King and Queen Mafia

King and Queen Mafia
Keluarga dwitama



Keesokan paginya laura sudah siap berangkat ke sekolah


"selamat pagi abang ,daddy mommy princess cantik udah turun nih beri tepuk tangan yang meriah "teriak laura sambil menuruni anak tangga


" husssss kamu ini kebisaan deh ini itu rumah sayang bukan hutan jangan triak kek gitu" sahut sang mommy sambil menyiapkan sarapan untuk putrinya


"tau tuh dek ni kuping abang rasanya sakit tiap hari adek tereak mulu"


"ehh bang kalo princess nggak ada abang bakalan kangen deh sama adek jadi di betah betahin aja ya bang sama adek hehehe" sambil menampilkan wajah imutnya


Mendengar hal itu raut wajah satria berubah murung dan matanya berkaca kaca


"lhoh abang kenapa kok sedih gitu adek becanda kali bang jangan sedih dong adek minta maaf deh bang " kata laura sambil menyatukan kedua tangannya sedangkan satria langsung memeluk adek kesayangannya itu


"adek baik baik ya di rumah kakak bakaln pergi soalnya " ucap satria yang masih memeluk laura


"hah ....abang mau pergi lemana emangnya"


"abang mau pindah ke korea mau lanjutin sekolah disana sambil ngurus anak cabang perusahaan dwitama " jawab satria


"oh " jawab laura singkat sambil melepas pelukannya


"kok oh doang sih cess padahal abang kira kek di sinetron sinetron yang kalo abang tinggal adek mohon mohon buat abang nggak pergi dan kalopun terpaksa adek mohon ke abang buat ikut la ini adek biasa aja " tanya satria sambil menyilanglan tangannya didada


"yaelah abangku yang jelek inikan kehidupan nyata lagian ngapain juga princess cantik nangisin abang buruk rupa yang ada sayang mata princess nanti kayak panda huh nggak la ya" jawab laura sambil mengibaskan rambutnya


" emang dasr adek laknat"


"bodo amat emang gue pikirin "


Sebenarnya laura tidak rela jika abangnya harus pindah tapi mau gimana lagi laura harus biasa saja agar abangnya tidak tambah sedih


"emang berangkatnya jam berapa sih "


"jam 9 sayang " sahut sang daddy


"princess maafin daddy sama mommy ya nggak kasih tau princess daddy sama mommy rencananya juga mau kesana sayang dan daddy harap princess hati hati dirumah " sahut sang daddy


"atau princess mau ngikut aja? " tawar satria berharap adiknya mau ikut


"kalo princes iku terus perusahaan princes gimana terus princess juga punya tanggung jawab sama markas jadi nggak bisa ikut kalian" jawab laura santai karena memang sudah biasa ditinggal oleh ledua orang tuanya untuk perjalanan bisnis


" yaudah deh terserah princess aja daddy yakin princess bisa jaga diri baik baik disini dan satu lagi princess hati hati ya janji dama daddy nggak bakalan ngelakuin hal berbahaya "


"princess bisa kok dad jaga diri tapi princess nggak bisa janji kalo nggak ngelakuin hal yang berbahaya karena kan daddy tau sendiri resiko laura jadi leader mafia setiap saat banyak bahaya mendekat " jawab laura


"ya udah sayang pokoknya mommy juga mau kamu harus hati hati dan mommy bakal sering sering hubungi princess dan secepatnya kembali biar princes nggak kesepian" sahut sang mommy sambil membelai rambut laura


" dad selama kalian nggak disini laura mau tinggal dimarkas aja dan untuk mansion ini biar di urus steave nantinya "(steave\=tangan kanan laura)


"kalo itu kemauan princes daddy oke oke aja lagian disana juga lebih aman " jawab sang daddy


Setelah sarapan bersama laura berangakt sekolah mengendarai motor sport kesayangannya berwarna hitam yang sudah dimodifikasi khusus serta menggunakan helem full face


Laura mengendarai mogenya dengan santai meskipun tau bahwa ia akan terlambat tapi bagi laura masa bodo yang terpenting kan masuk daripada nggak sama sekali toh semua pelajaran suxah bisa is kerjakan dengan mata tertutup


( mo sombong dikit nggak papa lah ya anak sultan ma bebas wkwk)