
Emil masuk ke kelas 10 ips2 dia ingin memberitahu kepada candy untuk menjauhi adrian
"Gua mau lu jauhin adrian!" kata Emil.
"Gua kan udah bilang kalo gua juga gak mau deket sama adrian, adriannya yang deket sama gua." kata Candy.
"Lu kalo gak jauhin adrian lu bakal tau akibatnya!" kata Emil.
"Terserah lu lah gua capek sana lu pergi." kata Candy.
"Candy lu gak papa kan?" kata Cindy dan s
Sherry.
"Gua gak papa cuman capek aja." kata Candy yang merasa agak sedikit pusing.
"Lu pulang aja gua bakal minta izin." kata Cindy.
"Gak usah gua masih kuat kok." kata Candy.
"Gua izin ke toilet ya." kata Cindy.
cindy pergi ke toilet untuk menelepon reyhan pacarnya untuk segera ke kelasnya karena candy sakit.
"Rey candy sakit dan tadi ada emil datang ke kelas mengancam untuk jauhin adrian aku kasihan sama candy." kata Cindy.
"Yaudah aku ke kelas dan sekarang kamu dimana sayang." kata Reyhan.
"Aku di toilet." kata Cindy.
"Oke aku kesana sekarang sekalian kita bareng ke kelas." kata Cindy.
"Adek ayo kita pulang gua kasihan sama lu." kata Reyhan.
"Gua gak mana gua masih kuat." kata Candy
"Yaudah lu pulang sama gua dan candy." kata Reyhan.
"Candy nanti pulang gua ke rumah lu ya." kata Sherry.
"Terserah lu aja gua mah." kata Candy.
"Oke." kata Sherry.
kring.... bel pulang
"berdiri siapa beri salam." kata Albert.
"Ayo dek dan Sherry lu ikut di belakang mobil gua ya kalo gak lu bareng gilbert karena semuanya pada kerumah gua." kata Reyhan.
"Ehmm... yaudah deh gua ikut Gilbert aja gua juga males bawa mobil." kata Sherry.
"Eh Gilbert Sherry ikut ya gak papa kan." kata Reyhan.
"Gua juga males sendirian yaudah ayo Sher." kata Gilbert.
saat ingin berjalan Adrian selalu melihat Candy. Candy selalu mengalihkan pandangan ke tempat lain. Candy ingin menjauh dari Adrian.
"Sherry kenapa lu pindah ke Jakarta?" kata Gilbert.
"Biasa lah pindah karena pekerjaan orang tua kalo lu?" kata Sherry.
"Gua pindah karena di sekolahan lama gua pacaran tapi malah pacar gua selingkuh sama temen gua sendiri gua merasa sakit banget." kata Gilbert dengan raut muka sedih.
"Maaf ya seharusnya gua gak usah nanya lu." kata Sherry dengan merasa bersalah.
"Gak papa kan lu juga temen gua." kata Gilbert.
Mereka sampai di rumah Reyhan dan candy. Reyhan mengendong candy masuk ke dalam rumah. Vian melihat itu langsung lari.
"Ini kenapa Reyhan kok bisa candy kayak gini?" kata vian kepada putranya.
"Tante mungkin karena Candy belum makan dan tadi juga bajunya basah." kata Cindy.
"Iya mi maaf Reyhan gak bisa jagain Candy." kata Reyhan.
"Gak papa ayo kita ke kamar candy dan kalian silahkan duduk anggap saja rumah sendiri." kata Vian.
"Nak kamu pergi saja biar mami ya jaga Candy." kata Vian.
Reyhan turun dan langsung menghampiri temannya dan pacarnya.
"Rey ini sebenarnya ada apa kata lu adek kelas itu tetangga lu kok lu gendong dia masuk kerumah lu." kata Adrian.
"Dia itu adek gua." kata Reyhan.
"Kenapa lu bohong sama gua, gua juga temen lu gua gak mungkin bongkar rahasia lu."
"Karena Candy yang suruh gua bohong sama lu." kata Reyhan.
"Gua juga mohon sama lu jauhin adek gua lu gak liat dia udah menderita gara-gara lu." kata Reyhan.