
"Oh mereka pacaran liat saja nanti." batin Emil.
Emil akan melalukan apa pun untuk mendapatkan yang dia inginkan.
"Ayo anak-anak berkumpul." kata Pak Joko.
"Anak-anak bapak ibu akan memberikan kalian tenda kalian boleh memilih teman kalian sendiri satu tenda 3 orang." kata Pak Joko.
"Iya pak." kata murid-murid.
"Kalian sekarang boleh membangun tenda." kata Pak Joko.
Candy , Sherry , dan Cindy pasti satu grup mereka sekarang sedang membangun tenda tapi mereka kesulitan sedang Reyhan , Adrian , dan Gilbert sudah selesai membangun tenda mereka tidak jauh dari tenda Candy.
"Sayang sini aku bantu." kata Reyhan.
"Makasih Rey." kata Cindy.
Dari kejauhan Emil cemburu melihat Candy dan Adrian berduan.
"Can aku bantu ya." kata Adrian.
"Kok ngomongnya aku kamu ada apa ni?" kata Sherry.
"Jangan-jangan kalian pacaran ya." kata Gilbert.
"Kalo iya emang gak boleh." kata Adrian.
"Boleh si kan hidup-hidup lu." kata Gilbert.
"Cie yang udah jadian PJ-nya mana?" kata Cindy.
"Tenang masuk sekolah nanti gua traktir semuanya." kata Adrian.
"Cie... selamat ya udah jadian." kata Sherry dan muka candy sudah merah.
Malam tida semua sedang mencari kayu bakar untuk api unggun. Hanya Candy yang belum balik semua orang sudah balik.
"Gimana ni Candy dimana ya?" kata Sherry dengan gelisah.
"Tenang dulu kita cari dia bareng-bareng." kata Cindy sambil menenangkan Sherry.
Dari tadi Gilbert melihat Sherry gelisah terus.
"Bro kita kesebelah yuk Sherry gelisah terus." kata Gilbert.
"Yuk sekalian gua juga mau ketemu Cindy sama Candy itu udah tanggung jawab gua buat jaga mereka berdua." kata Reyhan.
"Yaudah yuk." kata Adrian.
"Aduh gimana ni ngomongnya." batin Cindy.
"Candy hilang." kata Sherry dengan wajah khawatir takut Candy kenapa napa.
Di lain tempat Candy sedang menangis dan memanggil nama teman-temannya.Tiba tiba ada yang dapat ternyata Emil.
"Gua mau lu sama Adrian putus." kata Emil sambil menaruh pisau di leher Candy.
"Kalo gua gak mau gimana?" kata Candy yang masih menantang Emil.
"Kalo lu gak mau lu bakal mati." kata Emil yang sudah membuat leher Candy berdarah sekarang dia menaruh pisau di perut bagian samping Candy.
"Gua gak lepasin Adrian." kata Candy dengan terbata-bata.
"Oh lu nanti lu bakal mati." kata Emil.
"Candy...." panggil Sherry , Cindy , Reyhan , Adrian , Gilbert.
Adrian menemukan Candy terlebih dahulu.
"Candy lu kenapa?" kata Adrian.
"Gua mau kita putus." kata Candy terbata-bata dan semua sudah ketemua Candy.
"Kenapa kita baru aja jadian?" kata Adrian sambil candy dia peluk.
"ADRIAN LU DENGER GAK KATA CANDY PUTUS!" kata Reyhan dengan emosi yang sudah dia tahan dari tadi sambil meninju Adrian.
"gua bilang putus ya putus!" kata Candy sambil menangis sebenarnya ia tidak ingin melepas Adrian tapi mau bagaimana lagi.
"Oke kalo itu mau lu." kata Adrian.
"Kita bawa Candy ke rumah sakit." kata Cindy.
"Gil lu bantu gua bawa Candy." kata Reyhan dia kasihan melihat Candy yang sudah menangis.
Dirumah sakit mereka menghubungi orang tua mereka karena guru-guru sudah menelpon orang tua mereka bawa mereka hilang di hutan.
"Mi aku ada di RS Kasih mami datang ya." kata Cindy sambil menangis.
"Iya mami sama papi akan datang kesana." kata Sherly.
"mi aku ada di RS Kasih." kata Sherry sambil menangis.
"Oke mami sama papi akan kesana." kata Dian.