat lama bekerja denganku. kalau di kantor dia akan sangat menghormatiku, tapi kalau sudah diluar kami sudah seperti kakak-adik.
"pak, saya sudah mengumpulkan semua direksi dan karyawan di ruangan rapat." ucap romi
"baiklah romi, terimakasih banyak. kalau begitu ayo kita sama-sama ke ruangan rapat." ajakku kepadanya
kami pun berjalan bersama-sama menuju ruangan rapat.
***
banyak wanita yang mengagumi david dan juga romi, karena memang mereka couple yang sangat tampan dan juga keren. badan tinggi atletis, hidung mancung dan juga putih. hanya saja susah untuk menaklukkan dua pria itu, karena mereka sangat dingin dan juga cuek. hidup mereka hanya didedikasikan untuk pekerjaan, dan sepertinya mereka tidak butuh perempuan, hehehe...
kembali ke cerita ya,
ketika kami sampai di ruangan rapat, ruangan yang tadinya ribut menjadi hening. aku pun segera duduk di kursi kebesaranku dengan romi yang berdiri di sampingku.
"selamat siang semuanya, terimakasih atas kesedian kalian semua yang mau menyempatkan diri untuk berada di ruangan ini bersama saya. saya minta waktu beberapa menit untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting. kalian semua tau kalau saya baru saja kehilangan saudara saya, dan kebetulan saudara saya meninggalkan sebuah perusahaan di jakarta untuk saya jalankan. jadi saya akan menyerahkan jabatan saya kepada asisten atau orang kepercayaan saya, pak Romi Setiawan untuk mengambil alih perusahaan ini selama saya di jakarta, dan sebulan sekali saya akan ke sini untuk mengecek perusahaan ini. dan yang lainnya tetal jalankan tugas dan kewajiban kalian sebaik-baiknya, mulai sekarang kalau ada apa-apa kalian bisa langsung bertanya pada pak romi. apakah ada yang merasa keberatan dengan keputusan saya ini?" tanyaku kepada semuanya yang ada di ruangan ini, dan semuanya hanya diam tanpa ada yang berkata-kata.
dan memang mereka tidak akan berani membantah, karena keputusan yang diambil oleh david adalah keputusan yang terbaik, dan mereka juga tau bagaimana sepak-terjang dari seorang Roni Setiawan.
"baiklah karena tidak ada yang berbicara, maka saya anggap kalian semua setuju dengan keputusan yang saya buat. dan silakan kalian kembali ke pekerjaan masing-masing, terimakasih banyak." ucapku kepada mereka semua
ketika semuanya sudah pada keluar dari ruangan, romi langsung menarik david, "gila ya lu bro! lu ngambil keputusan tanpa bertanya dulu sama gua, gua gak bisa jadi CEO, itu pekerjaan yang terlalu berat buat gua, lu cari aja orang lain bro!"
"upsss...gak ada yang bisa gantiin posisi gua kecuali elu! sifat elu sama kayak gua, bro. lu tegas, dingin, cerdas, dan juga berani. kalau harus cari orang lain gua gak bisa! apalagi gua cuma tiga hari di sini, dan setelah itu gua harus kembali ke jakarta untuk menjadi CEO di perusahaan Alm. Dimitri. please ya, lu jangan menolak! cuma elu yang gua percaya dan cuma lu yang bisa ngejalanin tugas ini." ucapku kepadanya
dan aku melihat romi masih ragu, karena dia tidak yakin, apa dia bisa ngejalanin tugas ini. dan sampai pada akhirnya dia pun setuju, "oke, gua setuju. tapi lu harus ngajarin gua dulu ya, supaya gua tau apa aja tugas-tugas gua." ucap romi
"oke, sipp. lu tenang aja, gua akan ajarin semuanya sebelum gua kembali ke jakarta." ucapku meyakinkannya.
lalu aku pun kembali ke ruanganku, untuk membereskan barang-barangku yang ada di ruangan untuk aku bawa ke jakarta.
***
malam ini aku dan romi pergi ke cafe untuk nongkrong sambil minum kopi, karena aku merasakan lelah dengan semua yang harus aku urus sebelum aku kembali ke jakarta.
"bro lu harus janji ya, akan datang sebulan sekali ke sini. dan juga nomor jangan diganti, supaya kalau ada apa-apa gua bisa hubungin elu." pesan romi padaku
"tenang bro, lu gak usah takut. gua pasti akan selalu bantuin elu." ucapku
kami pun memesan kopi dan juga kue untuk menemani obrolan kami.
"gua turut berdukacita ya dengan kematian dimitri, semoga dia bahagia di Surga." ucapnya
"jadi gimana kelanjutannya?" tanyanya lagi
"gua akan cari tau siapa perempuan yang membuat dimitri sampai memilih bunuh diri." ucapku lagi
"trus kalau sudah dapat lu mau ngapain dia, bro?" tanyanya lagi
"gua akan buat dia menderita, seperti yang dia buat pada dimitri!" jawabku dengan tegas
"balas dendam itu gak baik, bro! biarkan saja karena masih ada karma yang akan melakukannya." jelas romi
"gak bisa bro! gua gak ikhlas. dan gua akan tetap cari tau siapa perempuan itu." ucapku lagi dengan lebih tegas
"hmmm...baiklah bro, terserah lu aja. gua akan selalu mendukung apapun keputusan lu." ucap romi
"makasih ya bro! lu memang sahabat terbaik gua. dan memang elu yang selalu mengerti perasaan gua." ucapku tulus kepadanya dan romi pun hanya tersenyum menanggapiku.
"ya udah habisin kopi sama kuenya, supaya bisa pulang. gua udah capek banget bro, mau tidur." ucap romi
akhirnya kami berdua pun menghabisi kopi dan kue dan segera pulang ke apartemen masing-masing.
***
setelah sampai di apartemen, aku pun segera berendam di dalam bathup dengan air hangat yang menyegarkan tubuhku, dan setelah itu aku pun membuat susu sebelum aku tidur.
aku pun ingat, kalau aku berjanji pada aurora untuk meneleponnya malam ini.
aku pun segera mengambil kartu nama yang aurora berikan padaku tadi siang, mengetik nomornya dan segera meneleponnya.
"halo, selamat malam." terdengar suara dari seberang sana.
"halo selamat malam juga aurora." balasku
"oh hai, david! bagaimana kabarmu hari ini?" tanyanya padaku
"kabarku baik, kamu sendiri bagaimana?" tanyaku balik padanya
"kabarku baik-baik saja." jawabnya lagi
kami pun mengobrol-ngobrol selama setengah jam, dan kami janjian untuk ketemu setelah jam kantor di sebuah cafe langgananku.
setelah perbincangan di telepon selesai, aku pun segera masuk kamar untuk beristirahat, karena memang aku sudah sangat lelah.
entah kenapa aku ingin bertemu dengan aurora, dan aku merasa ada sesuatu dengan tato yang ada di leher alicia, sepupunya itu.
aku akan mencari tau semuanya, dan aku yakin akan mendapatkan petunjuk tentang wanita itu, wanita yang telah mengambil kehidupan Dimitri itu.
***BERSAMBUNG***
jangan lupa, like, vote, dan comment ya...