Journey

Journey
benih cintapun muncul



Semakin hari perasaan mereka pun semakin kuat. Hampir setiap hari Hardy mengantar jemput Cinta. Hingga malam itu tiba hujan deras mereka pun meneduh disebuah halte.


(Cinta)


"Di kayaknya hujan ga reda reda deh"


(Hardy)


"Iya nih mana ga ad jas hujan"


(Cinta)


"Di kita ke apartemen aku aja diujung jalan ini, ga papa ujan ujanan sedikit dari pada kelamaan disini"


(Hardy)


"Ya udah yuk"


Akhirnya mereka sampai diapartemen milik Cinta.


(Hardy)


"Kamu mau dianter sampai sini aja ga pulang kerumah?"


(Cinta)


"Iya kayaknya aku nginep sini aja dari pada kerumah jauh lagi"


(Hardy)


"Ya udah kalo gitu kamu naik, aku biar tunggu hujan reda dulu disini"


(Cinta)


"Ihh ngapain kamu naik aja yuk keatas, kayaknya ada bajunya papa kamu bisa pakai, nanti kamu kedinginan, rumah kamu juga masih jauh"


Hardy dan Cinta pun masuk ke apartemen. Baru kali ini Cinta mempersilahkan Hardy untuk masuk, sebelumnya Cinta sama sekali tidak pernah menawari Hardy untuk masuk mampir.


(Cinta)


"Sebentar ya aku cari baju papa dulu"


(Hardy)


"Eh ga usah repot repot aku udah biasa keujanan kayak gini, kamu ganti baju aja dulu nanti malah kamu yang kedinginan"


Cintapun masuk ke sebuah kamar men cari baju milik papanya.


(Cinta)


"Ni ganti kamu bisa pakai kamar yang itu buat ganti baju, ak jg mau ganti baju"


Cinta pun ganti baju dan menyiapkan minuman hangat.


(Cinta)


"Ni minum dulu,udah lama kamu anter jemput aku tapi aku ga pernah tawarin kamu masuk ya?"


(Hardy)


"Ahh gapapa lagian aku juga ga enak masuk rumah kamu, ga pantes aja gitu"


(Cinta)


(Hardy)


"Ya mungkin.."


(Cinta)


"Aku orangnya ga kayak gitu di, siapapun orangnya kalo dia baik kenapa engga, selama aku jalan sama kamu, aku merasa nyaman, baru tau aku kalo motoran itu asik, apa lagi malam ini sampe hujanan gini"


(Hardy)


"Ak seneng dengernya ta"


Mereka pun larut dalam obrolan sampai tak terasa sudah pukul 24.00 dini hari.


(Hardy)


"Ta saking asiknya ngobrol udah jam 12, aku g enak kamu harus isitrahat"


(Cinta)


"Ahh iya tapi aku masih pengen ngobrol, hujannya juga masih deras"


Hardy pun merasa tak ingin beranjak dari tempatnya duduk, terus ngobrol dan menatap wanita yang sangat didambakannya berjam jam adalah mimpi besar buatnya. Karena terbawa suasana malam dan hujan yang deras duduk mereka berdua pun semakin mendekat. Dan entah apa yang membawanya mereka pun berciuman. Ciuman yang menghangatkan badan mereka.


(Hardy)


"Ta maaf ga maksud aku ngelakuin itu, aku minta maaf, aku udah lancang, aku pamit pulang sekarang" Hardy pun berdiri mengambil jaketnya. Tiba tiba Cinta menarik tangannya.


(Cinta)


"Engga kamu ga salah di, semua mengalir gitu aja"


Hardy pun kembali duduk disamping Cinta.


(Hardy)


"Ta ak sebenernya ga pantes ada disini, ga pantes buat ngomong ini, aku cuma security yang lancang, tapi aku ga bisa nahan perasaan ini ke kamu, aku cinta sama kamu ta, sejak pertama kita ketemu, sejak peristiwa aku nabrak kamu waktu itu, aku sudah berusaha ngelupain perasaan ini tapi ga bisa"


Tiba tiba Cinta pun menyandarkan kepalanya di bahu Hardy.


(Cinta)


"Kenapa harus dilupain di.. bukan diperjuangkan?" Seketika Cinta teringat masa lalunya dengan Scott yang kandas lantaran tidak diperjuangkan.


(Hardy)


"Kalau aku bisa pasti akan aku perjuangkan ta"


(Cinta)


"I love you too"


Merekapun berciuman dengan hangatnya seolah beban perasaan yang tersimpan selama ini sudah hilang.


(Cinta)


"Kamu disini aja ya temenin aku, besok subuh subuh kita ke kosan kamu, kamu siap-siap dari sana"


Hardy pun tak kuasa menolaknya, mereka habiskan malam panjang ini dengan saling berpelukan.