
Hari berlalu diam-diam Hardy selalu memperhatikan Cinta. Hingga suatu malam Cinta yang lembur harus pulang larut malam.
(Winnie)
"Ta gw pulang duluan ya..gw udah ga kuat nih badan pegel semua"
(Cinta)
"Ya udah lo duluan aja"
(Winnie)
"Lo hati-hati pulangnya ya"
(Cinta)
"Okay"
Pukul 21.00
Cinta pulang paling terakhir sementara yang lain sudah duluan pulang. Malam itu giliran Hardy yang berjaga.
(Hardy)
"Malam bu, malam sekali pulangnya?"
(Cinta)
"Iya lembur nih" Cinta pun berlalu menuju parkiran mobil.
Ketika hendak menyalakan start engine tiba-tiba mobilnya tidak bisa dinyalakan.
(Cinta)
"Duh ini mobil kenapa lagi, udah malam gini"
Hardy pun menemui Cinta.
(Hardy)
"Mobilnya kenapa bu?"
(Cinta)
"Kayaknya aki deh"
(Hardy)
"Biar saya telpon toko aki yang buka 24 jam bu"
(Cinta)
"Boleh"
Hardy pun menelpon toko aki.
(Hardy)
"Bu sudah saya telpon sekitar 1/2 jam atau 1 jam lagi orang nya akan kesini untuk ngecek terlebih dahulu"
(Cinta)
"Duh lama yaa, gw pesen taksi online aja kalo gitu, nanti mobil lo urus yaa biayanya nanti gw transfer"
(Hardy)
"Baik bu"
Cinta pun mencoba mencari taxi online lewat ponselnya, cuma karena sudah larut agak susah mencarinya.
(Cinta)
"Susah pula dapetnya, semuanya pada nolak, mana gw harus pulang cepet krn besok pagi udah harus meeting"
(Cinta)
"Ehh iyaa, lo punya motor?"
(Hardy)
"Punya bu"
(Cinta)
"Boleh ga gw minta anterin lo aja, gw udah ga enak nih badan pengen cepet sampai rumah, nanti soal mobil suruh temen lo aja yang handle ya"
Hardy pun dibuat kaget dengan permintaan bos nya itu, walau dalam hati dia senang sekali mendapat tawaran seperti itu.
(Hardy)
"Serius ibu mau naik motor? Ga papa angin anginan gitu"
(Cinta)
"Iya gapapa udah buruan ambil motornya dan ini kunci mobil kasih ke temen lo ya minta tolong handle semuanya"
Hardy pun berlari menuju parkiran motor dan mengambil motornya lengkap dengan jaket dan helmnya. Karena dia hanya membawa 1 helm, Hardy pun meminjam helm pada temannya.
(Hardy)
"Bu ini helmnya" sambil memberikan helm pada Cinta.
Cinta pun memakai helm itu.
(Hardy)
"Bu ini kan udah malam pasti dingin banget, maaf bangettt ibu bisa pakai ini" sambil menyodorkan jaket lusuh miliknya.
(Hardy)
"Tapi dijamin ini bersih kok bu baru saya cuci kemaren walau tadi pagi sudah saya pakai" ucap Hardy sambil sedikit menyengir.
(Cinta)
"Ya udah gapapa sini gw pake, eh tapi lo pake apa?"
(Hardy)
"Gapapa bu saya sudah biasa"
Cinta dan Hardy pun berboncengan. Malam ini akan jadi malam paling indah buat hidup Hardy. Entah karena takut jatuh atau tidak terbiasa naik motor Cinta pun memegang erat baju belakang Hardy.
(Hardy)
(Cinta)
"Iya tapi hati hati"
Akhirnya mereka berdua pun sampai didepan gerbang rumah Cinta. Cintapun melepaskan jaket dan memberikannya pada Hardy.
(Cinta)
"Ya ampun gw sampai lupa, gw kan blm tau nama lo siapa" sambil menyodorkan tangannya.
(Hardy)
"Nama saya Hardy bu"
(Cinta)
"Ok makasih ya Hardy buat malam ini"
(Hardy)
"Iya sama sama bu, oh iya besok ibu pergi ke kantor gimana?"
(Cinta)
"Gw bisa pergi bareng papa kok"
(Hardy)
"Atau mau dijemput gitu bu nyobain motoran pagi pagi"
Cinta pun mengeluarkan ponsel miliknya.
(Cinta)
"Ini ketik no lo, kalau bsk pagi gw hubungin lo, lo kesini jemput gw ya"
Hardy pun kaget bukan main dengan reaksi Cinta dan dengan sigap dia mengetik no nya dan menyimpannya di hp Cinta.
(Cinta)
"Sekali lagi makasih ya, hati hati dijalan"
Sudah pukul 05.00 pagi Hardy masih sibuk dengan hp nya berharap Cinta akan menghubunginya untuk minta dijemput ternyata sampai pukul 06.30 Cinta tak juga menghubunginya
(Hardy)
"Apaan sih lo di ngarep banget Cinta bakalan minta jemput, kemaren dia mau naik motor karena kepepet" guman Hardy pada dirinya sendiri. Hardy pun pergi ke kantor dan menemui Cinta.
(Hardy)
"Pagi bu, ini kunci mobilnya semua sudah beres"
(Cinta)
"Oh iya makasih ya di"
(Hardy)
"Sama sama bu"
Hardy pun pergi meninggalkan ruangan Cinta tanpa sempat memberanikan diri untuk bertanya kenapa Cinta tidak menghubunginya.
05.00 Cinta pun pulang kantor, kali ini tidak dengan Winnie tapi dengan ayahnya. Hardy hanya bisa memperhatikan Cinta dari jarak jauh. Wanita cantik yang sederhana dan baik hati itu telah mencuri hatinya.
Keesokan harinya pukul 05.30 pagi ponsel Hardy berbunyi. Ada wa yang masuk.
"Di tawaran kemaren lusa masih berlaku?"
"Maaf ini siapa ya?" Balas wa Hardy tanpa sempet mengecek foto profil orang yang mengirimkannya pesan.
"Ini gw Cinta.."
"Ini no nya bu Cinta?" Hardy pun langsung mengecek foto profilnya, dan benar saja foto di profil itu adalah bu Cinta. Betapa senang hatinya mendapat pesan dari Cinta.
"Iya di, maaf ya kemaren gw bareng papa jadi gw g bisa motoran pagi pagi" jawab Cinta
"Baik bu saya segera kesana ya" jawab Hardy. Hardy pun segera melaju menuju rumah Cinta dengan perasaan berbunga bunga.
Cinta pun sudah menunggu Hardy depan pintu, kali ini dia Cinta sudah siap dengan jaketnya.
(Hardy)
"Pagi bu"
(Cinta)
"Pagi..oh iya kalo bisa ga usah panggil2 bu lah kayaknya kita seumuran deh atau mungkin gw lebih muda dari lo, panggil aja Cinta, okey?"
(Hardy)
"Ga papa gitu bu?"
(Cinta)
"Ahh ibu lagi, emang gw udah terlihat seperti ibu ibu apa?"
(Hardy)
"Engga kok masa wanita cantik kayak gini seperti ibu ibu, ehh maaf ta ga ada maksud ga sopan"
(Cinta)
"Ahh santai aja kalo sama gw"
Cinta dan Hardy pun menuju kantor dan sesampainya di kantor.
(Cinta)
"Seru juga ya naik motor pagi pagi gini, bisa melewati macet, biasanya gw baru setengah jalan nih jam segini, btw thanks yaa"
(Hardy)
"Saya yang makasih ta udah diperbolehkan ngejemput kamu"
(Cinta)
"Oh iya gw kan ga bawa mobil nih kl nanti sore gw nebeng lagi bisa? gw tungguin deh sampe lo tukeran shift gimana?"
(Hardy)
"Dengan senang hati, tiap hari juga ga papa bu"