Journey

Journey
petaka



Setiap hari pergi dan pulang bersama akhirnya isu kedekatan mereka pun beredar dikantor, tak terkecuali Winnie.


(Winnie)


"Ta gw akhir akhir ini denger kabar tentang lo tapi ga yakin sih bener atau engga"


(Cinta)


"Soal apa?"


(Winnie)


"Soal lo sama Hardy"


Cinta hanya tersenyum kepada sahabatnya itu.


(Winnie)


"Ta lo serius? Kali ini lo tau bakalan berhadapan sama siapa? Sama bokap lo ta?"


(Cinta)


"Ga tau lah gw blm mikir ke arah sana"


(Winnie)


"Jadi lo cuma mau main main?"


(Cinta)


"Gw ga bilang gitu, gw sayang sama Hardy win, ini perasaan yang sama seperti yang gw rasain dulu sama scott dan gw akan perjuangin"


(Winnie)


"Duh gw ga tau deh harus seneng atau gimana dengernya"


Hari berganti lambat laun isu kedekatan Hardy dan Cinta terdengar oleh papanya Cinta.


(Papanya Cinta)


"Ta papa mau ngomong kamu tolong keruangan papa"


Cintapun masuk ke ruangan papanya, dan betapa kagetnya Cinta begitu dia tau didalam sudah ada Hardy. Dengan wajah dingin papanya Cinta mengintrogasi mereka berdua.


(Papanya Cinta)


"Saya mau tanya sama kalian berdua, apa benar isu yang saya dengar selama ini soal kedekatan kalian berdua? Jawabbbb" bentak papanya Cinta.


(Cinta)


"Papa tenang dulu dong kalo emosi kayak gini ga akan bisa ngobrol kita"


(Papanya Cinta)


"Gimana papa mau tenang ta, kamu..anak papa satu satunya dibelakang papa pacaran sama security yang kerja di kantor kita"


(Papanya Cinta)


"Sekarang jawab papa Cinta, kalau yang mereka omongin itu tidak benar"


(Cinta)


"Berita itu benar pa" jawab Cinta sambil menangis.


(Papanya Cinta)


(Hardy)


"Saya sekarang memang tidak punya apa apa pak, saya cuma punya perasaan cinta terhadap anak bapak dan saya akan perjuangkan semuanya"


(Papanya Cinta)


"Perjuangkan apa? Kamu bisa apa?" Tanya papanya Cinta penuh amarah.


(Cinta)


"Papa ga berhak menilai orang cuma karena status sosialnya, Hardy anak yang baik, dia bisa perlakuin Cinta dengan baik pa"


(Papanya Cinta)


"Cinta aja ga cukup buat kalian bisa bersama, ga akan sesederhana itu, sekarang papa mau kali sudahi semuanya, anggap kalian ga pernah mengenal satu sama lain, dan kamu Hardy pergi dari kantor ini dan jangan pernah kamu tunjukin lagi muka kamu disini"


(Cinta)


"Papa ga bisa begitu"


(Hardy)


"Baik pak kl ini yang bapak mau, saya akan pergi, dan saya janji tidak akan menemui anak bapak sampai saya bisa buktikan kalau saya pantas untuk anak bapak dan ingat saya pergi bukan untuk menyerah pak, saya akan perjuangkan semuanya"


(Cinta)


"Engga engga di kamu ga boleh pergi gitu aja"


(Hardy)


"Jaga diri baik baik ta, aku pasti bakal kembali"


Hardy pun pergi meninggalkan Cinta yang larut dalam tangisannya. Hardypun resign dari kantor. Keesokan harinya Cinta pun mencari Hardy ke kosannya dan nihil, Hardy sudah pergi.


(Cinta)


"Wil lo tau Hardy kemana?"


(Willy) - teman kosan Hardy


"Semalam dia pergi ta, mau pindah kosan katanya, tapi dia ga bilang mau kemana, coba lo tlp aja"


(Cinta)


"Dari semalam hp nya sudah ga aktif"


(Willy)


"Ada apa sih sebenernya?"


(Cinta)


"Bokap gw udah tau hubungan gw sama Hardy, bokap usir dia, dia pergi wil...dia bilang ga akan menemui gw sampai dia berhasil memantaskan dirinya"


(Willy)


"Setau gw Hardy orang yang tepat janji, dia pasti bakal balik ta, tapi entah kapan"


Benar yang dikatakan Willy, Hardy benar benar pergi, tak ada seorangpun yang mengetahui keberadaannya. Waktu berlalu tahun berganti perasaan Cinta terhadap Hardy tidak berubah sedikitpun, dia masih berharap Hardy kembali.