
"Aku percaya jika kita jodoh kita akan bertemu lagi candy percayalah aku sangat merindukan mu nanti di saat aku pergi jauh."
~ Adrian ~
" Ma itu hanya alasan saja sebenarnya aku sedang memikirkan Candy aku rindu dengannya sejak putus aku tidak pernah lagi bertemu dengannya." kata Adrian.
Pagi hari
" Adrian kenapa mukamu lesu?" kata Dane (Ayah Adrian).
"Aku sedang memikirkan siapa selanjutnya yang akan menggantikan aku menjadi ketua osis papa." kata Adrian yang sedang sarapan.
"Jangan terlalu banyak dipikir itu sudah menjadi kewajiban sekolah yang mencari kandidat yang menggantikan kamu maupun Reyhan." kata Dean.
"Iya papa." kata Adrian.
"Adrian papa sudah mengurus surat yang kamu perlukan dan sebentar lagi kamu akan ujian." kata Dean.
"Iya papa aku ingin setelah lulus aku langsung pergi." kata Adrian.
"Nak apa kamu tidak mau memberi ucapan perpisahan dengan Candy." kata Alena.
" Tidak itu akan memburuk keadaan dan aku akan sulit melepaskan kenangan disini." kata Adrian.
"Yasudah nak sekarang kamu berangkat sekolah jika tidak akan telat." kata Alena.
"iya ma pa aku berangkat dulu." kata Adrian sambil salim dengan orangtuanya.
" Eh Candy nanti pulang bareng gua ya." kata Jason.
"Ah gimana ya gua hari ini mau jalan bareng girls." kata Candy yang berusaha untuk menjauh dari Jason.
Candy tau Jason suka denganya dari awal masuk tapi dia tidak berani membuka hatinya kepada siapa pun.
"Yaudah tapi besok lu sama gua ya." kata Jason.
"ya bye." kata Candy sambil berjalan masuk ke kelas.
Candy dan Jason tidak sadar ada yang melihat mereka dari jauh ya orang itu Emil dan Adrian.
Emil ya melihat itu senang akhirnya Candy menjauh dari Adrian. Adrian cemburu melihat Candy dengan Jason.
Candy dan Adrian tidak tau jika Emil dan Jason sepupuan.
Saat di kelas
"Iya tadi di ngajakin gua pulang bareng tapi gua bilang mau jalan sama kalian." kata Candy.
"Pulang nanti kita di Cafe Unicorn ya ada yang pengen gua ceritain." kata Candy
"Oke Sher gua bareng lu ya gua gk bawa mobil gua PP sama Reyhan." kata Cindy.
"Iya santai aja." kata Sherry.
Di kantin
"Aduh ada cewek murahan." kata Emil dengan genknya semua sedang kumpul melihat genk Emil berulah lagi.
"iya kemarin sama Adrian sekarang sama Jason maunya apa ya." kata Karin ( Teman Emil).
"Sabar can jangan emosi dulu tenang." kata Cindy dan Sherry.
"Emang kalo buah jatuh gak jauh dari pohonnya pasti mamanya juga cewek murahan hahaha." kata Jessy ( Teman Emil)
"Mau lu apa hah!" kata Candy yang sudah emosi jika itu tentang dirinya dia tidak akan emosi tapi ini tentang maminya.
"Lu jangan cari gara gara ya!" kata Candy.
"Ayo kalo berani maju!" kata Jessy
"Gua peringatin lu jangan pernah ngomongin orang tua gua jika lu bukan anaknya dan jadi orang jangan sok tau tentang kehidupan keluarga orang lain!" kata Candy dengan tegas.
"Emang kenyataannya kan buah jatuh gak jauh dari pohonnya hahaha terima aja kenyataan emang pahit!" kata Emil.
"Kalian ikut saya ke Bk." kata Adrian dengan dingin kepada Emil , Karin , Jessy , dan Candy.
"Permisi Pak tono." kata Adrian.
" Iya masuk." kata Pak Tono.
"Candy Emil kalian lagi selalu saja cari masalah." kata Pak tono.
"Bapak tidak mau tau panggil orang tua kalian sekarang juga." kata Pak tono.
"Pak jangan pak kasih saya hukuman daja atau skor saja." kata Candy dengen memelas.
"Ah lah paling takut sama orang tuanya karena anaknya cewek murahan hahaha." kata Karin.
"Siapa takut oke gua bakal telpon bapak gua." kata Candy.