Journey

Journey
Masa - masa bahagia



Masa-masa bahagiapun mereka lalui, namun Hardy belum juga memantapkan hati untuk bertemu papanya Cinta untuk membicarakan hubungan mereka.


(Cinta)


"Dy kamu ga mau coba temuin papa?"


(Hardy)


"Kemarin aku udah ketemu"


(Cinta)


"Bukan..bukan bahas soal pekerjaan"


(Hardy)


"Sore ini aku ada niatan ajak papa kamu keluar, kira-kira dia mau ga ya?"


(Cinta)


"Ga akan tau kalo belum dicoba"


Siang ini Hardy pun menemui papanya Cinta di kantornya.


(Hardy)


"Pagi mbk, saya bisa ketemu Pak Wiratama sekarang?"


(Sekretaris papanya Cinta)


"Pagi Pak Hardy, Bapak sudah ada janji?"


(Hardy)


"Belum sih mbk tapi coba aja bilang saya yang datang"


(Sekretaris papanya Cinta)


"Baik saya coba tanya"


Sekretaris tersebut langsung menemui papanya Cinta.


(Sekretaris papanya Cinta)


"Pak Hardy, bapak bisa masuk sekarang, Bapak sudah izinkan masuk"


(Hardy)


"Makasih ya mbk"


Hardy pun masuk menemui papanya Cinta.


(Hardy)


"Sore Pak, maaf sebelumnya bukannya lancang apa sore ini apa bisa kita ngobrol?"


(Papanya Cinta)


"Kenapa ga disini aja sekarang?"


(Hardy)


"Ini bukan soal kerjaan pak"


(Papanya Cinta)


"Boleh, kita ketemu dimana?"


(Hardy)


"Sore ini sepulang jam kantor saya jemput bapak disini, jam 05.00 sore ya Pak"


(Papanya Cinta)


"Oke"


(Hardy)


"Makasih pak" sambil tersenyum lega.


Cinta sangat cemas apakah ayahnya bersedia menemui Hardy. Hardy pun menemui Cinta menyampaikan kabar baik ini.


(Hardy)


"Ta, papa kamu mau aku ajak ketemu sore ini, nanti sore aku jemput papa disini"


(Cinta)


"Aku seneng banget dengernya, sejak kemarin ketemu kamu dia ga ada ngomong apapun tentang kamu, aku khawatir"


(Hardy)


"Semoga semua baik baik aja ya"


Sore pun tiba, tepat pukul 05.00 sore Hardy sudah sampai di kantor Pak Wiratama untuk menjemputnya.


(Hardy)


"Sore mbk"


(Sekretaris papanya Cinta)


Hardy masuk untuk menjemput ayahnya Cinta.


(Hardy)


"Sore Pak, gimana apa kita bisa pergi sekarang"


(Papanya Cinta)


"Bisa"


Jarak antara kantor dengan cafe tujuan mereka dekat namun terasa lama bagi Hardy yang yang begitu canggung.


(Hardy)


"Bapak gimana kabarnya?"


(Papanya Cinta)


"Baik, alhamdulillah saya sehat"


Sepertinya papanya Cintapun masih canggung dengan keadaan, tidak banyak jawaban yang keluar dari mulut laki laki paruh baya itu.


Sesampainya di cafe.


Papanya Cinta yang memulai pembicaraan


(Papanya Cinta)


"Dy, sudah cukup lama ya dy...sekarang ceritakan apa yang terjadi setelah kejadian itu"


(Hardy)


"Setelah kejadian itu saya pergi pak, saya ikut teman saya jadi abk kapal, 1 tahun saya berlayar mengumpulkan uang, untuk biaya saya kuliah, saya fikir kalau pendidikan saya hanya sebatas itu tidak mungkin saya bisa dapat pekerjaan yang layak, selama saya kuliah saya memulai bisnis kecil kecilan dibidang periklanan sampai akhirnya seperti sekarang"


(Papanya Cinta)


"Saya baru mendengar nama kamu dari teman saya, dia bilang kamu orang yang saya cari untuk menggarap iklan saya, tapi saya tidak menyangka kalau Hardy itu kamu, mungkin kamu sangat membenci saya dy"


(Hardy)


"Sama sekali saya ga pernah ada terlintas untuk membenci bapak, kalau saya jadi seorang ayah saya pun mungkin akan melakukan hal yang sama"


(Papanya Cinta)


"Ya kamu harus tau, Cinta anak saya satu satunya, dia besar tanpa kasih saya mamanya, tentu saya tidak mau dia bersama orang yang nantinya tidak akan membahagiakannya, tapi ternyata saya salah setelah kejadian itu ternyata saya lah orang yang tidak bisa membahagiakannya, dia pergi dari rumah, dia lebih memilih untuk tinggal sendiri"


(Hardy)


" Maaf pak saya yang sudah membuat keadaanya sulit pada masa itu, maaf saya sudah lancang mencintai anak bapak, tapi saya datang kembali untuk Cinta pak"


(Papanya Cinta)


" Kamu memang sudah kembali menepati janji kamu, itu yang membuat saya malu dan bangga pada mu"


(Hardy)


" Pak sekarang saya meminta sama bapak, apa bapak izin kan saya menjalani lagi hubungan kami yang dulu?"


(Papanya Cinta)


"Sudah banyak waktu yang terbuang di, ini saatnya kalian bahagia"


(Hardy)


"Makasih pak"


(Papanya Cinta)


"Sekarang saya harus pulang, malam ini saya harus berangkat ke singapore"


(Hardy)


"Saya antar pak"


(Papanya Cinta)


"Tidak perlu, saya sudah minta supir untuk jemput, sekarang lebih baik kamu ke kantor saya, Cinta lasti sedang khawatir menunggu kabar ini kan"


(Hardy)


"Baik pak, sekali lagi makasi"


(Papanya Cinta)


"Jangan panggil bapak lagi, panggil saja Om"


Setelah papanya Cinta meninggalkan cafe Hardy pun menemui Cinta yang masih menunggunya di kantor.


(Cinta)


"Gimana dy?"


Hardy pun bergegas memeluk Cinta.


(Hardy)


"Everything gonna be okay"


Begitu bahagianya mereka hari ini.