
"Semakin kuat cintanya semakin kuat juga ujian cintanya." kata Reyhan.
"Jika seseorang tidak sanggup lagi menjalani hubungan itu akhir mereka akan putus." kata Cindy.
______________________________________________
Di rumah
"Ma, maafin candy ya udah menyusahkan mama dan papa." kata Candy.
"Gak kok nak mama tidak pernah merasakan kesusahan." kata Dian
"Tapi.. aku merasa menyusahkan mama dan papa." kata Candy
"Candy sebelum kamu lahir mama sangat menginginkan anak perempuan." kata Dian dengan lembut.
"Ma , aku sayang mama." kata Candy.
"Mama juga sayang kamu." kata Dian.
"Yaudah kamu mandi dulu habis itu turun makan bersama." kata Dian.
"Ma kok kakak belum pulang ?" kata Candy.
"Mungkin lagi bareng Cindy." kata Dian.
"Tapi tadi Cindy bareng Candy ma." kata Candy.
" Jangan pikirkan kakak mu kakak kamu juga udah pengen wisuda." kata Dian.
"Yaudah deh ma aku ke kamar dulu ya." kata Candy.
"Iya sayang." kata Dian sambil mencium puncuk kepala Candy.
Di cafe
"Yaudauh pulang yuk udah malam juga kita juga pengen ujian." kata Gilbert.
"Iya, anter Sherry ya bro." kata Reyhan.
"Gak usah , gua juga mau pergi ke toko buku." kata Sherry
"Gak papa, gua juga mau ke toko buku buat ujian." kata Gilbert.
"Ikut aja Sherry ini juga udah malam." kata Cindy.
"yaudah deh." kata Sherry.
Di parkiran.
"Maaf ya sher gua hari ini bawanya motor." kata Gilbert.
"Gak papa santai aja." kata Sherry.
"Ini pake dulu helmnya." kata Gilbert.
"Kenapa gua jadi deg-degan gini aduh malu banget pasti muka gua merah." batin Sherry.
"Kenapa muka lu merah Sher." goda Gilbert.
"Ah enggak papa udah lihat jalan aja." kata Sherry
"Yaudah naik." kata Gilbert.
"Cin mama ngajak kamu ke rumah untuk makan malam dengan papa mama kamu." kata Reyhan.
"Oke kalo aku bisa aku chat kamu ya." kata Cindy.
"Yaudah jangan lupa chat aku juga kalo udah sampai rumah." kata Reyhan.
"Iya sayang tenang aja aku kan selalu kabarin kamu." kata Cindy tersenyum sambil mengeratkan pelukannya.
"Iya sayang." kata Reyhan sambil memegang tangan Cindy yang memeluknya.
Di rumah
"Ma, mama." kata Reyhan.
"Iya nak mama ada di dapur kesini lah." kata Dian dengan teriak karena sedang masak untuk makan bersama dengan keluarga Cindy.
"Ma Candy udah pulang?" kata Reyhan.
"Udah Rey, memangnya kenapa?" kata Dian.
"Itu ma suasana hati Candy lagi buruk." kata Reyhan.
"Oh iya mama tadi udah ngomong dengan Candy." kata Dian.
"Rey keluarga Cindy jadi datang?" kata Dian.
"Cindy nanti kabarin aku hari ini jadi datang atau gak." kata Reyhan.
"Semoga datang ya mama sudah masak banyak sayang gak ada yang makan dan tidak habis kita harus menghargai makanan." kata Dian.
"Iya ma kita harus hargai makanan." kata Reyhan
"Papa mana mama?" kata Reyhan
"Belum pulang mungkin sebentar lagi." kata Dian.
"Oh oke ma aku ke atas dulu ya." kata Reyhan.
"Iya nak." kata Dian.
Sorry ya jarang up karena sekarang udah mulai sekolah online maaf banget gak bisa up kayak dulu lagi.
Tolong like , komen , dan vote ya agar penulis up terus dan semangat
bye semua